Hai..Hai
Assalamu'alaikum
Selamat membaca..
.
.
"Untuk apa takut berbuat kebaikan?"
_GENUS CIRCLE
.
.
"Tedy, cepat ambil bukunya. Ntar ketahuan." Nurmala berucap pelan kepada Tedy yang sedang berusaha meraih buku tentang sejarah SMA Bakti Bangsa yang terletak di rak buku paling atas.
"Sabar dikit napa. Lo pikir ini gampang ngambilnya? Tertimpa buku lain ini." Keluh Tedy. Pasalnya buku tersebut tertimpa oleh buku yang lain.
Nurmala dan Tedy termasuk siswa yang berani. Buku tentang sejarah berdirinya SMA Bakti Bangsa adalah buku keramat di sekolah tersebut yang tidak boleh sembarang orang mengambilnya, tapi Nurmala dan Tedy nekat untuk mengambil buku tersebut. Mereka yakin, di buku tersebut pasti ada sejarah pembuatan peraturan sekolah dan maksud peraturan itu dibuat. Bahkan mereka berdua tidak memikirkan akibat jika ketahuan mengambil buku keramat tersebut.
"Buruan Ted."
"Sabar Agista." Tedy malah jadi panik karna di burukan. Setelah berhasil mendapatkan buku tersebut, Tedy langsung turun dari kursi yang tadi ia naiki untuk mengambil buku.
"Nih, jangan sampai ketahuan." Tedy menyerahkannya kepada Nurmala.
Saat mereka hendak keluar dari Perpustakaan, baik Nurmala maupun Tedy dikejutkan dengan kedatangan pak Aza dan Pradika. Nurmala menyembunyikan buku yang dibawanya di belakang tubuhnya.
"Lihat Pradika, apa yang muridmu bawa dari perpustakaan." Sepertinya Pak Aza tau apa yang Nurmala bawa.
Nurmala menggelengkan kepalanya. "Saya cuma pinjam novel dari perpustakaan, pak."
"Pradika, periksa apa yang dia bawa."
Tanpa menjawab, Pradika memberi kode kepada Nurmala untuk menunjukkan apa yang cewek itu bawa dari perpustakaan. Apa benar-benar novel atau tidak. Dengan sedikit ragu, Nurmala menunjukkan buku yang dibawanya. Saat melihat cover buku tersebut, pak Aza sontak membulatkan matanya. Cover buku berwarna navy dengan tulisan Sejarah Bakti Bangsa itu langsung di rebut oleh Pak Aza dari tangan Nurmala.
"Berani sekali mengambil buku ini. Selama ini saya tau gerak-gerik kalian yang ingin mengubah peraturan sekolah, tapi saya hanya diam membiarkan sampai mana langkah kalian. Dan ini sudah keterlaluan, kalian berani mengambil buku sejarah sekolah ini. Sepertinya Pradika sudah gagal mendidik kalian."
"Ke ruang hukuman sekarang!"
***
"Kalau Ayra ternyata punya cowok lain, apa masih mau lo pertahankan?"
Baik Akara maupun Edwin menoleh ke belakang. Dilihatnya cowok dengan seragam sekolah berdiri dibelakang mereka, sudah dapat dipastikan bahwa cowok itulah yang bicara tadi. Almamater warna navy yang digunakan cukup membuat orang tau bahwa cowok itu adalah siswa dari sekolah ternama Bakti Bangsa.
"Wait, apa maksud lo ngomong gitu?" Edwin jelas tidak terima atas ucapan cowok dibelakangnya. Edwin tau betul bagaimana Ayra, tidak mungkin gadis yang terlahir dari keluarga baik-baik itu berani mengkhianati perasaan seseorang.
Cowok yang menggunakan seragam sekolah itu mengulurkan tangannya dihadapan Akara. "Gue rasa kita udah saling kenal. Gue yang ngirim foto-foto Ayra." Akara lebih memilih tidak membalas uluran tangan cowok didepannya.
"Cuma mau fitnah Ayra apa gimana?" Tanya Edwin.
Hanya senyum miring yang ditunjukkannya. "Untuk apa gue fitnah kalau gue udah nunjukin buktinya."
KAMU SEDANG MEMBACA
GENIUS CIRCLE [SELESAI]
Romance. Bagaimana rasanya terjebak di sekolah dengan berbagai peraturan aneh yang selalu berubah-ubah di setiap tahun ajaran baru? Itu yang dirasakan oleh semua siswa SMA Bakti Bangsa. Selain terjebak di sekolah tersebut, sialnya sebuah Circle bernama "Th...
![GENIUS CIRCLE [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/358789725-64-k697037.jpg)