Pov Rizki Bella
"Aku kemarin sudah minta kelonggaran sama papa" Ucap Bella membuka perbincangan antara ia dan rizki saat duduk di salah satu coffe shop pinggir kota
"Kelonggaran apa? Kalau persyaratan papa begitu ya gapapa, saya bisa Bell" Kata Rizki mengerti arah pembicaraan Bella
"Aku tau mas Rizki sekarang sibuk sibuknya, happy happynya aku gamau mas rizki berhenti disini, selesaikan dulu tanggungjawabnya sambil berjalannya waktu siapa tau papa bisa berubah" Ucap Bella
"Trus papa kamu bilang gimana? " Tanya Rizki
"Awalnya ga setuju, dia mau cepet cepet tapi aku maksa" Ucap bella santai sambil menyesap kopinya
"Jangan begitu, ngomong baik baik nanti dikira saya yang ngajarin padahal saya nasehatin juga" Kata Bella
"Lagian lebih cepet juga lebih baik bell" Ucap rizki sambil tersenyum
"Enggak ah aku mau santai santai dulu" Kata Bella
"Saya mau cepet cepet kayak bang Indra" Kata Rizki
"Udaaahh santai santai aja kerja dulu" Ucap Bella
"Mending cepet cepet supaya nanti kamu sadar pas udah telat" Kata Rizki sambil tertawa kecil
"Diihh siapa yg ngomong begitu? Mas Indra? " Tanya Bella, diabalas anggukan oleh Rizki
"Makanya mereka jodoh ya, kelakuan sama usilnya" Tawa bella
*****
Seusai mengantarkan sang suami berangkat kerja hingga ke pelataran rumah rinjanipun kembali masuk merapikan piring kotor sisa sarapan mereka berdua. Dahinya menyerit mendengar deru mobil Indra kembali kerumah, mungkin ada sesuatu yang tertinggal pikirnya
"Kok balik lagi yangg, ada yg ketinggalan? " Tanya Rinjani
"Saya lupa belum minum kopinya" Kata Indra menyeruput secangkir kopi hitam yang telah disiapkan rinjani
"Aku kira apa, gitu aja sampe balik" Ucap Rinjani
"Kasian istri saya udah bangun pagi pagi bikinin saya kopi, nanti sedih kalau ga diminum kopinya" Kata Indra sambil memandang mata teduh rinjani
"Oooo istrinya agak alay ya pak? Kasiannya bapak ni" Canda rinjani
"Istri saya ga alay, istri saya penyabar dan penuh cinta... Udah saya berangkat dulu, udah siang" Ucap Indra sambil mencium kening sang istri membuat rinjani menggelengkan kepalanya
"Deeekk.. Tendangnya jangan keras keras ya jagoan, nanti mamanya sakit, papa pergi kerja dulu dedek jagain mamanya ya.. Yg kooperatif ya nak" Ucap Indra di depan perut buncit sang istri sambil mengelusnya
"Iya papah.. Hati hati di jalan" Kata Rinjani menirukan suara anak kecil
*****
Ditengah perjalanan menuju lokasi kunjungan kerja menteri pertahanan, rombongan tersebut menikmati perjalanan mereka sambil berbincang santai
"Istri kamu rencana lahiran kapan ted? " Ucap pak Prabowo
"Ijin, januari bapak" Ucap Indra tanpa mengurangi rasa hormat
"Waaahh pas pemilu saya sudah jadi kakek ya berarti, panggil kakek wowo dong ya" Kata Pak Prabowo senang
Bertahun tahun bekerja di bawah bimbingan bapak Prabowo Subianto membuat Indra menyayangi beliau dan menghormati beliau seperti orang tua kandungnya sendiri, saat mendengar berkata demikian tentu saja membuat Indra merasa sangat senang lantaran putranya akan di sambut dengan sedemikian ramah oleh sang bapak Menteri Pertahanan Republik Indonesia tersebut
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
Romance🚨🚨 DISCLAIMER 🚨🚨 Berikut adalah cerita FIKSI -Karna hanya kamu, yg mampu membuat saya berfikir akan pernikahan ( Indra W)
![Kamu dan Negara S1 [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/362913892-64-k4421.jpg)