(REVISI ON GOING)
judul sebelumnya : You And Me? No!!
judul baru : For My Daughter
Only 🔞
"Tante"
"Kamu manggil aku?"
Anak kecil itu hanya memandang sienna dengan senyuman
Sienna pun melihat ke sekeliling dengan ekor matanya
"Bantu cari papa aku...
Sebelum kalian membaca pastikan sudah menekan bintang
﹆🦋╌╌ Sienna ✧ David ╌╌🦋
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
・。.・゜✭・.・✫・゜・。.
Sore ini Sienna akhirnya menyelesaikan pekerjaannya, Beberapa dokumen masih menumpuk di mejanya, tapi tidak terlalu mendesak—ia bisa menyelesaikannya besok pagi.
Hari ini, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk keluar lebih cepat. Ada misi kecil yang ingin ia lakukan: mencari kado ulang tahun untuk Violetta, putri kecil yang akhir-akhir ini sering memenuhi pikirannya, Ia menatap layar komputer yang mulai redup, lalu menutup laptopnya perlahan.
Meja kerja dibereskan, secangkir kopi dingin yang tinggal setengah ia buang ke tempat sampah. Sienna mengambil tasnya, menata rambut yang sedikit berantakan, lalu berjalan keluar dari ruangannya dengan langkah ringan.
Begitu pintu lift terbuka di lobby, suara sepatu kulit seseorang terdengar lebih dulu.
"Eh, Sienna?" Sienna menoleh, sedikit terkejut, tapi senyumnya langsung muncul begitu melihat siapa yang memanggil.
James berdiri di sana, masih dengan gaya kasualnya — kemeja hitam dilapisi jaket jeans, headphone menggantung di leher.
"James" sahut Sienna, kali ini tanpa rasa kikuk seperti dulu.
Pertemuan di konser dan makan malam setelahnya membuat mereka jadi lebih santai saat bicara. Tak ada lagi jeda canggung atau senyum ragu di antara mereka.
"tumben pulangnya agak sore" ucap james yang seperti mengenal jadwal pulang dan jadwal kedatangan sienna ke kantor
Sienna mengangguk "ada yang harus aku cari di mall"
Mereka pun sama-sama men-tape kartu agar pintu otomatis terbuka untuk mereka.
"ouhh, yaudah hati-hati sienna, aku buru-buru karna ada latihan band jam 6" ucap james dengan cepat membuat sienna mengangguk
"hati-hati" ucap sienna dan diberikan senyuman oleh james
Lagi dan lagi, lobby itu menjadi saksi pertemuan mereka — entah kebetulan, atau memang semesta diam-diam punya selera humor sendiri.
Setelah keluar dari gedung, Sienna menyalakan mobilnya dan menjalankan ke arah Grand Indonesia, tempat yang sudah seperti zona nyaman baginya.
Jakarta sore ini tidak pernah berubah — macet di mana-mana, suara klakson bersahut-sahutan. Tapi entah kenapa, Sienna tidak terlalu terganggu. Ia malah bersenandung kecil, menyamakan irama dengan lagu dari radio.
Empat puluh lima menit kemudian, mobilnya akhirnya sampai. Ia memarkir di basement dan mulai berjalan ke dalam mall, menikmati udara sejuk dari pendingin udara yang menyambutnya. Setelah berkeliling sekitar lima belas menit, akhirnya ia menemukan toko baju anak yang menarik perhatiannya, Sienna mendekat, memegang bahan bajunya dengan lembut, membayangkan Violetta memakainya.
"Anaknya usia berapa, Kak? Mau saya bantu carikan?" tanya staf toko ramah.
Sienna menoleh ke sumber suara "Oh, bukan anak saya, ini buat kado," jawab Sienna sedikit kikuk
"Ouh maaf Kak. Untuk anak umur berapa ya? Biar aku bantu carikan"
"lima tahun mba" ucap Sienna
"baik tunggu sebentar ya" Staf itu segera mencarikan ukuran yang sesuai.
Sienna mengangguk puas saat staff memberikan baju dress yang ia pilih "Nah, ini pas kayaknya" ucap sienna tersenyum senang
'bjir baju anak kecil gua kira murah karna kecil, ternyata lebih mahal baju anak-anak dari pada baju gua' batin sienna meraung saat melihat harga yang tertera di baju yang ia pilih seharga 750ribu
"mau disekalian bungkus kadonya kak?" tanya staff membuat sienna mengangguk "boleh mba" Begitu keluar dari toko, perutnya mulai protes. Ia memutuskan makan malam sebentar di tempat favoritnya — restoran sushi di lantai tiga. Tak butuh waktu lama, sepiring sushi salmon dan segelas teh hangat sudah di depannya. Hanya dengan makan itu saja, Sienna sudah merasa cukup kenyang hingga besok pagi. Setelah selesai makan, Sienna berjalan santai, menikmati suasana mall malam itu. Saat melewati sebuah toko sienna terpaku menatap tas sekolah yang satu set dengan tempat bekal dan tas bekalnya, melihat gede tas yang tidak terlalu besar, membayangkan violetta memakai tas itu sungguh lucu- pikir sienna Tanpa pikir panjang sienna pun masuk kedalam toko itu namun ada banyak lagi berbagai tas dengan gambar dan warna yang berbeda, sungguh lucu pikir sienna "hah? Ini harganya?" ucap sienna dengan pelan saat melihat satu harga botol minum "ada yang bisa saya bantu kak, sedang mencari tempat makan?tas atau tempat bekal?" tanya staff penjaga toko menghampiri sienna "ini emang dijual terpisah ya mba?" tanya sienna "untuk harga terpisah kak, tapi kalau kakak ingin membeli satu set, bekal bisa sudah ada tas bekal botol minum dan tempat makan, kalo tas belum satu set kak, itu harganya sendiri" ucap mbanya membuat sienna melongo 'mahal.. tapi lucu, gimana dong, bukan anak gua tapi gua bisa ngeluarin jutaan buat anak orang, huhuhu bapaknya kaya, udah punya kali dia yaa?' batin sienna yang ragu karna melihat harga yang menurutnya tak ngotak 'dulu waktu gua gak ada tempat makan begini, gua pakae tupperware yang harganya gak segini kayaknya' batin sienna yang benar-benar bimbang 'prinsip, gak beli nyesel, beli uang berkurang?' 'enggaa..enggaa dia pasti punya' batin sienna "ehmm mba, saya ambil ini yang satu set bekal yaa, tasnya yang ini tolong dibungkus rapih ya buat kado" ucap sienna membuat staff mengambil barang yang sienna pilih 'hah?! Gua beli? Ihh sienna, anjirr lu bisa menghabiskan dua juta buat anak orang, ahh sien gilaa, gilaa' 'apa gua kabur ajah? aahhh' "kak boleh payment disini" panggil mbanya membuat sienna tersenyum paksa, part paling sienna tidak suka, bayar membayar Sienna memberikan kartunya dengan ragu "boleh pin nya kak" ucap staff "gak ada diskon ya mba" ucap sienna seraya memperlambat menekan tombol pin di alat pembayaran "maaf kak belum ada" ucap mbanya membuat sienna terkekeh "oalahh gak papa mba" Setelah selesai sienna mengambil paper bag besar itu dan tersenyum sopan ke arah staff "ditunggu kedatangannya kembali kak" ucap staff itu membuat sienna menatapnya dengan senyuman paksa 'engga mba!!' batin sienna meraung keras "iya mba" ucap sienna tersenyum Namun saat ia keluar dari toko itu langkahnya terhenti karna nikolas yang tepat berada di depan dia "sien" ucap nikolas dengan pelan Sienna terpaku. Wajah itu... tidak banyak berubah. Senyum tipisnya masih sama, hanya kini tampak sedikit lebih dewasa. Ada rasa aneh di dadanya — bukan kaget, bukan sedih, tapi seperti seseorang baru saja membuka laci lama yang penuh kenangan. Sienna memilih untuk melewati jalan lain, ia pun membalikan badannya tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada nikolas "siennna...siennaa" panggil nikolas mengejar sienna namun tak digubris, nikolas meraih pergelangan tangan sienna yang sedang memegang paper bag Langkah cepat sienna terhenti ia menoleh kearah nikolas dan dengan kasar menarik tangannya "cukup nik. Lain kali kalo ketemu kayak gini, pura-pura gak kenal ajah, itu lebih bagus" ucap sienna yang membalikan badannya akan meninggalkan nikolas namun langkahnya dihentikan lagi dan lagi oleh nikolas Sienna menarik tangannya yang diraih nikolas "nikolas! Cukup!" ucap sienna yang sudah tidak bisa menahan amarahnya "sienna aku minta maaf, aku udah kena karma dari kamu sienna, shakilla keguguran, aku tahu itu karma yang aku buat" ucapan nikolas membuat sienna mengerutkan keningnya "akal dipake nik, lu ngomong kayak gini seakan-akan gua penyebab shakila keguguran, semua itu kesalahan lu, gua gak ada ikut campur didalamnya, gak usah tunjukin muka lu didepan gua, gua mual" ucap sienna yang berlalu pergi.