📍June, 2018
...
Hari ini, Lea harus bergegas pergi ke halte bus agar tidak ketinggalan lagi seperti kemarin. Kemarin ia sudah ketinggalan bus karena ternyata bus umum tersebut datang lebih awal. Alhasil ia telat ke kampus karena terpaksa harus mencari taxi dulu untuk berangkat.
"Bu aku pergi dulu ya, takutnya nanti malah terlambat lagi" Lea menghampiri sang ibu yang tengah membuat adonan kue untuk di titipkan ke toko. "Kamu udah makan?" Tanya wanita paruh baya itu.
"Udah Bu tadi. Aku pergi ya"
"Hati-hati di jalan. Belajar baik-baik" Lea mengangguk guna mengiyakan pesan ibunya. Itu adalah pesan yang selalu diberikan ibunya sebelum ia berangkat ke kampus.
Setelah ia berpamitan kepada orang tua satu-satunya itu, ia segera berjalan menuju halte yang memang tidak terlalu jauh dari pekarangan rumah.
Selama ia berjalan menuju halte, ia melihat orang-orang yang tengah sibuk dengan urusan masing-masing. Maklum lah, ini masih pagi. Jadi wajar banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
"Huh, untung ga ketinggalan lagi" Lea tersenyum simpul saat sampai di halte. Ia menatap bus yang sudah di isi oleh orang-orang. Tanpa berlama-lama, Ia ikut masuk dan duduk di dalam.
• • •
Bukan karena hal apapun. Tapi sudah menjadi keberuntungan baginya yang mendapatkan beasiswa untuk kuliah di kampus ini. Ya walaupun sebenarnya ia juga harus menambah uang masukan untuk membiayai kebutuhannya yang lain.
Tapi ia selalu mengingatkan pada dirinya sendiri. Kelak, ia akan mendapatkan yang setimpal dari yang ia kerjakan saat ini.
"Lea, akhirnya lo datang juga. Udah hampir lumutan gue nungguin lo disini" baru saja Lea sampai ke area perkampusan, ia langsung didatangi oleh seorang perempuan. Adista Navelin, sahabatnya satu jurusan.
"Banyak drama kamu Dis"
"Ya kan, itu perumpamaannya. Biar kayaaa lebih dramatis gitu hahaha"
Inilah yang Lea senangi. Meski Adista adalah anak yang berasal dari keluarga yang berkecukupan. Ia tidak pernah mempermasalahkan pertemanannya dengan Lea yang latar belakang kehidupannya serba kekurangan. Adista selalu memaklumi apa saja yang Lea lakukan. Contohnya saat ia bekerja paruh waktu, terkadang Adista gigih ingin ikut membantu meski Lea sudah melarangnya.
Adista juga sering mengajaknya untuk jalan-jalan ke luar seperti teman sebayanya. Namun ia terus menolak ajakan perempuan tersebut. Ia tidak mungkin pergi bersenang-senang sedangkan ibunya sibuk banting tulang sendirian.
Namun hal itu tidak membuat Adista menyerah. Ia akan terus mengajak Lea untuk merasakan yang sepantasnya ia rasakan saat ini. Meski ia harus membiayainya sekalipun.
Dan faktanya, meski dirinya cenderung pendiam. Tapi pengecualian dengan Adista, jika saja ia acuh tak acuh pada perempuan itu. Yang ada ia akan diceramahi habis-habisan.
Sungguh, Adista sedikit membawa ketenangan baginya. Meski perempuan itu sedikit cerewet, tapi ia bersyukur memiliki sahabat seperti Adista.
Seperti saat ini, keduanya sedang berjalan-jalan di sekitar area perkampusan. "Eh Lea, nanti lo kerja paruh waktu dimana dulu?" Lea menoleh kearah Adista yang mengajukan pertanyaan.
"Kayanya ke cafe dulu Dis. Tadi aku dikabarin pemilik cafenya, kalau aku udah bisa masuk kerja"
"Gue ikut ya, bantuin lo"
Lea tersenyum tipis mendengar ucapan Adista. Sahabatnya itu benar-benar gigih ingin selalu ikut menemaninya bekerja.
"Gausah lah Dis. Nanti ngerepotin, lagian juga kamu pasti cape. Gausah lah"
Adista menghadang langkah Lea. Perempuan itu menatapnya dengan berkacak pinggang. "Ini nih yang ga gue suka dari lo. Selalu ngelarang gue buat ikut. Dibilangin ga ngerepotin kok, lagian kan gue yang ngajuin diri" Lea terkekeh mendengar penuturan Adista yang begitu cerewet.
"Iya, nanti kamu ikut deh"
Adista begitu sumringah mendengar ucapan Lea yang memperbolehkan nya untuk ikut. "Makasih Leaa!!" Ia langsung memeluk Lea, yang tentu saja dibalas oleh perempuan itu.
Sejenak berpelukan, Adista melepaskannya secara sepihak. "Nanti kita pulangnya barengan ya. Sekalian nanti, berangkat ke cafenya sama gue"
"Iya Adistaaa" Lea berucap sambil tersenyum simpul.
- To be continued -
KAMU SEDANG MEMBACA
ASHARA [ON GOING]
Teen Fiction❝Biar aku jelaskan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang dibenci. Dan biar aku ceritakan bagaimana rasanya berjalan di atas luka❞ - Lea
![ASHARA [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/357127019-64-k732577.jpg)