"Sampan yang kecil, berlayar lelah, berlabuh di tepian pantai." (Ada Musik Di Dalam - Sore)
^*^*^
Berdiri di atas atap gedung dan menikmati semilir angin mengusap wajah disertai pemandangan kota yang ramai saat sore, ternyata lumayan menyenangkan.
Vira memejamkan matanya sambil tersenyum dengan tangannya yang memegang penyangga pada tepi gedung.
"Kamu gak capek, Tar?" tanya Vira memecahkan keheningan yang menyelimuti mereka.
Dahi Faktar berkerut samar sebelum menjawab pertanyaan Vira dengan membalas bertanya heran, "Tadi kita naik lift, bagian mana yang capeknya?"
Vira menghela napas panjang. "Bukan, bukan itu maksudnya." Ada jeda beberapa saat sebelum gadis itu kembali berbicara. "Hubungan ini. Monoton. Gak bosen? Gak capek?"
Kerutan pada dahi Faktar kini sudah tak terlihat, pertanda ia mengerti apa yang dibicarakan Vira. "Enggak," jawab Faktar sekenanya.
"Kenapa?"
"Hmm...." gumam Faktar. "Bukannya segala halnya udah jelas? Aku sayang kamu, begitu juga sebaliknya. Kita pacaran. Di saat aku butuh kamu, kamu selalu ada, begitu juga sebaliknya. Kita saling mengerti satu sama lain. Apa lagi?"
"I'd do anything for you, Vira."
"Do you?"
Faktar pun terdiam sebentar. "Meluk kamu, I feel like home."
Vira mendengus pelan, "Gak nyambung ih!"
"Ya udah, sambungin pake perasaan aku ke kamu aja, Vir."
"Iiih!"
Hal yang sederhana seperti itu, sanggup membuat Vira memamerkan senyum manisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Saat Sore
Short Story[TR3] Seperti hal rutin yang biasa dilakukan Vira dan Faktar saat sore hari. Faktar dengan secangkir kopi, Vira dengan secangkir teh, dan obrolan ringan. copyright © 2015 by rdnanggiap.
