Do You Feel The Love?

99 7 65
                                        


***



Cinta? Apa itu sebenarnya?

Jika ditanya, jawaban tiap orang akan berbeda.

Ada yang menjawab kasih sayang, ada juga yang menjawab itu adalah perasaan yang hanya dirimu sendiri tau. Tapi, apakah jika orang merasakan cinta juga merasakan sayang bersamaan?

Ya tidak tau jangan tanya, haha.

Apalagi itu jika jatuh cinta sendirian, bagaimana rasanya? 

Mau dijawab sakit ya salah sendiri jatuh pada orang tidak akan dirimu.



"Kamu sudah makan?" 

Pertanyaan ini selalu ada setiap ia menelponku.

"Sudah, lauknya ayam goreng." Jawabku lengkap. Biasanya ia akan menanyakan hal itu juga.

"Sayurnya?" 

Oh iya, aku lupa satu ini. "Warung yang biasanya tutup, cuma ayam sama nasi doang."

Terdengar helaan nafas dari seberang sana. "Kebiasaan, makan sayur itu-

"Iya-iya, sehat dan bagus untuk kulit agar tidak penuaan dini." Potongku, menirukan perkataan yang biasa ia katakan.  "Tadi warungnya banyak yang tutup. Cuma itu aja adanya, baru sekali ini kok."

"Makan yang sehat nak, kamu tinggal sendiri disana. Ibu ngga bisa sering datang, adek kamu masuk SMA." 

"Iya tau, lagian aku baik-baik aja. Ibu sama ayah fokus sama adek aja, aku masih bisa sendiri. Kalo ada rejeki lebih aku kirim."

"Pentingkan kebutuhan kamu dulu, ngga usah ikutan.

"Iya-iya, aku siap-siap dulu. Istirahat yang cukup, salam untuk ayah sama adek. Jaga kesehatan juga."

"Iya." Lalu sambungan kami terputus.

Aku menghela nafas melihat ponselku yang layarnya sudah hitam. Tadi ibuku, duniaku.

Kami sudah berpisah selama dua tahun ini, dan ia rutin menelponku dua kali dalam seminggu. atau mungkin bisa lebih.

Kali ini aku menatap wajahku dicermin, sembari memoleskan pewarna bibir tapi tidak terlalu banyak. Yang penting tidak seperti mayat hidup sudah cukup.

"Oke sudah." Sekali lagi aku memperhatikan diriku dicermin, lumayan tidak terlalu mirip gelandangan.

Aku keluar dan langsung mencari ojek menuju tempat kerja. 

Oh iya, aku bekerja disebuah cafe kekinian yang bukanya siang sampai malam . Jadi kalau pagi aku biasanya berada di sebuah Taman Kanak-kanak, membantu temanku yang guru disana. 

Tidak menjadi guru, tapi staff biasa yang menyiapkan beberapa keperluan. Apa itu disebutnya?

Perjalanan ku memakan waktu sekitar 10 menit dari rumah, kalau tidak macet sih. Biasanya bisa lebih dari ini.

Sampai disana salah seorang rekanku sudah datang, ia membersikan meja. Aku bergegas ke dalam lalu mengambil sapu dan juga pel, kita bagi tugas.

"Akhir pekan." Ia bersuara tiba-tiba, aku hanya menoleh.

"Bakal rame banget ngga sih?" Katanya lagi.

"Udah pastilah, pake nanya lagi." Jawabku.

"Please, gue cape sama bunyi blender."

Love SeriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang