37. Kepintaran= Menentukan Nasib

89 5 0
                                        

Hai pren
Acara keluarga lagi padat-padatnya, maaf membuat kalian menunggu lama..
Selamat membaca.

.
.

"Tidak ada yang bodoh. Mereka yang bodoh adalah mereka yang tidak mau belajar."
_Genius Circle

"Kepintaran mu menentukan nasib mu disini."
_Bakti Bangsa

.
.

Ayra, usai melaksanakan sholat Ashar di musholla sekolah cewek itu langsung bergegas kembali ke kamarnya bersiap untuk belajar. Meskipun dikamar asrama hanya ada teman perempuannya yang tak lain adalah Nurmala dan Syakila, tapi Ayra lebih memilih untuk tetap memakai hijab instannya. Lain halnya dengan Syakila, cewek yang sering dikira tomboi itu kalau sudah didalam kamar lebih memilih untuk memakai kaos crop top dan hotpants, sedang Nurmala lebih memilih untuk memakai baju tidur yang terbilang masih sopan.

"Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan biologi yang terjadi pada makhluk hidup berupa pertambahan ukuran yang bersifat irreversibel."

"Sedangkan perkembangan adalah perubahan yang terjadi selama masa pertumbuhan menuju pada satu proses kedewasaan sehingga terbentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda."

"Tahap pertumbuhan awal suatu tanaman adalah adanya proses fisika, yaitu saat biji melakukan imbibsi."

"Kalau ditanya imbibisi itu apa, menurut roboguru.ruangguru.com imbibisi adalah peristiwa masuknya air pada suatu benda."

"Perkecambahan adalah munculnya plantula atau tanaman kecil dari dalam biji hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio. Perkecambahan ada dua macam, yaitu perkecambahan di atas tanah dan dibawah tanah."

Ayra, kecepatan menghafal yang cewek itu miliki digunakan untuk menghafal pelajaran sekolah.

"Ayra, stop!" Ucap Syakila. Cewek itu sampai kesusahan bernapas saat melihat Ayra dengan lancarnya mengucapkan ulang materi yang sudah dihafal pada buku Biologi. Padahal kurang dari 10 menit yang lalu Ayra baru mulai membaca buku, tapi sekarang cewek itu sudah hafal apa yang sudah dibacanya.

"Why?"

"Sesak gue liat lo hafalan lancar begitu. Mana sambil mondar-mandir." Keluh Syakila.

Ayra ikut duduk lesehan disebelah Syakila saat menghentikan kegiatan menghafalnya. "Namanya juga demi nilai."

"Mikirin nilai jangan lupa sama kesehatan." Sambung Nurmala.

Ayra menghela nafas, bahkan ia tak memikirkan kesehatan lagi. "Demi ngejar cita-cita juga." Sahutnya lirih. "Kata Mama.... Kalau mau kuliah, harus bisa pertahanin peringkat selama sekolah."

"Lo yakin diizin kuliah?" Tanya Nurmala.

Ayra tampak berfikir sejenak. "I don't know. But, apa salahnya berusaha? Daripada nikah muda." Kekeh Ayra setelahnya. "Gue juga punya cita-cita. Ngga mungkin gue ngubur mimpi-mimpi gue gitu aja? Ya...." Ayra membuang nafasnya kasar. "Meskipun ngga masuk fakultas kedokteran."

"Kalau ngga masuk FK kira-kira mau ngambil jurusan apa?" Tanya Nurmala lagi.

"Kalau kesehatan kayanya ngga mungkin." Ucap Ayra sembari menatap langit-langit kamar asramanya. "Maybe.... Sastra Indonesia."

"Cita-cita?"

"Penulis. But, ngga selamanya gue jadi penulis, so gue harus punya cita-cita lagi."

GENIUS CIRCLE [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang