24. | Neo & misi

314 23 3
                                        

🚫TRIGGER WARNING 🚫
Mengandung adegan kekerasan dan berdarah yang mungkin tidak cocok untuk sebagian pembaca, adegan tidak untuk ditiru!!

------Happy reading------

Lima orang manusia yang bisa dibilang hampir semua gila itu tengah menatap gedung tinggi di depan mereka dengan tatapan dingin

Ziora memberi intrupsi untuk menuju parkiran belakang terlebih dahulu untuk berdiskusi. Empat orang lainya yaitu Gemini, Fourth, Mark, dan Neo itu kemudian mengikuti dari belakang

Untuk pertama kalinya mereka kecuali Fourth bertemu dengan 'Sekutu' yang katanya bisa membantu secara langsung misi mereka.

Ziora menatap Neo curiga, gadis itu menatap lekat lekat wajah tegas itu, katanya polisi kan? Tapi dia tak sedang bertugas. Apa bisa diandalkan? Polisi membantu kegiatan kotor mereka itu benar benar masih diluar pemikiranya.

"Masih curiga sama dia ra?" tanya Fourth sembari melirik Neo yang tengah memasukan kedua tanganya dalam saku celana membuat Ziora berdecih

"Anak anak SMA mau ngelakuin kejahatan kaya gini tentu butuh bimbingan orang dewasa." katanya membuat Fourth merinding dibuatnya

Yang bener aja? Bimbingan buat bertindak kejahatan? GILA!

"Nama lo Neo? Kita pangil bang Neo aja, buat misi kali ini lo udah tau kan?" tanya Ziora, meski aga waspada, tapi ketika melihat Fourth sepercaya itu pada Neo membuat kewaspadaanya sedikit berkurang.

Ya bayangin ae nyet, angota polisi disuruh ngebimbing rencana pembunuban!  Definisi gila segila gilanya!

Neo mengagguk menanggapi "Yang penting bunuh. Bunuh. And bunuh. Beres kan?" katanya, lagi lagi Ziora melongo mendengar ucapan berani itu

Apa pria dihadapanya ini benar benar seorang polisi?!

"Yodalah jan banyak bacot! Siapin senjata, kita masuk sekarang ajaa" ucap Mark antusias.  Mereka kemudian mengagguk,  menyembunyikan senjata api mereka di dalik baju

Kelimanya mulai berjalan  beriringan masuk kedalam gedung perusahaan milik ayah tiri Ziora, CCTV sudah diamankan, jadi mereka bisa bergerak dengan tenang

Mark berjalan kearah lorong mencari tombol darurat yang biasanya akan dinyalakan jika terjadi kericuhan seperti kebakaran atau keributan berbahaya lainya

Empat orang lainya naik ke lift dengan tenang, begitu sampai di lantai atas mereka segera mengambik ancang ancang bergerak cepat setelah alaremnya berbunyi

Mark dibawah menemukanya, begitu alarem dinyalakan keadaan mulai ricuh dan panik tak terkendali, banyak orang yang berlarian. Untuk tak menimbulkan kecurigaan keempatnya juga ikut berlarian, namun menuju arah ruangan pribadi  ayah Ziora

"Siap!!" teriak Ziora, Gemini mulai memegang senjatanya dibalik baju, Ziora menendang pintu itu kasar membuat orang didalam yang hendak keluar karna alarem yang berbunyi terjatuh duduk karna tendangan dipintu didepanya

"APA APAAN-" Tomi menghentikan ucapanya kala milihat orang yang melakukanya adalah putrinya

Dia menatap dingin gadis itu, mata tajamnya mengedarkan pandangan pada tiga orang lelaki yang kini menodongkan senjata padanya di belakang Ziora

Pria itu berdecih menatap jijik Ziora yang menatapnya dengan tatapan marah dan dendam "Apa anak tidak tau diri seperti kamu yang melakukan ini?" tanyanya membuat Ziora memutar matanya malas

"Anda lebih menjijikan dari yang saya duga ya?"  entah sejak kapan Fourth berada di belakang meja kerja Tomi sembari memegang selembar kertas berisi dokumen penting dengan sebelah tangan yang masih setia menodongkan pistolnya kearah Tomi

CINTA PERTAMA?  | GeminiFourthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang