39. Christmas Dates

940 49 1
                                        

"Apa alasan Oma sampai kaya gini, Pi?"

"Maxim paham apa yang Oma maksud, tapi ini Ariel loh, Pi."

"Merry Christmas, Mam.."

Nada suara Maxim yang semula penuh emosi kini berubah menjadi lebih halus dan tenang.

"Nanti Maxim salamin ke Ariel ya, Mam."

Maxim memutus panggilannya dengan Kyunho dan Anna yang kini sedang berada di belahan bumi yang lain.

Ia mengusap wajahnya kasar, rasa kecewa dan kekhawatiran nampak jelas di mimik wajahnya. Bagaimana tidak, malam ini harusnya ia dan Gabby berencana mengunjungi kediaman keluarga besar Kyunho untuk merayakan malam natal bersama, namun sepertinya hal itu tidak dapat terealisasi.

Maxim masih tidak habis pikir dengan apa yang baru saja Kyunho sampaikan. Mengapa dunia suka bercanda? Apakah ia tak pantas bahagia dan hidup tenang?

Maxim menghela napasnya berat.

"Tuhan, masalah apa lagi ini?" Air matanya mengalir begitu saja.

Melihat Gabby dan member Savage berjalan bersama keluar dari elevator, Maxim langsung mengusap air matanya yang menetes di satu pipinya. Dengan sigap ia mengatur mimik wajahnya dan melebarkan senyumnya seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Wanitanya itu mendekat menghampiri mobil yang ia tumpangi sesaat setelah memberikan peluk perpisahan pada Kara, Wanda dan Nikki.

Tok.. tok.. tok..

Gabby mengetuk kaca mobil lalu membukanya dan masuk.

"Hai, maaf yah nunggu lama.."

"Nope. Aku juga barusan kok disini."

Gabby tersenyum. Ada kebahagiaan yang terpancar dari raut wajahnya. Sedangkan Maxim, laki-laki itu berusaha menahan mati-matian air matanya agar tidak tumpah lagi.

Ariel gak boleh tahu soal ini..

Setelah memasangkan seatbelt untuk Gabby, Maxim melajukan mobilnya keluar dari parkiran basement gedung agensi.

"Babe, kita mampir ke toko kue dulu ya." Ucap Gabby sembari menggulir layar ponselnya. "Sama beli apa lagi ya?"

"Eumm, kira-kira Oma suka apa Sayang? Trus kalo Om dan Tante?"

Maxim meringis getir, wanitanya ini sangat antusias sekali. Mana mungkin ia mematahkan semangatnya begitu saja?

"Max.. kok diem aja sih." Gabby mencolek bahu Maxim dari samping.

"Ehmm bawa apa lagi yaa, Babe?" Sahutnya berusaha setenang mungkin.

"Kalo aku tau ngapain juga nanya kamu?" Jawab Gabby kesal.

"Riel.. gimana kalo kita ngerayain berdua aja?"

"Maksudnya?" Gabby membola, ia sontak menatap tajam Maxim dari samping.

"Ya kita gak perlu kerumah Oma, cukup kita berdua aja ngerayain sendiri malam ini.."

"Tapi ini kan christmas, Babe. Mana seru kalo cuman berdua aja? Lagipula kita juga udah janji bakal datang kesana."

"Ehmm, I just miss you... Kita bisa nonton serial Netflix dikamar sambil pelu-"

"Tiap aku pulang, kita kan selalu begitu." Sela Gabby tak setuju.

"Atau kita bisa jalan-jalan ke Namsan Tower, gimana? Kan katanya kamu pengen kesana? Pleaseee..."

Sementara Maxim masih fokus mengendarai, Gabby mendengus kesal menatap suaminya itu.

SECRET (hold under revision)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang