Di pagi hari
Drrrrr
Drrrrr
Drrrrr
Agares terbangun dan mematikan alarm di HP nya, ini sudah waktunya untuk bersiap berangkat ke sekolah.
Ia berdiri dan masuk kekamar mandi, setelah beberapa menit ia keluar dari kamar mandi, ia hanya mengenakan handuk kecil dibagian bawahnya dan membiarkan bagian atasnya terlihat.
Agares mulai memakai seragamnya, ah, dia terlalu malas untuk membuat serapan, jadi ia memutuskan untuk sarapan di kantin sekolah.
Ia mengambil tasnya dan memakai sepatu, hari ini ia berangkat menggunakan motor milik Alger ia akan mengembalikannya setelah pulang sekolah.
Ia menaiki motornya dan mengenakan helem, dia menjalankan motornya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di sekolah
Agares langsung memarkirkan motornya dan turun dari motor.
Terdengar suara bisik-bisik dari para siswa-siswi disana.
"Hai lihatlah bukan kah itu dia"
"Benar itu Agares"
"Kyaaa dia sangat tampan"
"Hei kecilkan suara mu dia dapat mendengarmu"
"Ah tapi sayang, dia sangat sulit didekati"
"Benar dia selalu menatap tajam orang yang mendekatinya"
Ya, Agares sangat populer di sekolahnya selain memiliki wajah yang tampan, dia juga tinggi dan memiliki tubuh yang sangat bagus.
•
•
•
•
•
Agares berjalan menuju kantin,
Dan saat dia memasukinya kantin beberapa pasang mata melihat ke arahnya suasana menjadi hening.
Tantu Agares mengabaikannya dan langsung membeli makanannya.
Saat sedang makan salah satu guru tiba-tiba mendekatinya.
"Agares"
Ucap guru itu, dan membuat agares menoleh.
"Ikut dengan ku dulu"
Guru itu berjalan menjauh, Agares berdiri dan mengikuti sang guru itu.
Saat diruangan guru
"Kemarilah dan duduk"
Ucap sang guru.
Agares duduk didepan guru itu mereka saling berhadapan.
"Nak, saya mau bicara dengan mu"
Ucap sang guru.
"Kau itu sangat pintar kau layak bersekolah disekolah yang bagus, jadi kamu akan mendapatkan beasiswa"
"Kamu akan pindah mulai minggu depan" Lanjut guru itu.
Awalnya Agares kaget tapi dia dengan cepat mengembalikan ekspresi wajahnya menjadi datar kembali.
Ya, ini hanyalah sekolah kecil, dan Agares adalah siswa yang sangat pintar.
"Ah, dan juga, tolong pakai seragam mu dengan benar" Marah sang guru.
Agares mengenakan kaos hitam dan kemeja putih yang kancingnya dibiarkan terbuka.
Bukan hanya sekali dua kali dia mendapatkan teguran seperti itu.
•
•
•
•
•
Hari sudah sore, sudah waktunya untuk pulang sekolah, tapi entah kenapa cuaca sangat buruk hari ini, dari pagi sudah mendung.
Agares menaiki motornya dan pergi ke tampat biasanya teman-temannya berkumpul.
Mereka tidak satu sekolah, Agler, Ricky, dan Adelo bersekolah disekolah yang sangat terkenal di negara itu.
Sekolah itu terkenal karena sebagian besar anak orang kaya bersekolah disana, dan anak-anak disana juga pintar-pintar. Banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya disana.
•
•
•
•
•
Agares sudah sampai ketempat yang dia tuju, disana ada Agler, Ricky, Adelo dan beberapa orang lainnya sedang berbincang.
"Eh? Agares kau disini?" Ucap Alger.
"Aku ingin mengembalikan motor mu" Sahut Agares dan memberikan kunci motor itu.
"Ah padahal kau bisa mengembalikannya nanti saja" Jawab Agler dan mengambil kunci motor tersebut.
"Aku berencana untuk membeli motorku sendiri" Ucap Agares sambil mendudukkan dirinya disamping Adelo.
"Membeli motor? Apa kau sudah tahu motor apa yang ingin kau beli?" Tanya Ricky.
"Ya, motor yang bisa dipakai saat di sirkuit" Jawab Agares.
"Aku tau tempat yang bagus untuk membeli motor seperti itu, aku akan membantumu mengurusnya"
Adelo yang sedari tadi diam membuka suaranya.
"Baiklah, masih ada yang harus ku lakukan aku akan pergi dulu"
Ucap Agares.
"Eh? Secepat itu?" Ucap Agler, yang diabaikan oleh Agares.
•
•
•
•
•
Saat ini Agares sedang mencari sebuah apartemen disekitar sana.
Agares sudah menemukan apartemen yang dia inginkan, dia akan mengurusnya nanti.
Saat ini sedang gerimis, mungkin akan hujan lebat, jadi Agares memutuskan untuk pulang dulu.
Saat akan menyebrang tiba-tiba ada sebuah mobil hitam yang melaju ke arahnya.
BRAKK
Terdengar suara mobil yang menabrak Agares.
"Hei ada apa ini?" Ucap sang pria paruh baya.
"Maaf tuan, sepertinya saya menabrak seorang pemuda" Ucap sang sopir.
"Apa? Bagaimana bisa kau menabraknya? Cepat lihat keadaan anak itu" Ucap pria paruh baya itu hawatir.
Mungkin karna cuacanya yang buruk dan jalanan yang sepi sang supir jadi tidak memperhatikan ada seseorang yang sedang menyebrang.
Hujan menjadi sangat lebat sekarang, disana terlihat seorang pria paruh baya yang keluar dari mobilnya.
"Bagaimana keadaannya? " Tanya pria paruh baya itu.
"Dia tidak sadarkan diri tuan dan mengeluarkan banyak darah, sepertinya dia anak SMA" Ucap sang sopir itu.
Agares masih memakai seragamnya, dan dia mengeluarkan darah dari kepalanya.
"Masukkan ke mobil dan bawa dia kerumah sakit" Ucap pria paruh baya itu.
"Baik tuan, ini... ini..."
"Ada apa? Kenapa kau diam saja?"
Ucap pria paruh baya tersebut.
"Tuan ini... bukankah ini tuan muda?"
Jawab sang sopir ragu.
Mendengar itu pria paruh baya itu mendekat dengan cepat.
Dia kaget saat melihat cucunya, tidak itu bukan cucunya dia sangat mirip dengan cucunya.
"Cepat, cepat bawa dia masuk" Ucapnya.
Sang sopir itu menggendong Agares dengan kesusahan dan membawanya masuk kedalam mobil.
Saat ini mobil sedang melaju kearah rumah sakit. Agares duduk di samping pria paruh baya itu.
"Ini... bagaimana bisa dia sangat mirip dengan cucu ku?" Ucap pria paruh baya itu.
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Kembaran Yang Terpisah (Drop)
Teen FictionBercerita tentang dua anak kembar yang terpisah dan bertemu secara tidak sengaja. Kembar tapi nasibnya berbeda? Yang satu seorang tuan muda kaya raya, yang semua kebutuhannya terpenuhi. Sedangkan Yang satunya lagi berasal dari panti asuhan, yang...
