Happy reading.
06.03
Chenle terbangun dari tidurnya dan beranjak dari kasur untuk membersikan tubuhnya. Setelah selesai memakai baju seragamnya dia berjalan menuju dapur dan kini sudah ada beberapa pelayan yang sudah mulai bekerja pagi ini dan Jeno yang sudah duduk dari meja makan dengan laptop didepannya.
"Selamat pagi, tuan Jeno"
"Pagi chenle, jangan memanggilku tuan. Panggil saja saya seperti jisung memanggilku"
"Baiklah" dan chenle bergabung duduk dimeja makan.
"Jisung sedang mandi sepertinya, dia baru saja saya bangunkan dan say-"
"JENO!!!"
Semua yang ada didapur terkejut dengan suara jaemin yang berteriak keras memanggil nama Jeno.
Jeno yang mendengarnya langsung berlari dimana istri manisnya itu berada, chenle pun sama dia mengikuti Jeno yang terlihat panik. Sampai dimana jeno dan chenle menemukan jaemin yang terdiam didepan kamar jisung.
"Sayang, kenapa ada apa?? Kenapa kau berteriak pagi pagi gini??" Jeno melihat kamarnya jisung dan menemukan jisung yang terdiam dan shock dengan jaemin yang tadi berteriak sambil menatapnya.
"B-buna kenapa? Ada yang salah dengan icung?" Panik jisung.
"Jisung sayang, kenapa kau ganteng sekali nak?? Kau seperti ayahmu sayang"
"Hanya Karna itu?? Yaampun , bunanya jisung ada ada aja" batin chenle
"Astaga sayang, kamu ngagetin semua orang tau ga, sampe pelayan-pelayan kaget"
🐬🐹
Chenle dan jisung sudah sampai disekolahnya, kini bell sekolah sudah terdengar oleh semua murid dan mulai memasuki kelasnya masing-masing.
"Jisung, setelah istirahat mau makan bersamaku?? Aku sudah siapkan dua bekal Karna sengaja, ibuku memberikanmu ini" ucap seorang pria tak lain adalah Junkyu.
Jisung menatap temannya itu dengan wajah datar, dia menerima bekalnya dari tangan sipria itu dan menyimpannya dikolong meja yang sudah tersedia.
"Jisung nanti makan disini saja ya?? Kita berdua okey??" Ucap Junkyu
"Baiklah, kita makan berdua nanti."
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mendengar percapakannya dari samping yang lain chenle, padahal dirinya sudah ingin berkata itu sebelum Junkyu.
10.12
Waktu istirahat telah tiba, semua murid berbondong-bondong keluar menuju kantin agar kebagian makanan hari ini. Begitupun dengan chenle, dia hendak mengangkat tubuhnya dari duduk tetapi sudah ada yang membuka pintu kelasnya dengan sedikit keras.
"Heyy chenle, ikut kami yuk? Kita main hompimpa lagi, kita udah sediain bola juga buat main nanti" ucap salah satu wanita.
Chenle tidak bisa apa-apa selain menurut, Karna, jika wanita itu sudah tersenyum akan semakin membuatnya takut dan lebih baik menurut. Tetapi, hendak mengikuti wanita itu jisung mencegatnya dan menarik chenle kebelakang tubuhnya.
"Chenle harus makan denganku, dia belum makan sedikit pun, tapi kalian sudah mengajaknya main?" Ucap jisung sedikit tegas.
Terlihat senyuman lebar sampai menunjukan gigi dari wanita itu, semakin membuat chenle semakin takut.
"Baiklah chenle, kita akan bermain lain waktu. Kita akan bersenang-senang."
Mengingat kata dari 'bersenang-senang' bahwa dirinya dalam bahaya.
🐬🐹
Halaman belakang sekarang sudah sangat sepi, Chenle berada dihalaman belakang sambil membaca buku novelnya sendiri. ia tidak tau harus melakukan apa dikelasnya Karna hari itu kebetulan jam kosong jadi dia memutuskan untuk pergi kehalaman belakang untuk membaca novel.
SERRTT
Seseorang mendorong kerah baju chenle dengan kasar mendorongnya pada tembok dengan keras. Hyunsuk, cowok paling nakal dari sekolah Neo school. Dia tidak hanya sendiri, dia diikuti oleh jiwoo dan Yuna. Akan tetapi pandangannya melihat kearah wanita yang juga mengikuti keduanya itu.
Sullyoon. Wanita itu menunjukkan dirinya lagi setelah 4 tahun. Chenle tentu sangat diambang kematian sekarang, hyunsuk sicowok nakal yang mendorongnya dengan kasar, dua perempuan Yuna dan jiwoo sipengganggu chenle semasa disekolahnya dan, perempuan dia benci selama 4 tahun kini datang kembali tanpa dosa setelah membunuh kakaknya chenle.
"Apa kabar chenle-shii??, keliatannya tidak buruk" dia melangkah menuju chenle yang masih terdiam.
"Kulihat kamu masih saja sama chenle-shii, aku dengar kau kini sudah diusir dari rumah?? Dan kau tinggal dari sekitaran sini??, ouh aku sangat lega bisa mengetahui kau tempat disekitaran sini, Karna kita sama"
"Apa yang kau inginkan sialan."
"Aku?? Aku hanya menginginkan kau..menjauhi Lee jisung sebelum kau menyusul kakakmu."
"Sedang apa kalian??" Suara itu terasa tidak asing ditelinga chenle, atau kah mungkin dia??...
Benar, dia adalah wony sipengasuhnya.
Sullyoon membalikan tubuhnya begitupun dengan yang lainnya. Hyunsuk yang sedari tadi memegang kerah baju chenle melepaskannya.
"Kakak?? Sedang apa kau disini??" Ucap lelaki itu.
"Aku kesini berkunjung pada temanku, jung taeyong. Kalian disini sedang apa pula??"
"J-jung taeyong?? Kakak berteman dengannya?!"
"Iya, aku berteman dengan pemilik sekolah ini, apa aku salah??"
"Chenle, kenapa kau disini??"
Wony menghampiri lelaki yang sedari tadi diam, dia menatap wony meminta penjelasan kenapa dirinya tidak tau jika wony berteman dengan pemilik sekolah ini??
"L-lebih baik aku tidak ingin mengikuti perintah kalian lagi. Aku, aku pergi aku tidak ingin berurusan dengan kalian!!" Ucap hyunsuk dan berlari meninggalkan mereka.
"Ish, cowok gila" ucap Yuna dalam hati.
Semua disana pergi kecuali sullyoon. Kini wonyoung, chenle dan sullyoon yang berada disana.
"Apa mau mu sullyoon-ah??" Ucap wony tanpa membalikkan badannya.
Kini dia hanya fokus pada chenle yang diam dan tak ingin menatap sullyoon, chenle memegang tangan wony dengan bergetar.
"Aku hanya ingin mengobrol dengan chenle, apakah salah??"
"Dia bahkan tidak ingin menatapmu sullyoon-ah" kini wony membalikan badannya dan menatap sullyoon datar.
"Huft.. baiklah, kali ini aku menyerah. Hanya kali ini chenle-shii."
Dia lalu pergi meninggalkan chenle dan wonyoung dihalaman belakang.
"T-tuan kamu tidak apa?? Apa ada yang sakit? Atau aku antar kerumah sakit sekarang?"
Chenle tidak menjawab, kepalanya terus menunduk tidak ingin bicara. Wony paham chenle sebentar lagi akan menangis dan mengingat yang membuat traumanya itu kembali dihadapannya langsung.
Wony memeluk chenle dengan sayang dan lembut bak ibunda. Chenle bahkan menangis dalam pelukan wony dan membalas pelukannya.
"D-dia kembali, eomma hiks"
"Tenang saja, aku ada untuk kamu chenle-shii tidak perlu khawatir"
Wony mendudukan chenle dikursi yang sudah tersedia disana, dan chenle masih sama saja, dia menangis dan memeluk wony bahkan tidak ingin melepaskannya.
Tbc.

KAMU SEDANG MEMBACA
Poor Little Guy | JICHEN |
Romancejust jichen!! Menceritakan anak SMA Yang malang dijadikan bahan Bullyan disekolahnya dan Ayah Ibunya tidak mengaggap dirinya sebagai anaknya Karna dituduh membunuh kakaknya. Anak itu pergi dari desanya akan tidak sanggup dengan kenyataannya. © hak c...