Chapter 12

2.2K 240 5
                                        

Seperti yang sempat dibicarakan, selama seminggu Sasuke dan Sakura akan menempati kamar yang sama. Sasuke berbagi ranjang atas permintaan sang istri, hal ini jelas menjadi permulaan baru bagi keduanya.

Sakura duduk di tepi ranjang, sedikit merutuki dirinya karena telah meminta sesuatu yang aneh. Gemericik air yang sempat terdengar, kini menghilang. Sasuke keluar dari kamar mandi dengan setelan piyama dan rambut yang basah.

Sakura melirik, pandangannya mengikuti ke mana Sasuke pergi. Tatapannya tak luput dari pria tampan itu. Saat ini hatinya berdebar keras, mereka akan melakukan percobaan untuk tidur bersama.

"Kenapa, Sakura?" Sakura tersentak, panggilan lembut itu membuat pipinya bersemu merah.

Sakura memalingkan wajahnya, "T-Tidak," ujarnya, menyembunyikan dirinya di bawah selimut tebal.

Sasuke menatap melalui cermin, kedua tangannya masih sibuk menggunakan hair dryer untuk mengeringkan rambut. Sasuke mematikan lampu kamarnya dan beranjak tidur, hari ini ia telah menghabiskan waktu bersama Sakura.

Seluruh tubuh Sakura masih tertutupi selimut, gadis itu tidak menapakkan dirinya sedkit pun. Hanya beberapa helai rambut yang menempel di atas bantalnya. Sasuke terkekeh pelan, ia tahu bahwa Sakura belum tidur. Sasuke merebahkan dirinya dan mulai memejamkan mata. Punggungnya terasa nyaman ketika berada di atas kasur.

Hari semakin larut. Sakura masih terdiam di bawah kesunyiannya. Entah sudah berapa lama ia bersembunyi di balik selimut tanpa bergerak sedikit pun.

Sakura mengintip sedikit, terlihat Sasuke telah tertidur dengan pulas. Napasnya terdengar teratur, raut wajahnya juga tampak lebih rileks.

Sakura bergerak pelan, mencondongkan tubuhnya ke arah Sasuke. Sakura menatap wajah tampan Sasuke. Seketika jiwa jahil Sakura meronta-ronta. Tangannya menyentuh wajah Sasuke dan terkekeh pelan. Mulai dari dahi, mata, hidung, dan pipi, kemudian atensi Sakura tertuju pada bibir tipis yang pernah menciumnya saat di atas altar pernikahan.

Sakura meneguk air liurnya, Sasuke terlihat sangat menawan, meski pun saat pria itu tidur. Sakura menyentuh bibir itu perlahan, mengusapnya dengan lembut agar tak mengganggu sang pemilik.

Dalam sekejap Sakura dibuat terkejut ketika tangannya dihentikan. Sasuke menggenggam erat tangannya dan menatapnya dengan tajam. Sakura mencoba untuk melepas genggaman Sasuke, namun cengkeraman Sasuke lebih kuat darinya.

Sasuke bangkit dari posisinya, mendorong Sakura hingga gadis itu tertidur di bawah kungkungannya. Sasuke mencengkeram kedua tangan Sakura di samping kepala gadis itu, matanya memicing tajam.

"Kau."

Sakura gelagapan, seakan baru saja tertangkap basah saat sedang mencuri.

"M-Maaf," ujar Sakura.

"Sudah kukatakan bahwa hal yang tidak kau inginkan mungkin saja terjadi. Jangan memancing," tegur Sasuke.

"A-Aku tidak bermaksud. Maafkan aku."

Sasuke melepas cengkeramannya, dan menyingkir dari atas Sakura. Ia kembali ke tempatnya, tidur membelakangi Sakura yang masih mematung.

"Sasuke-kun, kau marah?"

"Tidak," balas Sasuke tanpa menoleh.

"Baiklah. Selamat malam, Sasuke-kun."

"Hn."

Sakura mengembungkan sebelah pipinya, ia berbalik dan ikut memunggungi Sasuke.

"Selamat malam, Sakura," ujar Sakura pada dirinya sendiri.

Dentingan jarum jam mengisi kesunyian ruangan. Sasuke menoleh dan berbalik. Kali ini Sakura yang tertidur, gadis itu telah menjelajahi dunia mimpinya.

Sasuke mendekat pada Sakura, sebelah tangannya menarik bahu Sakura untuk menghadap dirinya. Sasuke mengusap lembut pipi Sakura, menatap wajah cantik itu.

Young Wife • ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang