Bukankah Dandelion dan Edelweiss itu sama-sama bunga yang cantik? Lantas mengapa Edelweiss selalu merasa buruk dibandingkan dengan Dandelion?
Mereka hanya berbeda bentuk kelopak dan tangkai. Padahal Edelweiss merupakan simbol dari kesungguhan yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bunga yang mendapatkan julukan "Bunga Abadi", lambang keberanian dan cinta sejati. Tanaman liar pegunungan ini mampu hidup berkali-kali lipat lebih lama dibandingkan dengan bunga lainnya. Hebatnya lagi, saat ia sudah dipetik bunga ini tetap terlihat segar karena tangkainya tidak akan mudah layu dan ada kandungan yang dapat mencegah kerontokan pada kelopaknya.
Ah, jika kalian bertanya mengapa Aghata diibaratkan sebagai bunga edelweiss? Karena ada beberapa kesamaan yang mereka miliki.
Bunga Edelweiss tumbuh di pegunungan, artinya tidak semua orang dapat menemukan keindahan bunganya secara langsung. Banyak orang yang minat dan tertarik jika mencari tahu lebih dalam tentang edelweiss, namun tidak semua orang mampu mendaki gunung untuk berjumpa dengannya. Dan tidak semua boleh memetiknya, apalagi membawa pulang.
Begitupun dengan Aghata yang sebelumnya dijelaskan bahwa gadis ini super ekstrovert. Banyak orang tertarik pastinya untuk bergaul dan menjadi akrab.
Ya, Aghata sangat ramah pada semua orang yang ia jumpai. Senyumnya pasti memikat siapun yang melihatnya. Kelembutan dan sikapnya elegant membuat siapapun terpesona. Tak lupa kebaikan hatinya yang akan langsung jatuh cinta dibuatnya.
Namun, gadis ini sebenarnya membuat batas yang tidak bisa dilihat langsung.
Dia sangat ramah dan baik hati sehingga tanpa sadar orang akan segan berbuat semaunya dengan Aghata. Kemudian, sikap elegan gadis ini membuat siapapun tahu dimana kelas dia berada. Dan tidak semua orang mampu memasuki kelas tersebut.
Seperti saat ini di ruang kelas di jam kosong, Aghata dan teman sekelasnya sedang mengadakan diskusi.
"Lo semua tau kan guys, besok itu ultah nya wali kelas tercinta kita? Nah, gue dan 10 orang laki-laki berpengaruh di kelas ini udah diskusi mau ngadain surprise party di rumah Miss Luna besok malem."
Mendengar kata '10 orang laki-laki berpengaruh di kelas' membuat Aghata merotasikan matanya malas. Faqih, sang pembuka diskusi sekaligus sang wakil ketua kelas itu mulai berbicara kembali,
"Nah, kami berharap kalian semua dateng untuk merayakan. Apalagi nih, girls! Awas aja kalo ada yang absen."
"Aghata, lu atur deh tuh pasukan lo! Gue atur boys." Titah Faqih membagi tugas tanpa bertanya dahulu persetujuan dari Aghata.
Tapi karena Aghata sudah paham, "hmm", sambil menganggukkan kepalanya ia menanggapi perintah Faqih.
Setelah berdiskusi panjang lebar dan sedikit berdebat namun tetap saja pastinya akan mengikuti kehendaknya Faqih and the gang. Sudah pasti pendapat dari yang lain hanya sebagai pertimbangan dan akan ditimbang jika tidak ada pilihan lain. Huufftt.