"Tenang saja, kau tidak perlu khawatir tentang sekolah, kau bersekolah di Dirga High School bukan? Sekolah itu milikku" Ucap pria paruh baya itu. Bagaimana ia mengetahui Agares bersekolah disana? tentu saja itu karena informasi yang Jack berikan waktu itu. Dan yang mengejutkannya lagi adalah ternyata sekolah itu milik keluarga Dirgantara.
Pria paruh baya itu juga tidak pernah menyangka, orang yang mendapatkan beasiswa full itu adalah Agares.
"Baik, kau bisa keluar, akan ada seorang pelayan yang akan mengantarmu kekamar" Ujar pria paruh baya itu.
•
•
•
•
•
Agares berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu, saat dia membuka pintu terlihat seorang pria muda disana. Pria muda itu menundukkan sedikit tubuhnya saat melihat Agares.
"Halo tuan, nama saya Aksa Galan Pramana, anda dapat memanggil saya Aksa, saya akan menjadi pendamping anda selama anda disini tuan" Ucap pria muda itu memperkenalkan dirinya.
"Mari tuan, saya akan menunjukkan dimana kamar anda" Ucap Aksa.
Merekapun berjalan dengan Aksa di depannya sebagai pemandu.
Tiba-tiba Agares mendengar beberapa suara disekitar sana, "suara apa itu?" Tanya Agares penasaran, walau masih dengan wajah datarnya.
"Ah, itu adalah suara beberapa pengawal yang sedang berlatih" Jelas Aksa.
"Apa anda ingin melihatnya dulu tuan?" Tanya Aksa.
Agares diam beberapa detik sebelum mengangguk ringan.
"Mari, lewat sini tuan" Aksa menunjukkan jalan pada Agares.
Kini mereka mengubah tujuannya, saat ini mereka sedang berjalan menuju ruang latihan para pengawal.
Saat sampai disana Agares begitu tertarik dengan cara latihan para pengawal itu.
"Yo, siapa ini? Apakah dia seorang tuan muda yang dibawa oleh tuan besar?" Ucap seorang pria dengan tubuh kekar itu.
"Jaga ucapan mu itu Jeff" Ujar Aksa, ia memperingati Jeff yang seorang komandan pasukan 2.
Mendengar itu Jeff hanya berdecih,
"Cih, kau benar-benar membosankan Aksa" Ucapnya.
"Tuan apa anda tertarik dengan pelatihan kami? Jika kau mau kau bisa ikut berlatih bersama kami" Ujar Jeff. Meski dia agak sembrono tetapi ia orang yang sangat baik.
"Tidak, dia sedang-" Ucap Aksa terpotong oleh Agares.
"Baiklah, dimana ruang gantinya?" Ucap Agares.
"Kemarilah saya akan mengantar anda ke ruang gantinya" Ucap Jeff.
"Tapi, tuan, kau belum pulih" Ucap Aksa khawatir.
"Tidak masalah" Balas Agares singkat.
•
•
•
Saat ini Agares sudah selesai mengganti pakaiannya, dan sedang menghadap ke beberapa anggota pasukan 2.
"Nama saya Agares, saya akan bergabung dalam latihan malam ini" Ucapnya dengan wajah datarnya.
Mereka mulai latihan, mereka berlari mengelilingi gedung itu selama beberapa putaran. Gedung itu sangat besar, beberapa dari orang-orang itu bahkan sudah merasa agak kelelahan dengan nafas yang memburu, berbeda dengan Agares, dia tidak merasa kelelahan sama sekali dan nafasnya juga masih stabil.
"Tuan muda stamina mu sangat bagus" Puji Jeff.
"Hentikan panggilan itu, kau dapat memanggil ku dengan namaku" Ucap Agares dingin, dia sudah sangat muak dengan panggilan tuan muda itu.
Tanpa Jeff sadari ada seseorang yang menatap mereka dengan tatapan tajam, tidak lebih tepatnya orang itu menatap pada Agares. Agares sudah mengetahuinya sejak awal namun dia hanya mengabaikannya.
Latihan tidak hanya sampai disitu saja ada beberapa latihan fisik lainnya.
"Wah anak itu hebat sesekali, bahkan anggota tim 2 tidak bisa mengejarnya"
"Kau benar"
Suara bisik-bisik terdengar dari sana.
'Cih anak ini, padahal hanya segitu saja mengapa begitu sombong, heh ayo kita lihat, apa kau masih bisa sombong setelah ini?' batin seseorang yang sejak tadi menatap Agares dengan tajam.
Tiba-tiba seorang pria maju dan mengangkat satu tangannya, "pak, anak baru itu sangat hebat, aku ingin menguji kemampuannya" Ucap pria itu.
"Apa? Apa maksudmu kau ingin sparring dengan seorang anak kecil? Kau menyimpan otak mu dimana? " Ucap Jeff, sepertinya dia terlihat kesal.
"Tidak... maksudku-" Ucap pria itu terpotong.
Tiba-tiba Agares maju "tidak apa, saya tidak keberatan" Ucapnya.
"Hah... ya sudahlah cepat pakai pelindungnya" Ucap Jeff pasrah.
Pria itu mengenakan alat pelindung di tangan, dada, dan kepalanya, sedangkan Agares, dia hanya mengenakannya pada bagian dadanya saja.
"Apa dia akan baik-baik saja?"
"Entah lah, bagaimana pun dia hanyalah seorang anak-anak"
"Kau benar, lagi pula lawannya adalah seseorang yang sudah berpengalaman"
"Aku agak khawatir dengan anak itu"
Ah... lagi, terdengar suara-suara yang sangat menyebalkan masuk kedalam telinga Agares, dan lagi dia bukanlah seorang anak kacil.
"Jangan berlebihan, bertarung lah secukupnya, terutama kau" Ucap Jeff.
"Iya, iya... aku mengerti" Ucap pria itu.
"Bersiap" Jeff memberi aba-aba, dan...
"Mulai"
Pertarunganpun dimulai.
Pria itu menyerang duluan, dengan cepat Agares menghindari serangan demi serangan itu, tidak ada satupun yang dapat mengenainya.
'Apa-apaan anak ini, kenapa dia begitu cepat' batin pria itu, dia menjadi agak cemas, karena serangan demi serangan yang di berikan tidak ada satupun yang mengenainya.
"Hei bocah, mengapa kau hanya menghindar? Apa kau tidak bisa menyerang?. Ucap pria itu tanpa menghentikan serangannya, saat ini dia sedang memprovokasi Agares, tetapi Agares bahkan tidak terpengaruh oleh provokasinya.
"Apa-apaan orang itu, bukankah ini cuma latihan, mengapa menyerangnya dengan begitu kuat" Khawatir Aksa.
"Jeff, cepat hentikan mereka, tuan Agares sedang terluka dia belum pulih-" Ucap Aksa terpotong saat mendengar suara yang begitu keras.
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Kembaran Yang Terpisah (Drop)
Fiksi RemajaBercerita tentang dua anak kembar yang terpisah dan bertemu secara tidak sengaja. Kembar tapi nasibnya berbeda? Yang satu seorang tuan muda kaya raya, yang semua kebutuhannya terpenuhi. Sedangkan Yang satunya lagi berasal dari panti asuhan, yang...
