Pagi ini Nafisya disibukkan dengan Samudra yang tiba-tiba mual-mual. Kejadian bermula ketika pria itu minum air putih seperti biasanya di pagi hari. Entah mengapa, tiba-tiba rasa mual menjalar di dalam tubuhnya, Samudra mengeluarkan semua air putih yang diminum sebelumnya.
"Aku yang hamil kok kamu yang mual-mual," ledek Nafisya sambil menggiring suaminya untuk duduk kembali ke ranjang.
Samudra masih menetralkan diri, dia juga merasa aneh dengan dirinya sendiri saat ini. Nafisya menyodorkan satu gelas air hangat kepada Samudra, pria itu menerima lalu mulai meneguknya perlahan.
"Makanya kalau bangun tidur itu jangan langsung minum air dingin, jadi mual kan, kebiasaan," omel Nafisya.
Samudra hanya tersenyum tipis menanggapi omelan istrinya itu.
Di hari minggu ini tidak ada aktivitas yang dilakukan oleh mereka berdua, keduanya kini hanya bersantai ria di sofa sambil menonton televisi dan menikmati camilan yang Samudra beli tadi malam di supermarket.
Semenjak hamil, nafsu makan Nafisya meningkat dua kali lipat. Samudra selalu membeli berbagai makanan ringan untuk istri dan bayi dalam kandungannya itu. Samudra selalu memenuhi kebutuhan Nafisya, begitu juga sebaliknya.
"Sam..."
Samudra langsung menoleh ketika Nafisya memanggilnya. "Kenapa, hm?"
"Mau susu..." lirih Nafisya memohon.
Samudra mengernyit. "Susu?"
Nafisya mengangguk sambil tersenyum gemas. Samudra ikut tersenyum melihatnya. Bangkit dari sofa, pria itu mengusap sekilas puncak kepala istrinya kemudian berlalu menuju dapur.
Samudra tahu, Nafisya menginginkan susu khusus untuk ibu hamil dengan rasa favoritnya, stroberi.
"Mau dingin atau hangat, sayang?" tanya Samudra sedikit menaikkan suara.
Nafisya sedikit terkejut mendengar kata terakhir yang dilontarkan Samudra. Tidak biasanya pria itu memanggil Nafisya dengan panggilan seperti itu.
"Sya?" tanya Samudra sekali lagi karena tak kunjung mendapat jawaban.
"E-eh eum... dingin aja, Sam," gugup Nafisya.
"Oke, pakai es batu?"
"Iya..."
Setelah mendapat jawaban dari Nafisya, Samudra kini mulai berkutat dengan kegiatannya. Pria itu menyendok tiga sendok makan susu bubuk rasa stroberi khusus ibu hamil, menyeduhnya menggunakan sedikit air panas, lalu menambahkan air putih bersuhu ruangan hingga setengah gelas.
Beralih menuju kulkas, Samudra mengambil satu potong buah stroberi dan juga bongkahan es batu yang sudah tersedia di dalam box yang disimpan di freezer. Es batu berbentuk kotak-kotak kecil itu lalu ditambahkan ke dalam seduhan susu. Samudra memberi sentuhan terakhir dengan menaruh sepotong stroberi di sisi gelas untuk mempercantik minuman istrinya.
"Udah siap!" seru Samudra kembali menghampiri istrinya.
Nafisya yang sedang menikmati camilan matanya berbinar seketika melihat minuman berwarna merah muda yang sangat menggugah selera itu. Samudra tersenyum melihat reaksi istrinya sambil menyodorkan minumannya. Nafisya menerima dengan antusias.
"Enak?" tanya Samudra melihat Nafisya mulai meneguk susu itu.
Nafisya mengangguk setuju sambil tersenyum. "Enak banget, seger. Makasih, Sam!"
"Sama-sama Fisya..."
Samudra kemudian mengelus sekilas perut Nafisya yang sedikit membuncit disana.
"Sehat-sehat di perut Umma ya, Nak..."
KAMU SEDANG MEMBACA
DESAMSYA [SLOW UPDATE]
Teen Fiction#3 GEZELLIGHEID SERIES Nafisya Nayyara Almahyra, gadis belia yang terpaksa harus menikah dengan Samudra Shazad Zaigham, sahabat sekaligus sepupu dari orang yang dia cintai, Dewangga Adelard Nadhif. Pernikahan yang tidak diimpikan itu, berlandaskan...
![DESAMSYA [SLOW UPDATE]](https://img.wattpad.com/cover/279693313-64-k671370.jpg)