🚫TRIGGER WARNING 🚫
Mengandung adegan kekerasan dan berdarah yang mungkin tidak cocok untuk sebagian pembaca, adegan tidak untuk ditiru!!
------Happy reading------
Lima orang manusia yang bisa dibilang hampir semua gila itu tengah menatap gedung tinggi di depan mereka dengan tatapan dingin
Ziora memberi intrupsi untuk menuju parkiran belakang terlebih dahulu untuk berdiskusi. Empat orang lainya yaitu Gemini, Fourth, Mark, dan Neo itu kemudian mengikuti dari belakang
Untuk pertama kalinya mereka kecuali Fourth bertemu dengan 'Sekutu' yang katanya bisa membantu secara langsung misi mereka.
Ziora menatap Neo curiga, gadis itu menatap lekat lekat wajah tegas itu, katanya polisi kan? Tapi dia tak sedang bertugas. Apa bisa diandalkan? Polisi membantu kegiatan kotor mereka itu benar benar masih diluar pemikiranya.
"Masih curiga sama dia ra?" tanya Fourth sembari melirik Neo yang tengah memasukan kedua tanganya dalam saku celana membuat Ziora berdecih
"Anak anak SMA mau ngelakuin kejahatan kaya gini tentu butuh bimbingan orang dewasa." katanya membuat Fourth merinding dibuatnya
Yang bener aja? Bimbingan buat bertindak kejahatan? GILA!
"Nama lo Neo? Kita pangil bang Neo aja, buat misi kali ini lo udah tau kan?" tanya Ziora, meski aga waspada, tapi ketika melihat Fourth sepercaya itu pada Neo membuat kewaspadaanya sedikit berkurang.
Ya bayangin ae nyet, angota polisi disuruh ngebimbing rencana pembunuban! Definisi gila segila gilanya!
Neo mengagguk menanggapi "Yang penting bunuh. Bunuh. And bunuh. Beres kan?" katanya, lagi lagi Ziora melongo mendengar ucapan berani itu
Apa pria dihadapanya ini benar benar seorang polisi?!
"Yodalah jan banyak bacot! Siapin senjata, kita masuk sekarang ajaa" ucap Mark antusias. Mereka kemudian mengagguk, menyembunyikan senjata api mereka di dalik baju
Kelimanya mulai berjalan beriringan masuk kedalam gedung perusahaan milik ayah tiri Ziora, CCTV sudah diamankan, jadi mereka bisa bergerak dengan tenang
Mark berjalan kearah lorong mencari tombol darurat yang biasanya akan dinyalakan jika terjadi kericuhan seperti kebakaran atau keributan berbahaya lainya
Empat orang lainya naik ke lift dengan tenang, begitu sampai di lantai atas mereka segera mengambik ancang ancang bergerak cepat setelah alaremnya berbunyi
Mark dibawah menemukanya, begitu alarem dinyalakan keadaan mulai ricuh dan panik tak terkendali, banyak orang yang berlarian. Untuk tak menimbulkan kecurigaan keempatnya juga ikut berlarian, namun menuju arah ruangan pribadi ayah Ziora
"Siap!!" teriak Ziora, Gemini mulai memegang senjatanya dibalik baju, Ziora menendang pintu itu kasar membuat orang didalam yang hendak keluar karna alarem yang berbunyi terjatuh duduk karna tendangan dipintu didepanya
"APA APAAN-" Tomi menghentikan ucapanya kala milihat orang yang melakukanya adalah putrinya
Dia menatap dingin gadis itu, mata tajamnya mengedarkan pandangan pada tiga orang lelaki yang kini menodongkan senjata padanya di belakang Ziora
Pria itu berdecih menatap jijik Ziora yang menatapnya dengan tatapan marah dan dendam "Apa anak tidak tau diri seperti kamu yang melakukan ini?" tanyanya membuat Ziora memutar matanya malas
"Anda lebih menjijikan dari yang saya duga ya?" entah sejak kapan Fourth berada di belakang meja kerja Tomi sembari memegang selembar kertas berisi dokumen penting dengan sebelah tangan yang masih setia menodongkan pistolnya kearah Tomi
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA PERTAMA? | GeminiFourth
Romance⚠️ WARNING❗ Mengandung bahasa kasar, homophobia silahkan menjauh karna karya ini berisi tentang boyslove ------- Gemini gak nyangka kalo cowo yang abis dia tolong saat di danau itu bakal menarik perhatian dia,cowo manis yang berhasil jadi cinta per...
