Chapter 18

40 3 0
                                        

"Are you okay, Dewa?"

Suara lembut Alexa membuyarkan lamunan kosong Dewa.

"Kamu udah makan siang?" tanya Dewa mengalihkan pembicaraan.

Alexa mengangguk tipis. "Udah, kamu?"

Dewa menggeleng.

"Ck," decak Alexa sambil beranjak dari duduknya.

Dewa menghiraukan gadis itu, dia sedang tidak ada energi saat ini, bahkan hanya untuk bertanya kemana perginya Alexa saja dia tak mampu.

"Makan dulu, kebiasan banget," omel Alexa sambil menyodorkan sepiring makan siang ke arah Dewa.

Dewa menatap bergantian kepada makanan dan wajah kesal Alexa. "Thank you."

Alexa kembali menghempaskan diri di kursi semula, mengamati pria yang sedang menikmati makanannya dalam diam.

"Everything will be okay, Dewa. Percayalah." ujar Alexa sungguh-sungguh.

Dewa menatap lamat gadis dihadapnya ini, lalu mengangguk meresponnya. Alexa tersenyum tulus, meyakinkan Dewa bahwa semuanya pasti akan baik-baik saja.

"Terima kasih, Alexa."

Gadis itu kembali tersenyum teduh, sedikit menenangkan hati Dewa yang sedang dilanda kegundahan itu.

***

"Minum jamu ini ya sayang, ini baik buat kesehatan kamu dan bayi kamu. Mama buat sendiri, loh!"

Nafisya tersenyum hangat sambil menerima segelas jamu yang dibuatkan oleh Mamanya. Mulai hari sampai waktu melahirkan nanti, Nafisya akan tinggal di rumah Mama untuk sementara waktu.

"Makasih Mama..."

Sang Mama ikut tersenyum lalu ikut terduduk disebelah putri kesayangannya.

"Suami kamu biasanya pulang jam berapa, sayang?"

"Semenjak aku hamil, biasanya jam segini juga udah pulang, Ma. Mungkin lagi di jalan."

Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, itu artinya sebentar lagi Samudra akan segera pulang. Kali ini, Samudra pulang ke rumah mertuanya karena istrinya berada disana. Benar kata Nafisya, semenjak dia hamil, suaminya itu selalu pulang dengan langit yang masih terang.

"Assalamualaikum..."

Benar saja, beberapa menit kemudian pria dengan setelan kemeja khasnya menampilkan diri di pintu utama.

"Waalaikumussalam..."

Mama dan Nafisya menghampiri Samudra, pria itu disambut dengan salam dan senyum lembut dari Ibu yang telah melahirkan istrinya, dan Ibu yang sedang mengandung anaknya.

"Panjang umurnya, baru aja diomongin eh udah pulang menantu Mama," canda Mama.

Samudra terkekeh. "Hehe iya Ma, kebetulan sekarang Sam memang selalu pulang jam segini."

"Syukurlah kalau gitu, yaudah sekarang bersih-bersih dulu, gih. Fisya, ajak suami kamu ke atas ya, setelah selesai, Mama tunggu di meja makan untuk makan malam."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DESAMSYA [SLOW UPDATE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang