2. kisah kilas

6 5 0
                                    

Dahulu sebelum kerajaan tudor berdiri ada kerajaan yang sudah begitu melekat di hati para manusia, kerajaan fairy. Kerajaan fairy adalah kerajaan klan peri mereka baik dan bersahabat, tak membeda bedakan kaum. Entah itu dari bangsa manusia ataupun dari klan myctic.

Dunia berdamai, mereka sangat rukun namun suatu ketika ada seorang laki laki dari kerajaan Malfoy dari bangsa manusia, yaitu Julius putra ke delapan raja Harry menarik perhatian sang putri sulung kerajaan fairy, Aubrey the Amber.

Mereka terus bersama dan lalu saling mencintai satu sama lain, akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan asmara. Padahal mereka sama sama tahu bahwa di dunia ini ada hukum alam yang tidak tertulis salah satunya barang siapa yang menikah silang dengan bangsa yang berbeda atau sampai memiliki keturunan maka akan di jatuhi pengorbanan alam. Namun seolah mereka tuli dan mengabaikan hukum tersebut, karena sudah terlanjur di mabuk asmara. Mereka menikah secara diam diam, lalu memiliki seorang putri.

Hukum tetap hukum, seolah merasakan kehadiran sesuatu yang tidak seharusnya ada. Saat kelahiran putri mereka, awan menghitam. Angin berhembus dengan kencang, serta kilat petir yang meraung raung menandakan alam sedang murka.

"Tuan Julius, putri anda telah lahir" seorang healer wanita bergetar menatap bayi yang ada di dalam gendongannya.

Dengan perasaan bahagia Julius menggendong putri nya, ia menatap bayi tersebut dengan tatapan tersenyum seolah tak akan pernah luntur.

Dengan lemas putri Aubrey menjawab lirih "kemarikan putriku, jull. Aku ingin menggendongnya."

Setelah mengatakan itu bayi tersebut di serahkan dengan hati hati kepada putri Aubrey.

Aubrey yang merasakan kehangatan setelah mendekap putrinya tersenyum "putri kita sangat cantik Julius."

Julius mendengar itu sangat sangat terharu, ia mencintai Aubrey lalu kehadiran buah hati mereka menciptakan kebahagiaan yang sangat besar.

Namun seolah tak boleh merasakan kebahagiaan, mereka di buat terkejut ketika bayi yang semula menangis kini terdiam seolah tak ada kehidupan di sana. Wajah membiru serta tubuh yang memucat kaku, bayi yang baru terlahir kini telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Aubrey dan Julius melihat putrinya yang sudah tak menghembuskan nafas kini sedih dan panik.

Aubrey melihat semua kejadian yang di alami oleh putrinya panik dan menangis meraung raung.

"Tidak, Julius!!! Putriku! Putriku mengapa tidak bernafas?!!" Teriak Aubre marah.

Julius juga bingung menenangkan Aubrey "tenang lah Aubrey tidak akan terjadi apapun terhadap putri kita" kalimat itu hanya sekedar penenang agar istrinya sedikit tenang.

Lalu tibalah seorang kakek tua menatap datar mereka yang telah menangisi bayinya "hukum tetaplah berlaku, kalian telah melanggar hukum yang di tetapkan oleh alam. Semua ada konsekuensinya, pengorbanan dan kehidupan! Tidak ada yang bisa menghentikan, semua akan berjalan dengan kehendak takdir masing masing" Ucap kakek tua mengundang amarah dari mereka.

"JANGAN OMONG KOSONG KAU KAKEK TUA!!" Ucap Aubrey dengan sorot marah.

"Semua akan berlalu" setelah mengatakan itu, kakek tua tersebut hilang dari hadapan mereka.

Suara gemuruh petir tak kunjung mereda, seolah mengiringi kepedihan mereka.

Dengan hati yang tersayat bagaikan di tusuk seribu pedang, Aubrey mengatakan dengan panik "Julius, a-aku akan menggunakan segala cara agar putri kita hidup kembali."

LEGGEROTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang