suara pintu terbuka membuat atensi alfred dan garvin teralihkan, namun tidak menganggu tidur sikecil.
"papa?"ujar garvin
"hm"
"bagaimana keadaan adikmu, alfred"
"seperti yang kita harapkan" ujar alfred dengan menyeringai
perlahan vigor mendekati aciel yang masih tertidur digendongan koala alfred, mengode alfred untuk memberikan aciel padanya yang dijawab dengusan pelan.
"shh, im here baby" lirih vigor menenangkan saat melihat pergerakan kecil aciel.
namun bukanya tertidur kembali aciel dengan pelan mengerjabkan matanya dan mendongakkan wajahnya melihat siapa yang telah memangkunya.
saat netra aciel melihat seeorang pria dengan rahang tegas dan mata tajam yang menyorot setiap pergerakanya yang membuatnya ketakutan dengan cepat aciel menundukan wajahnya.
"kenapa hm?"ujar vigor dengan mengangkat dagu aciel, terlihat binar aciel yang memancarkan ketakutan dan kebingungan.
"shit, binar itu, sudah lama aku menantikan nya" batin mereka
"e...em c..ciel ndapapa o..om?"jawab aciel dengan ragu
"panggil papa" sentak vigor dengan tajam
"u..um p-papa"
"your so cute, babe" dengan gemas vigor mengecupi pipi gembil aciel.
"sudah makan hm?" lanjut vigor yang dibalas gelengan aciel
vigor mengode garvin lewat tatapannya untuk mengambilkan aciel bubur.
"makanlah dulu"ujar vigor dengan menyuapkan aciel bubur
"eng a..aciel nda suka bubur"
"orang sakit harus makan bubur, nanti kalau aciel sudah sembuh papa belikan apa yang aciel mau"
"tapi aciel nda sakit papa~" lirih aciel
"kalau aciel tidak sakit kenapa berada dirumah sakit hm?"
"ugh" ringis aciel saat mendapatkan kilasan memori yang diberikan pemilik tubuh.
"kenapa hanya berdiri! panggilkan dokter"ujar vigor dengan panik
"hiks papaa sakit hiks mereka pukul-pukul a..aciel"
alfred mendekat kearah aciel lalu mengendongnya sesekali memberikan kata-kata penenang.
"tidak apa-apa, nanti kakak pukul mereka hm"
"jangan menangis nanti aciel dimakan monster"lanjut alfred ragu, dirinya tidak yakin membual dengan 'nanti aciel dimakan monster' hey mana ada anak yang percaya omongan seperti itu sekarang.
"aciel nda nangis hug, jangan makan aciel"lirih aciel
alfred tidak membalas melainkan menimang aciel dengan memberikan elusan lembut pada punggung aciel, lama kelamaan kantuk menyerangnya perlahan binar ketakutan itu tertutup diikuti dengan suara dengkuran pelan.
"maafkan saya tuan"ujar salah seeorang dokter dengan membungkukan badannya.
"periksa"
atas ijin dari vigor, dokter itu mulai memeriksa aciel yang tertidur lelap.
"maaf tuan, sebaiknya tuan kecil tidak diingatkan kepada memori-memori yang menyakitinya dimasa lalu"
"kemungkinan rasa nyeri pada bagian kepala tuan kecil diakibatkan oleh kilasan memori yang menyakitkan" lanjut dokter itu yang dibalas deheman vigor
"sabar-sabar orang sabar banyak duit"batin dokter itu
"saya permisi tuan"
setelah mendengarkan penjelasan dokter tersebut membuat ulu hati mereka terasa nyeri.
"mulai sekarang kita harus membuat penjagaan ketat terhadap baby, pa"ujar garvin yang tak tega melihat sang adik kesakitan.
"yah sepertinya membuat baby bergantung pada kita terlihat menyenangkan"celatuk alfred yang membuat mereka menyeringai menyeramkan dan jika dilihat kembali terdapat binar obsesi didalamnya, maybe?
.
.
.
.
.
.
.
.
udah ah cape,papayy see u next update
vote.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aciel Sky Garfield
Fiksi Umumjust brothership/familyship slow up! 🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁 aciel arkana seeorang pemuda yang mati tertabrak mobil yang sedang melaju kencang saat dirinya ingin menyelamatkan anak kucing,namun bukanya menyusul sang ayah kini dirinya malah terbang...
