11. SALAH PAHAM

115 9 2
                                        

Hallo
Assalamu'alaikum

Maaf menunggu lama
Selamat membaca...

.
.

"Kami pintar, hanya tidak di sekolah yang tepat saja."
_GENIUS CIRCLE

.
.

"Kamu sama Danu ada hubungan apa?" Kini Ayra sedang berada dalam mobil Akara yang melaju menuju rumahnya.

Merasa tidak ada hubungan apa pun dengan Danu selain sebatas teman, Ayra lantas menggelengkan kepalanya. "Ngga ada, Bang. Cuma temen." Jawabnya jujur.

"Bohong."

"Aku jujur loh, Bang."

"Terus maksud foto-foto ini apa?" Akara menepikan mobilnya dipinggir jalan, kemudian ia menunjukkan beberapa foto Ayra bersama Danu yang ada di handphone cowok itu, bahkan Ayra pun tidak tau entah darimana Akara mendapatkan foto-foto itu.

"Dapat dari siapa, Bang?"

"Ngga perlu tau, saya cuma minta penjelasan!"

Entah siapa yang mengirimkan foto itu kepada Akara, Ayra sendiri pun tidak tau. Yang pasti, itu adalah bagian dari siswa Bakti Bangsa. Karna foto-foto itu di ambil saat Ayra dan Danu tengah berada di kantin sekolah, di kelas, ruang seni, stand jualan Pradika, dan jangan lupakan Ayra yang pagi hari di jemput oleh Danu.

"Tapi di tempat-tempat itu aku ngga cuma berdua aja kok, Bang. Ada temen yang lain juga." Ayra berkata jujur, pasalnya ia tidak pernah berdua dengan Danu kecuali saat cowok itu menawari tumpangan.

Akara menampilkan senyum miringnya seakan-akan tidak percaya dengan apa yang Ayra katakan. "Kalau ada hubungan lebih dari teman juga gapapa, Ay, itu berarti kamu tidak menganggap saya sebagai pacar mu lagi."

"Bang Kara kenapa gitu ngomonya? Padahal aku udah ngomong jujur, tapi masih juga ngga percaya. Terus Abang lebih percaya sama siapa? Yang ngirim foto-foto itu?"

"Ay, walaupun awal hubungan kita adalah perjodohan, tapi saya sudah menerima semuanya. Jangan seperti ini, mempunyai hubungan lain dibelakang saya. Kalau kamu mau membatalkan semuanya, seharusnya kamu bisa bicara baik-baik. Jangan memulai hubungan dengan orang baru, sebelum kamu selesai dengan yang sudah lalu."

"Kasih tau ke aku Bang, siapa yang udah ngirim foto-foto itu." Pertanyaan Ayra masih sama. Sebelum rasa penasarannya terjawab, cewek itu akan terus menanyakannya.

"Teman mu." Jawab Akara singkat.

Ayra mengerutkan keningnya bingung. Temannya yang mana? Bahkan temannya di Bakti Bangsa ada banyak, bukan hanya yang satu kelas dengannya saja, ia juga berteman dengan kelas lain bahkan adik kelas. "Siapa?"

"Kamu tidak perlu tau, Ay, tapi sepertinya saya harus berterimakasih kepada orang yang sudah mengirimkan foto-foto ini. Saya jadi tau kelakuan mu dibelakang saya. Bagaimana kalau malam nanti saya datang ke rumah untuk memutuskan hubungan ini dengan cara yang baik?" Apa fikir Akara, Ayra mau putus dengannya? Tentu tidak. Cewek yang menjadi sekretaris kelas itu jelas tidak mau mengakhiri hubungan dengan Akara. Dengan Danu pun ia tidak menjalin hubungan spesial, hanya sebatas teman. Kenapa Akara tidak percaya pada perkataannya?

"Jangan begitulah, Bang. Aku ngga ada hubungan apa-apa sama Danu. Kenapa Abang ngga percaya?"

"Kalau teman mu mengatakan tanpa bukti, mungkin saya tidak akan percaya, Ay. Tapi ini kamu lihat sendiri, kan, sudah ada bukti-buktinya. Kenapa kamu masih mengelak?"

GENIUS CIRCLE [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang