(REVISI ON GOING)
judul sebelumnya : You And Me? No!!
judul baru : For My Daughter
Only 🔞
"Tante"
"Kamu manggil aku?"
Anak kecil itu hanya memandang sienna dengan senyuman
Sienna pun melihat ke sekeliling dengan ekor matanya
"Bantu cari papa aku...
Sebelum kalian membaca pastikan sudah menekan bintang
﹆🦋╌╌ Sienna ✧ David ╌╌🦋﹆
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
・。.・゜✭・.・✫・゜・。.
Hari ini akhirnya selesai juga. Sienna berjalan keluar gedung kantor dengan langkah pelan, bahunya sedikit turun menahan lelah. Bulan sudah tepat di atas sienna melihat jam yang ia kenakan di tangan kirinya sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Ia menguap kecil sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, lalu menuju area parkir basement. Tumit sepatunya memantul lembut di lantai, gema yang terdengar familiar di telinganya setiap hari.
Begitu melihat mobilnya, Sienna otomatis merogoh tas, mencari-cari kunci mobil sambil menghela napas panjang.
Ia menekan tombol unlock, lampu mobil menyala kecil. Baru hendak membuka pintu dan masuk, ponselnya tiba-tiba berdering keras di dalam tas.
Ddrrttt Ddrrttt
Ia buru-buru membuka resleting tas, mencari sumber suara itu yang seperti berdering tanpa ampun.
Nama yang muncul membuat alisnya terangkat "kenapa vy?" tanya sienna saat ponsel sudah bertengker di telinganya
"gua lembur yaa.. jangan kunci pintu rumah" ucap navy membuat sienna mengerutkan keningnya
"kalo gua kunci lu bakal pulang kerumah lu gak?" tanya sienna membuat suara disebrang meninggi
"JANGAN DIKUNCI pokoknya" suara tinggi navy memenuhi telinga sienna membuat sienna berdecak kesal
"lu beneran lembur apa di club?" tanya sienna membuat orang di sebrang lesu
"bener juga, udah lama gak ke rumah kedua" ucap navy membuat sienna membuat wajah tak sukanya walaupun navy tak melihatnya
"dasar wanita malam, udah lah gua mau pulang" ucap sienna "jangan sampai lewat dari jam 1, lewat dari jam yang gua bilang, pulang lu kerumah lu"
"dimana hati nura--"
Klik. Sienna memutus sambungan telepon sebelum Navy sempat menyelesaikan pembelaannya.
Hening kembali mengisi mobil, sementara Sienna hanya menghembuskan napas panjang, lelah menghadapi manusia satu itu setiap hari.
Sienna pun sampai di rumahnya pukul 11.35 Ia pun langsung masuk kedalam rumahnya dan mengambil air putih didapur untuk merendahkan keringnya tenggorokan melihat di kulkas ada es buah sienna pun mengambilnya dan menuang kedalam mangkok kecil untuk ia minum Jam pun sudah menunjukan pukul 12 namun Sienna tidak menyadari itu, ia hanya sibuk membaca proposal yang ada di hpnya