6.perkelahian

361 6 0
                                        

Selamat membaca


















Hazel yang dari tadi sudah gerem sama tingkah laku Rio sedang menahan pukulanya sebelum waktu nya. Ia masih mengepal tangganya kuat.

Hazel turun dari motor nya lalu berjalan mendekati Rio sembari memutar mutar kan tanganya.

" Oh iya kata lo kan tadi mau main Main ya " Ucap hazel tersenyum rigai

Rio mengangkat tangannya ingin memegang dagu mulus hazel tetapi di tepis hazel
" Iya emang lu mau ikut bahaya lo untuk cewek yang lemah ke lo " Remeh Rio.

" Bruk"

"Bruk "

Pukulan dari hazel, sampai membuat Rio mengeluarkan darah dari mulutnya.

Hazel sudah tidak dengan ucapan Rio yang terlalu meninggi dan dia tidak suka di bilang lemah dia langsung memukul Rio. Secara brutal.

" Apa apaan lo main pukul pukul gua"
Ucap Rio sembari memegang pipinya yang memerah dengan bibir yang masih berdarah itu.

" Apa lo gak suka gua pukul atau mau lagi " Tanya Hazel sembari mengangkat satu kera baju kemeja hitam Rio.

Tiba tiba  Rio menyerang mereka.
Mereka pun berkelahi dengan sengit. Hazel melawan Rio, malfin melawan dion, alvino melawan anak yg lain.

Saat sebagian dari mereka telah tumbang
" Cih lemah lo semua baru bentar udah ambruk " Ucap malfin semberi mengelap darah yang terpercik di pipih kanan nya.

" Iya tuh lemah. pantesan balap motor kalah terus" Sindir hazel dan alvino.


"Sialan lu" Gumam Rio

Saat semua sudah terkapar tidak beradaya  Hazel, malfin dan semua rombongannya pun pergi dari markas black skuat.

" Cabut " Ucap malfin sembari mengayunkan tanganya ke atas yang mengartikan menyuruh mereka pergi dari tempat itu.

Mereka pun pergi meninggalkan anak anak black skuat yang telah terkapar dan bonyok itu.

Sesampainya malfin dan hazel dirumah mereka langsung di interogasi  oleh papa nya.

Saat Hazel dan malfin memasuki dengan mengendap endap. Dirgantara yang memang sudah menunggu di ruang tamu sembari membaca berkas perusahaan nya itu pun

" Hazel malfin dari mana kalian?"  Tanya dirgantara sembari menurunkan silangan kaki nya lalu mendekati putra dan putrinya.

"udah malem baru pulang. Itu juga kenapa baju kalian"  Tanya dirgantara yang telah berhadapan dengan mereka berdua dengan raut wajahnya sangarnya sembari menyilangkan tangan berototnya di dada bidang nya.


Malfin dan Hazel yang awalnya sengajah mengendap - endap supaya tidak kena marah, tapi sial nya mereka ketahuan karna sang ayah belum bangun.


"I- ini pa tadi kami habis berantem sama anak black skuat" Jawab hazel sembari menundukkan kepalannya takut untuk menatap mata sang ayah

Dirgantara yang  tidak mau memarahi anak anka nya ia hanya bertanya dengan santai saja, tapi aura ganasnya membuat malfin dan dirgantara takut.

" Tapi kalian berdua gak papa kan gak ada yang luka kan? " Tanya dirgantara sembari mengecek tubuh anak nya satu persatu.

" Kami gak papa pa" Jawab malfin, dengan baju putih nya yang sudah kotor terkena bercakan darah dan juga wajah nya yang tergores pisau kecil di pipi kiri nya dan balu di pipi katanya.

" Hazel pasti kamu ikut berantem juga kan" Tanya dirgantara ke pada Hazel.

" I- iya pa". Balas Hazel nunduk ia tidak hanya takut menatap wajah sang ayah tapi dia juga takut ayah nya melihat wajahnya yang terluka dibagian hidung dan juga pipinya.

" Kamu gak ada yang luka kan zel. Papa takut kalo kamu kenapa napa karna kamu anak cewek 1 satu satu nya, yang papa punya." Ucap dirgantara sembari memegang bahu Hazel.

" Iya pa hazel gak papa . Bukti nya kan hazel baik baik aja gak ada yang luka yakan bang " . Ucap Hazel sembari menatap papanya. Ia lupa akan menyembunyikan luka di wajahnya. Dengan cepat ia menarik badan abang nya untuk menjadi tameng nya.


Dirgantara yang melihat wajah anak gadisnya yang terluka itu pun langsung menarik Hazel dari persembunyiannya di belakang badan malfin.

" Hazel!!!!, "

" I-iya paaa, ini gak sakit kok, " Ucap nya ragu ragu.

" Gak sakit gimana? Liat nih wajah kamu luka gini, " Ucap dirgantara sembari memegang dagu hezel lalu menghadapkan ke kiri dan ke kanan.

" Gak sakit papa, aku udh biasa kayak gini, jadi gak masalah, " Ucap Hazel yang tidak mau papanya khawatir.


Dirgantara menatap malfin yang memalingkan pandangannya dari Hazel dan papanya.

" Malfin, "

" Hmm? "

" Gak usah pura pura gak tau, gak becus banget kamu jaga adik, " Tegas dirgantara kepada malfin.

" Hmm maaf, lagian Hazel juga sih  kenapa mau berantem , " Ucap malfin yang masih tak mau menatap papa nya.

Dirgantara masih menatap malfin intens lalu ia membetet jidat anak laki laki nya dengan kuat sampai sampai membuat sang empu kesakitan.

Malfin memegang jidatnya yang memerah itu, ia tidak berani membantah perkataan sang ayah.

" Sebagai hukuman nya obati luka kamu dan adik mu, jika tidak jangan harap papa kasih uang jajan kamu, " Ucap dirgantara lalu pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya













          Makasih yg sudah membaca













Maaf ya kalo kurang nyambung

HAZEL  Dirgantara [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang