18. Sakit

4.9K 267 2
                                        

Pagi hari sudah berlalu, saat ini Agares sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.

"Tuan muda, apa anda akan sarapan dulu?" Tanya Aksa.

"Tidak, aku akan makan disekolah. Dimana daddy?"

"Ah, tuan Edrick sedang di ruang kerjanya" Jawab Aksa.

"Tuan, apa kita akan berangkat sekarang?" Tanya Aksa.

"Ya, dan berhenti memanggil ku tuan" Setelah mengucapkan itu Agares pergi keluar kamarnya meninggalkan Aksa.

Agares pergi ke sekolah dengan menggunakan mobil diantar oleh Aksa. Karena motor miliknya masih berada disekolah.

Sudah beberapa menit berlalu dan kini Agares sudah sampai di depan gerbang sekolah, saat Agares turun dari mobil ia menjadi pusat perhatian karena di antar dengan mobil yang begitu mewah.

"Tidak perlu menjemput ku" Ucap Agares pada Aksa, lalu ia berjalan menuju kelasnya.

"Tidak perlu menjemput ku" Ucap Agares pada Aksa, lalu ia berjalan menuju kelasnya.

Saat sedang menuju kelas, Alister tiba-tiba menghampiri Agares dan memegang bahu Agares.

"Aga" Ucap Alister sambil memegang bahu Agares.

Agares yang mendengar mamanya dipanggil dan bahunya disentuh berhenti dan menoleh, melihat siapa yang memanggilnya.

"Ada apa?" Tanya Agares saat mengetahui jika itu adalah Alister.

"Um, tidak ada, ayo ke kelas bersama" Jawab Alister, sepertinya ada sesuatu yang ingin ia bicarakan tetapi Alister ragu untuk menanyakannya, jadi ia memutuskan untuk tidak bertanya dan menarik lengan Agares menuju kelasnya.

Kelas Agares dan Alister jaraknya tidak terlalu jauh, Alister harus melewati kelas Agares dan beberapa kelas lainnya untuk sampai di kelasnya.

Kini semua siswa siswi sudah berada di kelasnya masing-masing, guru pun masuk dan pembelajaran berjalan seperti biasanya.




Bel istirahat sudah berbunyi, para siswa siswi berhamburan keluar.

"Agares kau tidak akan makan?" Tanya Agler.

"Tidak, kau pergilah duluan" Jawab Agares, dia masih memejamkan matanya dengan tangan yang menjadi bantalan di atas meja.

"Oke, kau mau dibelikan apa?"

"Tidak perlu"

"Baiklah" Jawab Agler, kemudian ia pergi meninggalkan Agares sendirian didalam kelas.

Beberapa menit kemudian Agares masih tetap diposisi yang sama, tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya dan duduk di depannya.

"Ah sudah kuduga kau disini, aku mencari mu kemana-mana" Ucapnya. Kemudian ia masuk kedalam kelas dan duduk di depan Agares.

"Apa kau sudah makan?" Ucapnya lagi.

Agares membuka sedikit matanya lalu ia menggelengkan kepalanya dengan ringan.

"Belum? apa kau sakit?" Ia memegang kepala Agares kemudian membelainya. Sedangkan Agares masih diposisi yang sama, ia masih memejamkan matanya.

"Ayo bangun dulu, makan dulu rotinya" Ia masih membelai kepala Agares tetapi tidak ada respon darinya.

"Aga" Ia manggilnya lagi, memastikan bahwa Agares mendengarnya.

"Aku tidak lapar, jangan memaksa ku Alister" Akhirnya Agares menjawabnya, tetapi ia masih tidak mau memakan roti itu.

"Makanlah sedikit, kau belum sarapan tadi pagi bukan? Bangun dulu" Alister tetap memaksa Agares untuk makan, karna paksaannya Agares mulai membuka matanya dan duduk dengan tegak.

"Ini makanlah" Alister memberikan sebuah roti dan susu yang tadi dibelinya kepada Agares.

Agares membuka bungkus roti itu dan mulai memakannya.

"Ada apa dengan mu? apa kau sakit?" Tanya Alister kemudian ia mengulurkan tangannya dan memegang dahi Agares.

"Ah, kau panas, kau demam? Kita ke UKS aja ya, aku akan meminta izin kepada guru" Ucap Alister saat merasakan badan Agares yang agak panas.

"Tidak perlu" Tolak Agares.

"Jangan memaksakan diri, cepat habiskan dan pergi ke UKS"



Saat ini Agares dan Alister sudah berada di UKS, tidak ada siapapun di sana hanya ada mereka berdua.

Istirahat sudah berakhir, Alister juga sudah meminta izin kepada guru untuk menemani Agares di UKS.

"Ini minum dulu obatnya" Alister memberikan sebuah obat dan segelas air putih pada Agares.

Agares mengambilnya dan mulai meminumnya.

"Bukan kah kau harus kembali ke kelas?" Tanya Agares.

"Tidak, aku akan menemanimu disini" Alister duduk di samping Agares, ia membelai kepala Agares dengan lembut, Agares hanya diam saja, ia menutup matanya menikmati belaian tersebut.

"Haruskah aku memanggil seseorang untuk menjemput mu?"

"Tidak perlu" Jawab Agares, ia membuka matanya sebentar kemudian menutupnya lagi.

Keheningan terjadi beberapa saat, tiba-tiba Alister mulai berbicara.

"Aga"

"Hm" Jawab Agares hanya dengan deheman.

"Akhir akhir ini aku sering melihat mu di jemput oleh mobil asing, mobilnya juga tidak terlihat biasa, siapa itu?" Tanya Alister penasaran.

Agares membuka matanya dan menatap Alister, Alister yang di tatap pun tertegun sejenak dan itu membuat belaian nya pun terhenti.

Ia ber pikir, apa mungkin seharusnya ia tidak bertanya?

"Itu bukan siapa-siapa" Jawab Agares, dan dengan santainya ia menutup matanya kembali.

"Ah, begitu ya" Alister tersenyum canggung.

"Saat pulang nanti, boleh kah aku ikut ke apartement mu? Aku ingin melihat kucing kucing itu" Ucap Alister memecahkan kecanggungan itu.

"Ya" Jawab Agares singkat.



Sekolah sudah selesai, kini Agares da  Alister sudah berada di apartement milik Agares.

Alister sedang bermain dengan beberapa kucing milik Agares.

Sedangkan Agares hanya duduk diam di sofa memerhatikan mereka.

"Apa kau sangat menyukai kucing?" Tanya Agares.

Alister yang mendengar itu pun langsung menatap Agares, dan ia menjawabnya.

"Benar, aku sangat menyukainya" Jawabnya.

"Mengapa tidak coba untuk memeliharanya?" Tanya Agares lagi.

"Ah, benar, mungkin aku akan mencobanya" Jawab Alister.

"Kucing-kucing itu sangat pintar, kau bisa membawanya jika kau mau"

"Eh, tapi bagaimana dengan mu? "

"Aku tidak akan tinggal disini lagi, aku akan pindah, lagi pula aku lebih menyukai reptil"

"Apa? Kau akan pindah? Kapan? " Alister yang mendengar itu tentu saja kaget.

"Sore" Jawab Agares dengan santainya.

"Mengapa begitu mendadak?"

"Yah, ada beberapa hal yang terjadi"

"Kemana kau akan pindah?"

"Aku lapar, aku akan membuat beberapa makanan" Agares bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dapur.

'Mengapa dia mengalihkan pembicaraan? Apa dia menyembunyikan sesuatu dari ku? Perasaan ku tidak enak' Batin Alister.

Bersambung...

Kembaran Yang Terpisah (Drop) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang