Final chapter (From AU Aku dan Bintang)

23 3 21
                                        

Author note: Ada beberapa pic room chat, abaikan waktu yang tertera. Latarnya sesuai alur ya soalnya kalo di crop lagi burem wkwk
Trus, ini side story dari AU Aku dan Bintang yang ada di line voom ya, part 19. Berarti situasi antara Dhanu dan Jean juga masih berjalan.


***

Nina POV
(Sama aja burem😑)

Nina POV (Sama aja burem😑)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


“Selalu gini.” Gumam Nina menatap gawainya saat membaca balasan dari Sania.

Sudah hampir seminggu ini urusannya mereka soal hari itu belum selesai sama sekali, entah itu karena sibuk atau Sania sendiri yang menghindar.
Menghindar kenapa, yang ada tidak selesai.

Matanya menatap ke depan dan menemukan Dion disana, sekarang mereka berada di toko milik ibu Jean yang ia kelola. Laki-laki itu selalu tersenyum manis ketika melayani pembeli, tapi kenapa di mata Nina itu bukanlah senyum yang biasa ia lihat.

Ada yang kosong disana, meskipun Dion mengatakan tidak apa-apa ketika ia menceritakan yang terjadi hari itu, tapi tetap saja. Ada yang berbeda dari laki-laki itu.

“Sania masih belum mau ketemu?” Tanya Jean yang berada di samping Nina. Gadis itu dari tadi memperhatikannya karena menghela nafas terlalu keras, sampai dikira banteng mau nyeruduk.

“Belum.” Nina menggeleng. “Sibuk banget anaknya. Ga tau deh sibuk, apa sengaja menghindar. Chat aja kadang dibaca aja, entah itu kebuka apa gimana.”

“Lalu sama Dion?” Tanya Jean, Nina menoleh. Kemudian ia menatap Dion lagi diantara suasana sora hari sebelum mereka tutup.

“Dia bilang lupain aja, tapi gue rasa sekarang ga sehangat dulu.”

Jean lalu mengusap lembut bahu Nina. “Semoga cepat selesai ya.”

“Gue teledor banget sampe gini.”

“Namanya juga manusia nin, bisa khilaf.”

Nina mengerucutkan bibirnya dan tertawa hambar, matanya masih saja menatap Dion yang mulai merapikan nampan dari dalam etalase.

“Besok ke rumah?” Tanyanya ketika mendekat.

“Kayaknya aku ke rumah mama deh, mau temenin gromming si boopul (Kucing mama Dion)” Sahut Dion tangannya sambil sibuk tanpa menoleh.

“Oh ya udah kalo gitu.” Nina ikut mengambil beberapa nampan. “Padahal mau masakin kamu.”

“Sore aku baru bisa ke rumah, nganterin arisan juga. Soalnya yang tukang antar lagi keluar kota.” Jelas Dion.

“Yah, ga seharian dong. ‘Kan jadwalnya gitu.”

“Sorry ya, lain waktu deh.” Kata Dion sambil senyum bawa nampan ke belakang.

Love SeriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang