Milka pergi ke kamar setelah berbicara banyak hal dengan kedua orang tuanya sekaligus dengan Amefta. Menutup pintunya, Milka menatap kamarnya dengan seksama, ada rasa rindu di dalam hatinya pada kamar yang sudah ia tinggalkan selama 7 bulan lamanya.
Berjalan menuju kasur queen size miliknya, Milka mendudukkan pantatnya di kasur itu, pandangannya beralih pada nakas yang terdapat sebuah foto yang membuat senyum Milka mengembang.
Tangan nya terulur mengambil foto seorang wanita paruh baya yang sedang tersenyum menatap kamera.
Milka menghela nafas "Milka kangen Mom, kenapa gak pernah mampir lagi di mimpi Milka marah, ya Mom? Karena Milka gak pernah nurut sama Daddy dan Mamah Amanda."
"Ayo marahin Milka Mom, rindu banget suara marah nya Mommy. Oh ya Mommy tau, Milka udah ketemu sama Rara, dia cantik Mom dan Perasaan Milka masih sama ke dia, tapi Milka sadar bahwa Milka gak pantas untuk gadis baik-baik kayak dia, iya kan mom?."
"Milka yang sekarang berbeda dengan Milka yang dulu, setelah Mommy gada hidup Milka berantakan, Daddy sibuk dengan bisnis nya. Hanya Atha yang menemani Milka sampai akhir hayatnya. Mom titip Atha ya, nanti kalo udah waktunya, Milka pasti temuin kalian berdua disana." Milka mencium foto itu, lalu menaruhnya kembali ke nakas tadi.
Terdengar helaan nafas dari Milka "gue gak mungkin nyakitin Kiara, apalagi dia sahabat gue." Milka menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Tapi gue harus balas perbuatan Narel." Sambungnya."Kalo begini gue biasanya nanya ke Mommy, tapi Mommy udah gada, gue mau cerita ke siapa?."monolog Milka.
Tak lama terdengar ketukan pintu dari luar "Milka, ini Mamah, boleh Mamah masuk?." Ucap Amanda.
Milka menatap pintu itu "Masuk saja Mah, pintunya gak dikunci."
Pintu itu terbuka dari luar, menampilkan wanita paruh baya yang membawa segelas susu di tangan kanannya. "Mamah pikir kamu sudah tidur?."
Milka menggeleng "aku gak bisa tidur, Mah."
Sambil menyodorkan susu itu Amanda berkata "nih mamah buatin susu buat kamu, kata Bibi kamu gak akan bisa tidur kalo gak minum susu." Ucap Amanda.
"Makasih Mah, maaf ngerepotin." Milka menerima gelas berisi susu itu lalu meminumnya.
"Kamu kenapa belum tidur hemm? Ada yang kamu pikirin?."
"Apa gue cerita sama Mamah soal ini? Yaudah gue cerita aja daripada gue salah ambil jalan nanti." Ucap Milka dalam hati.
"Emang boleh, Milka cerita ke Mamah?."
"Kamu juga anak Mamah, cerita aja apa yang ingin kamu ceritakan."
Milka menghela nafas sejenak "begini Mah, Milka berniat untuk balas perbuatan orang yang udah buat Athalia meninggal dan buat Sepupu nya masuk rumah sakit jiwa."
Amanda terkejut dengan penuturan Milka "kamu tau orangnya siapa?."
Milka mengangguk "tau, dia mantan pacar Kiara, Narel."
"Terus masalah nya apa? Bukannya Kiara sudah menjadi mantannya jadi sudah gada sangkut pautnya, bukan?." Jelas Mamahnya.
"Apa yang dibilang Mamah bener, Kiara udah gada hubungan apa-apa sama dia jadi gada alasan gue balas perbuatan Narel lewat Kiara." Ucap Milka dalam hati.
"Mamah ngerti perasaan kamu, Athalia adalah sahabat kamu. Tapi ingat nak, kekerasan gak akan menyelesaikan masalah." Ucap Amanda.
Milkha tersenyum "iya mah, makasih sudah mau dengerin cerita Milka."
"Gausah makasih, mamah seneng kamu mau berbagi cerita sama Mamah." Milka mengangguk pelan.
"Yaudah kamu tidur gih, besok kamu masih sekolah, kan?."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Selaksa
Teen FictionDendam dan cinta adalah dua kata yang tidak bisa di pisahkan, karena keduanya bisa terjadi di waktu yang bersamaan. Ya itu lah yang terjadi di antara Milka dan Kiara. Milka yang awalnya berniat balas dendam kepada Narel musuh bebuyutan nya lewat Ki...
