••
•
BrakVano yang sedang asik bermain solo dikamar mandi ruangannya kaget mendengar suara benda
"aish mengganggu saja" ujar Vano kesal karena ada yang mengganggu keasikannya
Vano segera memakai boxer dan keluar kamar mandi untuk melihat siapa yang sedang mengintipnya
Kaki ratu sedikit sakit karna menabrak tong sampah, dia mencoba kabur dengan tertatih-tatih
"sedang apa kmu disini" ujar Vano menarik tangan ratu
Ratu kaget karena tangan nya ditarik, dia memejamkn mata sambil berdoa didalam hati
"mampus ketauan" ucap ratu dalam hati
Vano membalikan badan ratu ke arah nya, Vano sedikit kaget melihat bahwa itu ratu tapi sedetik kemudian dia langsung menyeringai memikirkan apa yang hrus dia lakukan berikutnya
"buka matamu"
Ratu menggeleng dan menunduk
"maafkan aku, aku ga liat apa" kok sumpah"ujar ratu ketakutan
Vano menaikkan dagu ratu mendongak ke atas
"saya bilang buka matamu"tegas Vano dengan suara beratnya
Ratu mulai membuka matanya dan memlotot kaget melihat kalo didepannya itu Vano
" lo?!"kaget ratu
"sedang apa kamu disini?"
"gw yang seharusnya tanya kenapa lo diruangan presdir, gw akan bawa lo ke kantor polisi karna lo sudah masuk kesini tanpa izin" ujar ratu lalu menarik tangan Vano untuk keluar
Vano yang ditarik kaget dan langsung mendorong ratu ke dinding dan merapatkan tubuh mereka
"yakk a-apa yang lo lakukan? l-lepasin gw" kaget ratu menatap Vano yang semakin mendekatkan wajahnya
"seharusnya kau yang harus dihukum krena masuk tnpa izin, ini ruanganku jdi saya bebas mau apa aja disini" ujar Vano didepan wajah ratu, dia melihat ratu yng melotot kaget
"lucu"
"j-jadi lo presdirnya?" gugup ratu
"karna kamu sudah masuk ruangan saya tanpa izin jadi kamu harus diberi hukuman nona" ujar Vano sambil senyum mesum
"t-tolong jangan pecat saya presdir saya mohon" ujar ratu memelas
"oke tpi dengan satu syarat"
"apa? "
"turuti semua perintah saya" bisik Vano ditelinga ratu sambil menjilat telinganya
Ratu yang merasakan telinganya dijilat merinding
"o-oke asal jangan pecat saya"
"krena kau mengganggu kegiatan saya tadi jadi sekarang kmu yang puasin saya" ujar Vano sambil menatap nafsu bibir ratu
"p-puasin gima-eumhh" ratu kaget tiba" bibirnya dicium
Vano mulai melumat habis bibir ratu yang membuatnya nafsu, ratu yang tidak tau menahu hanya diam dan menutup matanya
ciuman mereka semakin panas, tangan Vano menahan tengkuk ratu untuk semakin memperdalam ciumannya
Ratu yang mulai kehabisan oksigen segera memukul dada Vano, ciuman pun terlepas dengn benang saliva disekitar bibir ratu
"manis" ujar Vano sambil mengusap bibir ratu
Ratu masih terrengah engah mencari oksigen tapi Vano dengan tidak sabar mulai mengecupi leher ratu dan membuat kissmark disana
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Girl(transmigrasi)
De Todobaca aja jangn lupa vote dan tinggalkan komen *sorry kalo typo