Sesilion Brigita Widjaja POV
~Bali, Indonesia 2023~
Tak terasa sudah satu tahun aku meninggalkan Amerika dan semua kenangan yang pernah terjadi di sana termasuk dirinya dan rasa sakit yang ku rasakan.
Bukannya aku ingin melupakannya hanya saja saat aku tiba di Bali aku hanya memikirkan segala macam pengobatan yang dapat menyembuhkan mentalku yang saat itu masih sangat kacau hingga tak ada waktu hanya untuk sekedar memikirkannya.
Walau kak Kristal terus saja menceritakan tentang kalian berlima kepadaku tapi sebenarnya aku gak terlalu tertarik karena aku gak paham dengan apa yang kalian mainkan.
Sekarang aku sudah baik baik saja tapi aku gak tau apa ada yang dapat memacunya kembali atau tidak, tapi untuk sekarang semua sudah baik baik saja.
Walau aku terus bolak balik psikiater untuk pengobatanku, tapi hal itu tak membuatku menyerah pada pendidikanku.
Saat ini aku baru saja mendapat ijazah SMA ku, bertepatan dengan kepindahan ku waktu itu ternyata nenek sudah menyiapkan semuanya termasuk memasukanku ke sekolah swasta di Bali.
Sebenarnya aku ingin lanjut kuliah di luar Bali karena aku memiliki sebuah mimpi untuk menjadi seorang psikolog yang hebat, tetapi aku masih belum membicarakannya dengan nenek.
Tapi aku sudah menyiapkan semua berkas dan segala macam yang ku butuhkan untuk mendaftar ke UNTAR yang jelas saja di bantu oleh kak Kristal.
Dering telpon menyadarkan ku dari lamunan sesaatku.
"Hallo kak?" Ku angkat telpon itu dengan bingung karena jarang sekali kak Kristal menelpon biasanya langsung datang.
"Lagi dimana Sil?" Tanya nya yang membuatku semakin bingung karena dia tau sendiri aku tak mungkin keluar dari rumah tanpa ajakan darinya sebab aku benci keramaian.
"Ya di rumah lah kak aneh banget kamu kak" ujarku malas.
"Hehe, maaf mau ikut aku keluar gak ku dengar dari nenek dia akan menginap di rumah tantemu kan?" Ajak kak Kristal, tapi sebenarnya aku malas sekali keluar dan harus bertemu dengan orang banyak.
"Gimana Sil mau gak? Cuma ke restoran biasa kok, kakak mau nobar sama yang lain soalnya" ucapan kak Kristal ini membuatku rada kesal.
"Boleh nolak gak kak? Aku malas keluar ini" ucapku sambil rebahan di kasurku karena saat ini aku sudah libur sampai ujian masuk universitas.
"Sayangnya gak boleh ni kakak uda di depan rumah, kamu cepet siap siap deh kalau gak kakak telpon nenek ni sekarang" ancam kak Kristal yang langsung membuatku gelagapan.
"Sabar kak aku ganti baju dulu sebentar" ucapku sambil meninggalkan Hpku di kasur masih tersambung dengan kak Kristal.
Secepat kilat aku mengganti pakaianku cuci muka berias sedikit dan mengambil barang barang yang ku perlukan lalu mengambil hpku.
"Kak masih di depan kan?" Tanyaku setelah benar benar siap.
"Masih sini kakak tunggu di mobil, inget kunci pintunya." Ucap kak Kristal yang ku okein aja dan langsung mematikan lampu dan AC lalu mengunci pintu terus masuk ke mobil.
"Wih cantik banget ni adik kesayangan kakak" ucap kak Kristal sambil mencolek daguku.
"Ih geli kak jangan aneh aneh deh" ucapku sambil cemberut karenanya.
"Ya maaf maaf tapi serius deh Sil tumben banget kamu berias biasanya juga polosan gitu" ujar kak Kristal yang bingung denganku.
"Lagi pingin aja aku juga gak tau kak, kakak si nyuruh cepet cepet jadinya reflex ku pakek aja" ucapku sambil tetap cemberut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Stay With Me [HIATUS]
FanfictionFanfiction pertama aku tentang E-Sport, semua ceritanya gak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli, hanya untu hiburan semata, jangan dianggap serius karena aku sendiri gak terlalu paham tentang e-sport dan cuma coba menuangkan ide ku ke cerita i...