27.ke anehan

59 1 0
                                        




" Rasa takut akan kehilangan seseorang itu nyata, seakan akan tubuh ku di sayat oleh banyaknnya pisau yang tajam, "

- hazel




Selamat membaca























































































































































" Pagi pa, bang " Sapa hazel saat telah menuruni anak tangga.



" Pagi juga " Balas dirgantara dan malfin



Hazel pun duduk di kursi. Lalu iya mengambil makana tersebut, setelah selesai makan iya berpamitan untuk pergi ke sekolah.



" Pa, bang aku kesekolah dulu ya " Pamit hazel



" Zel kamu pas pulang sekolah mau main sama teman kamu atau di rumah ?"  Tanya malfin



" Emang kenapa bang tumben
nanya? " Ucap hazel balik bertanya



" Abang sama papa gk pulang ke rumah nanti malam paling besok " Ucap dirgantara yang membalas.



" Lah kenapa? "  Tanya hazel yg ke bingung sembari mengerutkan keningnya.



" Papa mau ke rumah bibi dan abang mau main di markas dan nginap di situ " Ucap malfin memberi tau adik nya.



" Iss!! ya udh kalo gitu pergi aja hazel di rumah aja. " Ucap hazel sedikit ketus dengan kedua laki laki itu.



" Emang lu gk takut zel? " Ucap malfin yang ingin meledek adik nya.



" Gk lah kan ada bibi. Kalo aku bosan paling suruh teman aku nginep
di sini " Ucap hazel langsung dnegan tangan ia lipat di depan dada.



" Oh pantes " Ucap malfin



" Ya udh kamu ajak teman kamu aja. Tapi kamu harus hati hati ya
dirumah " Ucap dirgantara mengigatkan.



" Iya pa, bang. Hazel pergi ke sekolah dulu ya, " Pamit nya lagi.


Hazel pun pergi ke sekolah nya. Setelah sampai di parkiran hazel berjalan untuk memasuki kelas nya. Di perjalanan.


Ia berfikir tentang papa dan abangnya
* tumben ya papa tadi bilang gua harus hati hati. Emang ada apa sih? Tapi ya udh lah mungkin papa cuma khawatir aja kali ya sama gua, " Monolog hazel smebari mengibas kan tangannnya dan membuang fikiran kotornnya.



HAZEL  Dirgantara [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang