Sahabat Masa Kecil

32 7 0
                                        

Setelah bel pulang terdengar, semua siswa berhamburan keluar untuk pulang ke rumah masing-masing. Tak terkecuali Anggota inti Astra yaitu Milka, Ivandra, Amefta dan Rhelind mereka berempat menuju parkiran motor, saat ingin menaiki sepeda motor nya, Milka melihat jika Kiara tengah menunggu jemputan. melihat itu Milka tersenyum kecil.

"Kalian duluan aja ke basecamp nya, gue masih ada urusan disini." Ucap Milka.

"Mil, terserah lo nganggep gue apa sekarang, tapi ingat satu hal jangan lakuin hal yang bisa buat lo menyesal nantinya." Ucap Amefta menasehati.

Walaupun Milka mengacuhkan Amefta, tapi ia tidak akan lupa jika perempuan itu adalah kakak nya sekarang. Maka ia menganggukkan kepala nya.

Lalu ketiganya langsung menaiki motornya masing-masing dan pergi meninggalkan parkiran sekolah.

Sedangkan Milka menyalakan motornya lalu menjalankan nya kearah Kiara yang sedang menunggu jemputan, saat berada di depan Kiara, Milka membuka kaca helmnya.

"Lagi nunggu jemputan?." Tanya Milka basa basi.

Kiara mendelik malas "tanpa gue jawab, lo udah tau jawaban nya kan?." Sewot Kiara.

"Sewot banget, oh ya mau bareng engga?." Tanya Milka lagi.

"Engga gue udah di jemput." Sahut Kiara.

Milka menatap kearah langit sekilas. "Bentar lagi hujan, lebih baik sama gue aja."

Kiara ikut mendongakkan kepalanya melihat langit yang sudah mulai mendung, benar kata Milka mungkin sebentar lagi akan turun hujan.

Milka yang memang tak sabaran itu pun berdecak "ah lama lo." Milka ingin menggas motornya tapi di tahan oleh ucapan Kiara.

"Lo beneran bakalan nganterin gue pulang?." Tanya Kiara.

Milka mengangguk "kenapa lo kayak takut gitu kalo gue yang ngantar?."tanya Milka balik.

"Engga, gue ngerasa lo bakalan apa-apain gue."

"Jangan geer lo gue tau lo perempuan baik-baik. Lagian gue juga cewek."

"Oh iya juga."

"Tapi gapapa kalo gue anter pakek motor?."

"It's okey kok."

"Nih pake helm nya." Milka memberikan cadangan helm nya pada Kiara.

Kiara menerima nya dan langsung memakai nya, setelah memakai helm Kiara menaiki motor Milka dengan di bantu oleh si pemilik motor. Milka melepas jaket denim miliknya lalu memberikan nya pada Kiara, awalnya Kiara bingung lalu Milka menjawab kebingungan Kiara dengan kata "pakai, paha lo ke ekspos banyak gue gak mau mereka natap lapar paha lo." Ucap Milka dingin.

Kiara tersenyum sambil mengangguk, lalu menaruh jaket denim milik Milka di paha nya guna menutupi paha nya yang terekspos akibat rok pendek yang ia pakai.

Milka menghidupkan motornya kembali dan langsung menjalankan motornya dengan pelan, beda sekali jika ia mengendarai motornya sendirian. Kiara yang duduk di belakang pun merasa nyaman tapi kedua tangan mulai kebas karena ia sedari tadi memegang bagian belakang motor.

Milka yang tau tentang itu pun menarik salah satu tangan Kiara agar memeluk pinggangnya. "Kalo pegangan tuh disini, tangan lo kebas kalo pegangan sama itu." Ucap Milka lantang, takut Kiara tidak mendengarnya, maklum saja mereka lagi di jalan.

"Emang gapapa kalo gue meluk pinggang lo? Gada yang marah?." Tanya Kiara dengan sedikit teriak.

"Seharusnya gue yang ngomong gitu, lo gue anterin ada yang marah?." Tanya Milka balik.

Cinta SelaksaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang