15

13.8K 398 12
                                        






Pov Chapter ini isinya Bella sama Rizki ya gais

"Bella, duduk papa Mau bicara" Ucap Ayah Bella - Heru Irawan pengusaha sukses di bidang transportasi

Membesarkan seorang putri sebagai orang tua tunggal membuat Heru sangat Protective terhadap putrinya semenjak sang istri meninggal di usia bella yang belum genap 10 tahun pada saat itu

Heru memutuskan untuk tidak pernah menikah kembali lantaran khawatir akan ada yang menyakiti putrinya, namun sedikit banyak dengan kesibukannya yang padat Heru sendiri membuat sangkar emas untuk sang putri

Mengurung Bella dengan segala aturan ketat dan tidak mengijinkan bella dapat berteman dengan orang sembarangan, semenjak kecil Arabella Irawan sangat di manjakan dengan barang barang mahal nan mewah namun kebiasaan tidak keluar rumah hingga aturan yang ketat dari sang ayah membuat Bella tumbuh dengan kurang bersosialisasi dengan dunia luar

Saat memasuki masa perkuliahan hanya Rinjani Chandra Dewi gadis yang di kenal ramah, sopan namun tegas yang di kenalkan pada sang ayah dan tidak mendapat larangan maupun penolakan karna Rinjani sama seperti Bella, periang namun tidak banyak tingkah

"Papa bukannya harus pergi kerja?" Tanya Bella

"Papa mau ngomong sebentar, soal Rizki.. Papa pikir kamu bisa dapat yang lebih baik, baru 2x papa tolak sudah ga berani kesini lagi, papa ga bisa biarin kamu berakhir dengan orang seperti itu" Kata Heru

"Paa.. Mas Rizki juga sibuk, dia bukan pengangguran 2x datang ketemu papa dan papa tetep tolak dia bukan berarti dia ga mau berjuang buat aku pa" Jawab Bella

"Liatt.. Bahkan gara gara dia, kamu berani bantah papa" Kata Heru mulai tersulut emosi, bagaimana tidak putri kecilnya sangat penurut dan tidak pernah membantah apapun yang ia katakan

Ia paham betul karna membesarkan Arabella sama sekali ia tidak meminta atau menggunakan jasa orang lain, ia benar benar membesarkan putrinya dengan kedua tangannya sendiri

"Terserah papa" Ucap Bella berlalu menghindari konflik diantara mereka

Sementara itu di lain tempat

"Ijin bang, liatin handphone mulu nunggu notif dari siapa? Punya Pacar? " Tanya Lino

"Diem kamu, sok tau.. Saya liat jam" Jawab Rizki ketus

"Pake jam tangan kenapa liat jamnya di handphone" Kata Lino

"Udah udah Lino, biarin dia lagi mumet" Kata Indra yang sedari tadi hanya memperhaNitan mereka

"Siap pak, abisnya bang Rizki keliatan banyak pikiran" Kata Lino lagi

"Emang" Kata Indra sambil tertawa

Sementara Rizki yang di jadikan bahan obrolan hanya diam tak berminat untuk membalas kelakuan abang dan adik asuhnya ini

Arabella

Saya besok libur, bisa kita ketemu?
13.15

Papa saya ga setuju mas Rizki
13.17

Saya belum mulai, kasih saya kesempatan sekali lagi
13.17

Liat nanti
14.20

Bella menghela nafas berat, bohong jika ia bilang sama sekali tidak memiliki ketertarikan pada Rizki.. Laki laki yang ramah, pintar dan murah senyum

Ia sempat merasa sedikit cemburu saat tau Rizki juga mendekati Rinjani sebelum menikah dengan Indra, namun saat sang sahabat menjelaskan apa yang terjadi antara dirinya dan Rizki, Bella pun bisa bernafas dengan lega

Kamu dan Negara S1 [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang