d

6.4K 577 57
                                        

"Biarkan rasaku yang menggarang. Menjamah sedu ayu meluangkan waktumu." (Setengah Lima - Sore)

^*^*^
Jam setengah lima. Sore yang tenang.

Vira yang baru saja balik dari dapur seraya membawa setoples kue kering yang dibuatnya sendiri. Lalu ia pun meletakkannya di atas meja, di samping secangkir teh hangat yang baru saja ia tuang.

Televisi menyala, menunjukkan acara komedi. Vira pun beringsut ke sofa merah beludru lalu bergelung dalam selimut yang sudah ia letakkan di sofa.

Sebuah tangan merangkul pundak Vira dan membuat gadis itu mendekat. "Vir, kalau ada yang ngelamar kamu, bakal kamu terima atau enggak?" tanyanya, Faktar.

Vira terdiam sebentar sebelum menjawab, "Tergantung. Siapa yang bakal ngelamar aku."

"Ooh gitu," ucap Faktar sambil manggut-manggut. "Nikah bareng yuk, Vir."

Vira langsung menoleh. "Emangnya kamu mau nikah sama siapa?" tanya Vira dengan dahi berkerut.

"Sama kamu, makanya aku ngajakin nikah bareng." Faktar berujar lalu mengambil sepotong kue kering dari toples.

"Dih," decih Vira. "Kirain mau nikah sama Riri."

Faktar menyeringai jahil. "Ya udah, aku nikah sama Riri aja, ya?"

Vira memutar kedua matanya. "Ya udah sana. Pas pacaran dulu aja diselingkuhin juga sama Riri. Gimana kalau udah nikah. Kamu diduain kali."

Faktar tertawa pelan lalu matanya menatap secangkir kopi yang sudah habis setengah. "Lucu ya. Aku selingkuh sama kamu, Riri juga selingkuh. Aku kira, di sini cuman kita aja yang jahat." Faktar bergumam pelan.

"Kalian itu...," jeda Vira. "Tepatnya kita, terlalu takut untuk jujur. Apalagi hubungan kamu sama Riri, kalau nyatanya memang udah gak nyaman, buat apa dipaksakan? Dan aku, yang bodohnya diam-diam mengikuti alur permainan kamu."

"Udahlah, jangan dibahas. Itu udah beberapa tahun yang lalu. Cerita lama." Faktar berusaha untuk tidak membahas kejadian lalu.

"Bukan begitu, aku takut aja. Suatu saat, kalau kita jenuh dalam hubungan kita. Diam-diam malah bermain-main di belakang," tutur Vira. "Lebih baik jujur. Kalau hanya sebatas percaya ... kadang orang yang dipercayakan malah akan menganggap sepele."

Keduanya terdiam, hanya suara komedian yang ada di televisi itu bersuara.

"Obrolan gak penting, I have you now, what else?" ucap Faktar tiba-tiba lalu menenggak habis kopinya.

Teh dan kopi. Dua minuman yang sangat berbeda. Sama seperti kepribadian mereka berdua, kadang terlalu banyak perbedaan. Tapi, bukankah perbedaan akan selalu saling melengkapi?

"Omong-omong," ucap Faktar. "Kamu mau, kan, nikah sama aku?"

- - - T H E E N D - - -
a.n: HAHAHA sumpah gue gak bisa mikir ini endingnya mau ditulis kayak gimana, feelnya dapet apa engga, nyambung apa engga, karena ini gue ngetiknya udah larut juga. gak jelas emang ceritanya duh maap:")

buat Faktar, yang notabene pacarnya Vira, gue tau lo baca ini dan gue jadi malu HAHA. jangan selingkuh ye, Tar. Dan nama pacarnya si Vira alias MeWriteLove yang gue jadiin tokoh di cerita ini.

Dan makasih buat komentar-komentar kalian yang unyu-unyu, gue gemes. jangan bosen ya baca cerita gue HEHE.

TR4 judulnya belum pasti, tapi nama tokohnya udah pasti HEHE. tokoh cewenya Elsa alias elcessa , gue baik banget gak, Ca, bikinin buat lo HE.

ok, sekian. dadah!

Saat SoreTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang