PLG - 04.

106 6 1
                                    

Happy reading.

"wonnie"

"Ya tuan ada apa?"

"Lapar, aku pengen tonkatsu"

Wonyoung hanya mengangguk dan berjalan keluar dari kamarnya chenle untuk membuat tonkatsu yang tuannya mau.

"Hai jisung, kau sudah 4 hari sekolah disini, apa kau nyaman disekolah ini?" Kata Junkyu

'ahh, anak ini, kenapa dia selalu muncul? kenapa dia selalu mengikutiku??' batin jisung.

"Eum, iya nyaman"

Junkyu mengangguk kecil.

"Jisung, apa kau mau makan denganku?"

"tidak, aku tidak lapar jika aku lapar aku makan bekal dari buna" balasnya

Lagi lagi dirinya hanya mengucapkan' oh' dan anggukan.

"baiklah aku pergi dulu, bye" lalu dia pergi, jisung melihat punggung anak itu sudah mulai menjauh dan jisung merasa lega.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak punya teman disini, ck! Sialan!" Celotehnya.

🐬🐹

Hari ini adalah hari dimana chenle berangkat pergi untuk sekolah. Wonny yang sudah menyiapkan bekal dan cemilan untuk dimakan chenle agar dia tidak membawa uang kesekolahnya. Benar,chenle sengaja tidak pernah membawa uangnya kesekolah, Karna jika dia bawa uang kesekolah uang itu tidak pernah ia pakai melainkan akan dirampas oleh anak anak itu.

"Tuan, tuan yakin kali ini tidak ingin membawa uang? Atau tuan ingin saya antarkan kesekolah?" Setelah mengetahui jika tuannya selalu menjadi bahan permainan anak anak pembully itu wonny semakin berhati hati akan tuannya.

"Tidak wonny, aku tidak akan membawa uang, tetapi kasih aku uang sepuluh ribu saja untuk uang kas. Jika aku tidak membayarnya aku bisa dilempar kertas satu kelas"

"Huft... , baiklah tuan. Ini uang sepuluh ribunya tapi jika tuan ingin lebih nanti telpon saya biar saya titipkan kepada anak anak disekolah itu"

"Hm, aku pergi dulu wonny"

Wonny melihat punggung tuannya yang sudah menjauh dari rumahnya. "Tuan, harusnya tuan mempublish kekayaan tuan, huhh tuan"

Setelah perjalanan menuju sekolah akhirnya dirinya sampai tepat gerbang sekolah akan ditutup, Untungnya satpam itu mengetahui jika chenle adalah anak dari seorang juragan teh dan tomat, Ya satpam itu sudah disuruh dan dibayar oleh chenle untuk mengrahasiakan identitas aslinya. "Sekarang nden datang lebih awal saat gerbang mau ditutup"

"Makasih pak"

"Iya den"

Chenle tersenyum setelah kepergiannya menuju kelas. Namun matanya menatap seseorang yang asing di sisi kursi tempat duduknya.

Tidak menanggapi dia siapa. Chenle mendudukan dirinya yang agak Cape Karna tadi sempat berlari saat menuju kelasnya. Pria yang bernama jisung itu sempat terkejut dengan kehadiran chenle yang tiba tiba.

'Apa dia yang bernama chenle?'

'Apa dia yang bernama chenle?'

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Poor Little Guy | JICHEN |Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang