"Sini biar aku saja, aku sudah banyak merepotkan mu, kau duduk lah saja" Ucap Alister ia mengambil alih cucian itu.
Agares hanya diam dan membiarkan Alister melakukan apa yang ingin ia lakukan. Agares berjalan dan duduk di sofa.
Duuuaarrr
Prank
"Hei, ada apa" Ucap Agares khawatir saat ia mendengar suara barang jatuh.
"Aku, aku baik-baik saja" Ucap Alister gugup.
"Ah maaf, aku menjatuhkan gelasnya" Ucapnya lagi ia berjongkok dan hendak mengambil pecahan gelas itu dengan tangan kosong, namun Agares dengan cepat menghentikannya.
"Apa yang kau lakukan, jangan menyentuhnya, bagaimana jika kau terluka? biar aku saja yang membersihkannya" Ucap Agares, ia menahan tangan Alister yang hendak memegang pecahan gelas itu.
"Ah tapi, aku" Ucap Alister terpotong oleh Agares.
"Sudahlah kembali lah kekamar" Ucapnya.
Lalu Alister dengan ragu berjalan kekamar, seperti suara petir itu mengingatkan Alister akan traumanya dulu. Wajahnya sekarang agak pucat, entah kenapa Agares merasa agak khawatir padanya.
"Apa kau ada yang terluka?" Tanya Agares saat masuk kedalam kamar, ia melihat Alister yang sedang duduk disamping kasur, tanpa sadar matanya menatap ke arah pergelangan kakinya yang memiliki beberapa goresan dan mengeluarkan sedikit darah.
"Ah ini, aku... aku tidak apa apa, ini hanya sebuah goresan" Ucap Alister gugup, ia meyakinkan Agares bahwa dirinya baik-baik saja.
"Tunggu disini" Agares pergi keluar kamar dan kembali dengan kotak obat ditangannya.
Agares berjongkok didepan Alister dan memegang kaki kanan Alister yang terdapat goresan luka.
"A-apa yang kau lakukan? bangunlah aku bisa melakukannya sendiri" Ucap Alister agak panik melihat Agares yang berlutut di depannya.
"Diamlah" Ucapnya singkat dan mulai mengobati luka yang ada di kaki Alister.
Alister hanya diam, ia memerhatikan wajah serius Agares yang sedang mengobatinya. Entah mengapa ia merasakan perasaan yang aneh saat ini, ia tidak tau perasaan apa ini. Rasanya seperti campur aduk.
Agares sudah selesai mengobati kaki Alister, ia berdiri dan hendak pergi dari sana namu Alister menahannya.
"Sudah, kau istirahat lah, aku akan keluar" Ucap Agares.
"Tunggu" Alister memegang pergelangan tangan Agares untuk menahannya agar tidak pergi,
"Ah i-itu, b-bisakah, bisakah kau tidur dengan ku malam ini?" Ucap Alister gugup ia takut jika Agares menolak tawarannya.
"Baiklah hanya kali ini" Ucap Agares ia menerima tawarannya, Agares pikir mungkin Alister mengingat traumanya itu dan ia membutuhkan seorang teman untuk menemaninya.
Alister yang mendengar itu tersenyum senang dan bergeser agar Agares dapat tidur disampingnya.
Agares naik ke atas kasur dan merebahkan dirinya disamping Alister.
Tidak ada yang berbicara saat ini, waktu berlalu dan mereka pun sudah tertidur. Namun sepertinya Alister memiliki mimpi yang buruk di dalam tidurnya, ia menjadi gelisah saat ini.
Agares terbangun, ia melihat ke samping dimana Alister berada, disana terlihat Alister yang sedang merasa gelisah, tanpa sadar Agares menyentuh tangan Alister. Itu membuat Alister agak tenang, Alister memiringkan badannya dan tanpa sadar ia memeluk Agares. Agares yang tiba-tiba dipeluk tersentak kaget selama beberapa saat, setelah itu ia juga memeluk Alister dan berbisik padanya, yang membuat Alister menjadi tenang kembali dan tertidur dengan lelap.
"Tak apa, semua akan baik-baik saja, aku disini bersamamu" Bisiknya, dan mereka kembali ter tidur dengan saling berpelukan.
Sementara itu di mansion Alpheorus.
Disana sedang kacau, tentu saja itu karena tuan muda ke tiga mereka yang tiba-tiba menghilang di cuaca yang sedang buruk itu.
Tetapi setelah mengetahui ia sedang bersama dengan Agares mereka menjadi lebih tenang.
Bagaimana mereka mengetahuinya? Tentu saja dengan menyuruh orang untuk menyelidiki nya.
Dan hasilnya adalah Alister sedang berada di sebuah apartemen, dan apartemen itu adalah milik seorang siswa yang bersekolah ditempat yang sama dengan Alister.
Dan setelah diselidiki siapa siswa itu, itu ternyata adalah Agares.
Yah, singkatnya mereka sudah tidak khawatir lagi dengan keberadaan Alister. Mereka hanya mengirimkan beberapa pengawal untuk berjaga di dekat apartemen milik Agares.
•
•
•
•
•
Pagi sudah tiba, seorang tuan muda yang cantik baru saja terbangun dari tidurnya dan hendak membuka matanya, ia melihat sekeliling dan tidak ada siapapun disana, sepertinya Agares sudah bangun lebih dulu. Ia duduk dan berniat mengumpulkan nyawanya, tetapi bau yang sangat menggugah selera masuk kedalam hidungnya, ah bau apa ini? sepertinya ada yang sedang memasak di sana, pikirnya.
Ia bangun dan membuka pintu, disana terlihat Agares yang sedang menyiapkan beberapa hidangan makanan, itu terlihat enak ia jadi merasa sangat lapar.
"Apa kau yang membuat semua ini?" Tanya Alister penasaran.
"Ya" Jawab Agares singkat.
Alister duduk di kursi meja makan, saat ini sudah ada beberapa hidangan makanan didepannya. Agares duduk di depan Alister dan mulai memakan makanannya. Alister yang melihat Agares sudah memakan makanannya pun ikut makan.
"Astaga ini sangat enak, ini bahkan lebih enak dari masakan koki di mansion ku" Ucap Alister, ia memuji masakan Agares, ia merasa masakannya sangat enak, ia tidak bisa berhenti makan, sampai ia tidak sadar bahwa makanannya yang ia makan sudah habis.
"Agares kau sangat pandai memasak, lain kali masalah lagi untuk ku" Ucapnya lagi setelah menyelesaikan makanannya.
Agares tidak menjawabnya ai berdiri dan membereskan piring-piring bekas makannya dan membawanya kedapur untuk mencucinya.
Alister membantunya membawa beberapa piring ke dapur, "ini biar aku saja kau mandilah dulu" Ucap Agares, ia mengambil alih piring-piring yang dibawa oleh Alister dan menyuruhnya untuk pergi mandi.
"Baiklah, kalau begitu, aku akan mandi dulu" Ucapnya, lalu berjalan pergi ke kamar mandi.
Bersambung
Halo teman-teman.
Maaf up nya lama, soalnya lagi banyak ulangan sama praktek di sekolah.
Jadi aku bakal up kalo ada waktu aja, misalnya hari ini, karena lagi libur beberapa hari jadi aku bisa up.
Aku bakal usahain up kok, walau lagi banyak ulangan.
Makasih yang udah nunggu up dari aku, semoga suka sama alur ceritanya, walau mungkin ada yang gk nyambung.
Yaudah lah segitu aja.
Sampai jumpa di ch selanjutnya.
Bye... bye...
KAMU SEDANG MEMBACA
Kembaran Yang Terpisah (Drop)
Teen FictionBercerita tentang dua anak kembar yang terpisah dan bertemu secara tidak sengaja. Kembar tapi nasibnya berbeda? Yang satu seorang tuan muda kaya raya, yang semua kebutuhannya terpenuhi. Sedangkan Yang satunya lagi berasal dari panti asuhan, yang...
