" Rasa takut akan kehilangan seseorang itu nyata, seakan akan tubuh ku di sayat oleh banyaknnya pisau yang tajam, "
- hazel
Selamat membaca
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
" Pagi pa, bang " Sapa hazel saat telah menuruni anak tangga.
" Pagi juga " Balas dirgantara dan malfin
Hazel pun duduk di kursi. Lalu iya mengambil makana tersebut, setelah selesai makan iya berpamitan untuk pergi ke sekolah.
" Pa, bang aku kesekolah dulu ya " Pamit hazel
" Zel kamu pas pulang sekolah mau main sama teman kamu atau di rumah ?" Tanya malfin
" Emang kenapa bang tumben
nanya? " Ucap hazel balik bertanya
" Abang sama papa gk pulang ke rumah nanti malam paling besok " Ucap dirgantara yang membalas.
" Lah kenapa? " Tanya hazel yg ke bingung sembari mengerutkan keningnya.
" Papa mau ke rumah bibi dan abang mau main di markas dan nginap di situ " Ucap malfin memberi tau adik nya.
" Iss!! ya udh kalo gitu pergi aja hazel di rumah aja. " Ucap hazel sedikit ketus dengan kedua laki laki itu.
" Emang lu gk takut zel? " Ucap malfin yang ingin meledek adik nya.
" Gk lah kan ada bibi. Kalo aku bosan paling suruh teman aku nginep
di sini " Ucap hazel langsung dnegan tangan ia lipat di depan dada.
" Oh pantes " Ucap malfin
" Ya udh kamu ajak teman kamu aja. Tapi kamu harus hati hati ya
dirumah " Ucap dirgantara mengigatkan.
" Iya pa, bang. Hazel pergi ke sekolah dulu ya, " Pamit nya lagi.
Hazel pun pergi ke sekolah nya. Setelah sampai di parkiran hazel berjalan untuk memasuki kelas nya. Di perjalanan.
Ia berfikir tentang papa dan abangnya
* tumben ya papa tadi bilang gua harus hati hati. Emang ada apa sih? Tapi ya udh lah mungkin papa cuma khawatir aja kali ya sama gua, " Monolog hazel smebari mengibas kan tangannnya dan membuang fikiran kotornnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAZEL Dirgantara [END]
Nouvellescinta akan bersatu walau tidak ada kata suka di antar nya
![HAZEL Dirgantara [END]](https://img.wattpad.com/cover/351182746-64-k526978.jpg)