Dengan Terpaksa Rora Menerima Perjodohan Dengan Anak Teman Papanya,Ingin Melawan?Papanya Yang Memiliki Kekuasaan Sempat ingin Kabur Tetapi Tetap Saja Bisa Ditemukan Oleh Papanya,Tapi Calon Suami Nya itu Not Bad lah TAPI SOAL TAMPANG!!Tapi Kalo Soal...
Sinar matahari mulai menyinari bumi dan cahaya nya mampu membuat seorang pria yang tengah tertidur pulas di sofa itu terganggu dan terbangun dan terlihatlah seorang wanita yang tertidur disampingnya tertidur dengan posisi duduk sambil menggenggam jemari sang pria.
Pria itu pun mulai membuka matanya perlahan Berusaha menangkap pengelihatan nya yang terasa buram,hingga matanya pun terbuka sempurna menatap sejenak keatas,ia mengalihkan pandangannya kearah jemari tangannya yang terasa kaku karena digenggam seorang wanita yang tengah tertidur disampingnya tanpa terganggu.
Ia beralih menatap lamat-lamat wajah damai sang wanita yang tertidur pulas itu,tangannya bergerak menyingkirkan helaian rambut yang menghalangi wajah cantik wanita itu,dirinya tersenyum saat jemarinya mengenai pipi gembul milik wanita itu dirinya mencoba untuk menekan pipi gembul milik wanita itu dengan jari telunjuk nya.
Ia menekan pipi gembul wanita itu pelan,sangat lembek dan lembut,Angkasa mencoba untuk mencubit pelan pipi gembul milik wanita itu rasanya seperti memegang sebuah mochi dan si pemilik pipi gembul terganggu dan membuka kan matanya.
Angkasa yang melihat itu langsung menutup matanya pura-pura tertidur,ia tidak ingin tertangkap basah karena sedang memainkan pipi gembul milik wanita itu.
Rora wanita itu terbangun karena ia merasakan pipinya sedang diuyel-uyel dan dicubit ia terpaksa bangun dari mimpi indahnya karena merasakan cubitan yang terasa sedikit sakit,Rora membuka matanya perlahan-lahan hingga terbuka sempurna ia menatap sekeliling dengan menyipitkan matanya.
Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal,ia menatap kearah pria yang sedang tertidur pulas disofa empuk itu.
"Aneh"Batin Rora berkata.
Rora pun memutuskan segera bangkit karena banyak tugas rumah yang harus ia kerjakan,sebelum ia bangkit perlahan ia lepaskan genggaman jemarinya dengan jemari Angkasa ia melakukannya dengan perlahan-lahan agar pria itu tidak terganggu sama sekali.
Setelah itu ia bangkit dari posisi duduknya menjadi berdiri ia berjalan kearah dapur untuk memasak makanan untuk suaminya,walaupun makanan yang Rora masak tidak akan disentuh oleh Angkasa tetapi ia harus membuat makanan untuk pria itu.
Mendengar derap langkah Rora yang sudah menjauh Angkasa pun secara perlahan membuka kedua matanya,ternyata benar Rora sudah pergi dan berada didapur.Angkasa juga dapat mendengar suara peralatan dapur yang berbunyi.
Angkasa menghela nafasnya lega,ia terkekeh kecil saat bayang- bayang Pipi gembul Rora yang ia cubit,ia merasa kalo Rora itu sangat lucu.
Angkasa ingin bangkit dari tidurnya tapi saat ingin bangkit ia merasa ngilu di bagian perut nya membuatnya meringis kesakitan"Ashhh".
Angkasa memegang bagian perutnya yang terasa sakit,ia baru ingat bahwa tadi malam ia beradu jotos dengan musuhnya,Angkasa dan Anggotanya memang menang dalam adu jotos tersebut tetapi ada saatnya saat musuh merasa kuat dan memukul mereka hingga tak sadarkan diri.
Mengingat perlawanan sang musuh yang menargetkan bagian perut mereka membuat Angkasa dan Anggota sempat melemah,tetapi Anggota Laxelux tak ingin kalah dan akhirnya mereka dapat menargetkan titik kelemahan musuh dan akhirnya kemenangan tersebut dimenangkan oleh Genk Laxelux.
Tetapi efek pukulan yang diberikan musuh sangat berpengaruh,itu sedang terjadi kepada Angkasa,jika ia bergerak sedikit pun ia merasakan ngilu dan sakit yang luar biasa.
Ini membuat Angkasa menggeram kesal,ia mengepalkan kedua tangannya kuat"Bajingan Sialan"Umpat Angkasa mengingat musuhnya yang membuat dirinya seperti ini.
"Lo ga akan lepas dari gue,liat pembalasan gue"Batin Angkasa berkata.
Angkasa hanya bisa berdiam diri disofa tersebut tanpa bergerak ia hanya bisa menatap layar handphonenya yang ia ambil dari meja kaca didepannya dengan susah payah,selang beberapa menit Angkasa sudah merasa bosan tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa dengan tubuh yang masih sakit ini.
Hingga derap langkah terdengar dari arah dapur,ia mengalihkan pandangannya kearah Rora yang sedang membawa sebuah nampan yang berisikan makanan,tidak tahu makanan apa saja itu karena tidak terlihat jelas.
Langkah Rora pun berhenti di hadapan Angkasa yang menatap lekat Rora"Rupanya Lo udah bangun"Ucap Rora sembari meletakan Nampan yang ia bawa kemeja kaca yang berada diruang tamu tersebut.
"Gue udah masakin Bubur sama Sup ayam bening,semoga Lo mau makan masakan gue"Ujar Rora tanpa menatap kearah Angkasa, setelah meletakkan mangkok bubur dan sup itu Rora pun beranjak bangkit ingin kembali ke dapur.
Melihat itu Angkasa menangkap tangan Rora membuat Rora berbalik mengerutkan alisnya menatap bingung Angkasa"Lo ga liat tangan gue sakit,suapin gue"Kata Angkasa dingin, sebenarnya tak ada yang sakit dibagian tangannya,Oh ayolah Angkasa sangat gengsian.
Rora sudah berpikir bahwa Angkasa akan menyuruhnya untuk mengambil kembali masakannya tetapi apa ini Angkasa malah menyuruhnya menyuapi dirinya, Ketempelan apa anak itu,Batin Rora berkata.
Tubuhnya mendadak Kaku,Ada apa dengan Rora,Tangan Rora mengambil Sendok dan semangkok bubur yang ia bawa tadi,ia mulai menyedokan bubur itu dan menyuapi bubur tersebut kedalam mulut Angkasa,Angkasa menerima suapan yang diberikan Rora.
Begitu lah seterusnya hingga Rora selesai menyuapkan bubur dan sup ayam bening pada Angkasa,Kini ia sedang membereskan dan menaruh mangkok yang digunakan ke nampan yang ia bawa tadi.
Rora lega karena makanan ia sajikan dihabiskan oleh Angkasa,semuanya habis tanpa tersisa.
Rora beranjak ingin pergi membawa semua mangkok kotor yang ia bawa saat melangkah kata-kata Angkasa membuatnya terhenti.
"Makasih,Ra"
Singkat padat tapi mampu membuat jantung dagdigdugserrr.
Ga nyangka bisa 1 ribu pembaca,semoga Votenya juga 1 ribu.aminn
Selamat hari kebangkitan Tuhan Kristus,kepada umat kristen.
Selamat berpuasa buat para muslim,semoga pahalanya terpenuhi.
Sekian dari saya.
Aku mau kasih bonus Poto angkasa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.