12. | Kembali

799 66 2
                                        

------Happy reading------
.
.

"Seseorang yang kita cintai mungkin akan kembali jika memang itu sudah takdirnya."
-Gema

.
.

"Gem"

"Gemm!"

"Gemini?!"

Gemini refleks buka matanya dan terduduk pas denger suara teriakan nyaring yang masukin indra pendengaranya, matanya masi buram dia ngucek pelan sebelah matanya

Natap sosok buram itu dengan mata menajam "Fou?" tanyanya membuat sosok itu segera mengangguk antusias

Gemini berdecak "Ck! Gw kebanyakan halu apa semalem ya? Jelas jelas Fourth gaada di rumah." rutuknya hendak kembali menggulingkan tubuhnya pada kasur empuk itu sebelum akhirnya sepasang tangan menariknya bangun dan mendekapnya penuh kehangatan

"Kamu ga mimpi Gem!" peringat sosok itu

Seketika mata berat itu terbuka kaget, merasakam betapa nyatanya pelukan ini, Gemini ngebalas pelukan erat itu dengan nafas menderu

"F-Fourth..?" katanya terbata bata masi tidak menyangka bahwa sosok didepanya ternyata benar benar Fourth

Fourth mengangguk diceluk leher Gemini, cowo itu ternyata menangis tanpa suara, tadi malah ia mendapatkan pesan dari Mark

-------------------
Phi Mark

Send a pic

Lo dimana Nat?
Gema kangen sama lo, dia keliatan frustasi semenjak gaada lo, itu lo kan? Nattan?

-----------------------

Nafas Fourth memburu melihat foto sebuah gelang milik Gema yang dikirimkan Mark padanya, Gema...sahabat pertama sekaligus Cinta pertamanya.

Itu.. Gema? Gemini? Hatinya berdebar kuat, dengan perasaan yang mulai terasa campur aduk, Fourth berjalan ke ruanggan kerja sang ayah untuk meminta izin pulang malam ini juga ke negaranya dari Italia.

Meski awalnya sulit membujuk sang ayah tapi disinilah ia sekarang,dipelukan seseorang yang sangat ia rindukan akhir akhir ini.

Sejak dua minggu lalu, Fourth pergi ke Italia bersama orangtuanya, alasanya tentu untuk belajar bisnis milik ayahnya. Ada rasa sesal yang ia rasakan setelahnya

Lagi lagi ia meninggalkan seseorang yang berharga baginya tanpa kabar seperti ini, kadang ia merasa pasrah dengan keadaan, tapi setelah tau itu Gama ia benar benar merasa menyesal, dan dia tak mau mengulangi hal semacam ini untuk yang ke tiga kalinya kelak pada orang yang sama

Fourth mengurai pelukanya, menatap mata teduh yang menatapnya dengan dalam "I-Ini Nattan kan?" tanya Gemini masi terbata bata menahan rasa sesak karna menahan tangisanya untuk pecah

Fourth mengagguk dengan mata berkaca kaca, "Iya Gema..  Ini Nattan, sahabat kamu waktu kecil.." katanya membuat air mata yang sadari tadi Gemini tahan pecah juga

Cowo itu menarik kembali Fourth pada pelukanya menangis dengan tersedu di celuk leher cowo manis itu, ia rindu ini, rindu pelukan ini, rindu sosok manis ini,rindu wajah lugu ini ia rindu semua tentang Nattan dan Fourth.

Fourth mengusap punggung bergetar itu dengan penuh rasa bersalah "Maaff..  Maaff..  Maaf aku ningalin kamu tanpa kabar lagi gem..  Maaff lagi lagi aku ngulangin kesalahan yang sama..  Maaff.." katanya sendu membuat Gemini tak kuat lagi menahan rasa sesaknya

Nafasnya tercekat,Fourth mengurai pelukan itu kembali, menangkup pipi basah yang kini menatapnya sedih, ini kali pertama ia melihat Gemini menangis dengan cenggeng padanya seperti ini

Fourth terkekeh kecil sembari mengusap pipi Gemini yang sedikit memerah karna menangis, mengusap air mata itu sebelum akhirnya dengan berani mengecup bibir bergetarnya

Cup.

"Sttt jangan nagis! Aku disini sekarang, maaff karna udah ningalin kamu Gem, maaf yaa? Di maafin ga?" tanya Fourth seperti pada anak kecil

Gemini sekarang ini benar benar seperti bayi besar yang sudah lama ditingal ibunya pergi dan menangis ketika dipertemukan kembali.

Gemini mengerucukan bibirnya sedih, membuat Fourth terkekeh gemas, mencubit hidung mancung itu dengan gemas sebelum akhirnya menjauhkan tubuhnya

"Jangan nangis ntar aku tingal lagi emangnya mau?" ancam nya ngebuat Gemini langsung ngegelengin kepanya cepat

"Sini tanganya," pinta Fourth, Gemini dengan sukarela mengukurkan sebelah tanganya membuat Fourth tersenyum puas

Cowo itu memasangkan kembali Gelang milik Gemini yang sebelumnya diberikan oleh Mark padanya setelah datang ke sini.

Gemini tersenyum kecil menatap gelang yang paling berharga di hidupnya kini melekat kembali di lenganya

Kini gantian, Gemini yang menarik lengan mungil itu untuk ia pasangi galang yang lainya, setelah selesai memasangkanya, Gemini menggenggam tangan itu dengan erat membuat magnet di delang itu bertemu melekat satu sama lain seperti pemiliknya

Gemini beralih menangkup kedua sisi wajah Fourth sambil menatapnya dalam

"Jangan pergi lagi ya?"

Fourth membalas tatapan dalam itu, dia mengagguk dengan yakin membuat Gemini tersenyum hangat

Mereka saling menatap satu sama lain selama beberapa menit sebelum akhirnya Gemini kembali bersuara

"Boleh?" tanyanya sembari mengusap lembut bibir merah muda milik Fourth membuat sang empunya sedikit bersemu sebelum akhirnya mengagguk menyetujui

Tanpa berlama lama, Gemini menarik tengku Fourth lembut, menyatukan bibir mereka dengan penuh kelembutan, kali ini bukan hanya kecupan, tapi lumatan juga ia layangkan dengan intens

Fourth tanpa ragu membalas lumatan lembut itu dengan penuh kasih, ini bagaikan mimpi baginya, cinta pertamanya benar benar kembali padanya.

Lumatan itu terus berlanjut, dari yang awalnya lembut dan penuh nikmat kini menjadi kasar dan menuntun, Fourth bahkan kewalahan melawan nafsu Gemini yang mulai memuncak.

Cowo itu menepuk nepuk dada Gemini karna hampir kehabisan nafas, Gemini yang mengerti akhirnya segera melepaskan lumatanya pada bibir manis Fourth dengan berat hati

Mereka saling menatap dengan nafas memburu sebelum akhirnya tertawa bersama mengingat tingkah konyol mereka satu sama lain

"Aku gaakan pernah tingalin kamu lagi Gema. Ga akan pernah."

------To Be Continue------

Udah ah segitu aja, maaf pendek hehe kan biar berkesan.

See you next chapter! Jangan lupa di vote maniss!

CINTA PERTAMA?  | GeminiFourthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang