FATHERS BOYFRIEND#4

190 18 0
                                        

Aomine, kise dan akashi pergi untuk menjemput senior mereka yang datang di bandara.

di villa milik kisedai, dimana kita bisa pergi ski dengan pemandangan kota bawah gunung yang begitu indah,

"Kuroko,hai ini lucky item mu hari ini nodayo" ucap midorima memberikan sebuah pematik gas berwarna aquamarine dengan hiasan emas di kepalanya,

"????

a-arigatiou midorima-san" ucap kuroko yang sekarang setiap bertemu midorima sellau di berikan lucky item seperti ini,

PIPP PIPP

"kuro-chin tolong bawa sisa makanan yang aku masak ke meja makan~" ucap murasakibara,

"hai"

PIPP PPIPP PIPP

"20 menit lagi mereka sampai nodayo,

saat tamu datang, kuroko kau pergilah ke kamar atau ke kabin belakang nodayo" ucap midorima,

"wakatta"

"kalau sudah selesai, dan waktunya di bersihkan, akan kami panggil~" ucap murasakibara, dan kuroko pun mengangguk mengerti, walau sedekat apapun kuroko dengan kisedai, kuroko tetap lah hanya seorang bawahan yang bekerja dengan atasannya,

10 menit seleasai mensetting makan berkelas, dengan garpu dan sendok,

kuroko di berikan 1 piring makanan untuk di makan di kamarnya, murasakibara juga memberikannya 1 keranjang kecil penuh dengan berry, black barry, rasberry dan straubery.

dengan susu milk sake kesuakaannya tentunya.

.

.

TAP TAP TAP TAP TAP TAP

terdengar suara, tampaknya tamu sudah datang dan berbicara banyak dengan kisedai.

"ini sangat lezat atsuhi" ucap shuzo senpai,

"arigatou senpai~" ucap murasakibara puas dengan pujian seniornya itu.

"habis ini bagaimana kalau kita mencoba ski sebentar?" ucap aomine,

"bagaimana chihiro?

apa kau mau?" ucap shuzo yang tampaknya meminta persetujuan sang istri (male),

"kalau sebentar kurasa tidak apa apa, suzo-san" ucap chihiro,

"ku dengar di bawah ada penduduk yang menjual madu fress yang sangat lembut wanginya ssu" ucap kise,

"madu?

shuzo-san ku rasa aku ingin madu" ucap chihiro smebari mengelus perutnya,

"benarkah?

apakah junior juga ingin madu?" ucap shuzo bermanja manja di depan juniornya,

"S-huzo-san apakah Chihiro-san tengah berbadan dua nodayo?" ucap midorima,

"ah, saat aku mengeceknya, kurang lebih 3 bulan" ucap shuzo mengelus perut sang istri, male.

"!!????" tiba tiba ke 5 nya tersedak,

"aku tahu apa yang kau pikirkan, jadi berhenti memikirkannya" ucap shuzo smirk,

"jadi kapan kita akan pergi ski?

ah madokusai~" ucap aomine mencairkan suasana, 

Tanpa mereka tahu, tampaknya kuroko yang menikmati makanannya tetap berada di kamar, tetapi begitu dia melihat ke arah beranda, banyak sekali tanamanan bery salju.

melihat keranjangnya yang kosong, kuroko yang belum menghabiskan makanannya, pergi ke beranda dan pergi keluar, di bagian belakang villa banyak sekali tanaman berry jadi tidak masalah harusnya,

.

.

.
AKashi dan yang lain pergi ski dan berbelanja cukup lama, hingga pukul 6 menjelang malam mereka baru kembali,

"aahhhh, sungguh dingin ssu~

are?

kurokcchi?" ucap kise yang mendapati kalau villa masih gelap,

"aka-chin, kenapa kuro-chin belum membereskan nya?" ucap murasakibara,

"kuro?" ucap shuzo-senpai,

"iya kuroko tetsuya, cleaner yang kita pekerjakan nodayo" ucap midorima sembari memeriksa nadi chihiro,

"OI, AKASHI KEMARILAH" ucap aomine yang tengah memeriksa kamar kuroko,

aomine melihat piring kuroko yang masih bersisa, pintu kaca beranda terbuka, dan jejak kaki sepatu yang mulai memudar karena salju bertambah sedikit demi sedikit.

"shintaro kamu tinggalah di sini bersama chihiro-san, aku dan yang lain akan mencari tetsuya,

kalau lebih dari 3 jam kami tidak kembali tolong segera panggil bantuan" ucap akashi,

"???

kalau begitu aku juga itu membantu,

aku tidak tahu kalau kalian repot repot membawa cleaner hanya untuk bertemu denganku,

aku lebih penasaran dengan kalian yang lebih repot karena cleaner itu menghilang" ucap shuzo,

"arigatou" ucap murasakibara,

"!????

ha~

aku tambah penasaran lagi" ucap shuzo, karena sangat jarang murasakibara berterimakasih.

"akashicchi aku melihat jejak sepatu ssu" ucap kise berlari di ikuti aomine,

100 m dari bagian belakang villa tampaknya, kuroko terjatuh saat mengambil berry,

"!???" aomine melihat kalau ada salju yang runtuh ke tebing bawah meski tidak dalam, tapi 3 meter cukup tinggi untuk di panjat,

belum lagi aomine melihat bekas salju yang tertekan ke dalam, yang membuat semuanya mulai khawatir adalah, ada bekas seretan di atas salju dekat dengan jejak jejak binatang buas, tampaknya serigala, karena memiliki kaki seperti anjing dan berkelompok,

"Akashi, tampaknya orang yang kau bilang itu, tidak akan selamat,

sebaiknya kau panggil polisi dan ambulan untuk mengambil jasadny-" ucap shuzo, tampak seolah tahu kalau kasus seperti ini sering terjadi,

"senpai, tolong jangan berbicara seperti itu,

bercandaan yang tidak lucu" ucap akashi tampak menatap tajam, begitu pula aomine, kise dan murasakibara, padahal tidak pernah sekalipun mereka menolak apapun ucapan senpainya ini,

akashi sekalipun sangat menghormati shuzo,

"Hah!

bukannya aku mendoakan hal yang tidak tidak,

saat di inggris aku sering melakukan pendakian, kesempatan selamat dalam badai salju bila tersesat itu mendekati 10 %,

jadi sebelum terlambat, tidak perlu menunggu 3 jam,

panggil sekarang ambulan dan polisi" ucap shuzo menjelaskan,

Aomine langsung pergi kembali ke villa untuk mengambil jetski nya turun gunung hanya untuk mendapatkan sinyal,

sedang akashi, murasakibara, kise dan shuzo  menelusuri jejak seretan itu kurang lebih 200 m dari tebing itu ada sebuah gua yang menghadap ke hutan pinus,


jauh dari bibir gua itu tampak pemuda di kelilingi seigala yang tertidur, mungkin ada 7-10 serigala berukuran besar karena, jenis serigala salju yang besar.

"!!????

tetsuya/kurokocchi/kuro-chin?" ucap mereka berempat,

"?????" shuzo hanya bisa terpaku melihat kuroko yang dengan nyamannya tertidur dengan memeluk srigala itu, dan srigala yang lain seolah mengelilingi kuroko untuk menghangatkannya.

"GGRRRRRR GRRRR GRRRRR~" suara mengegema kesetiap gua, salah langkah saja mereka bisa saja membangunkan hewan buas ini,

"Engh~?"

kuroko terbangun perlahan dan melihat kedepan,

"A-akashi-san?

a-aku tidak bermaksud keluar, aku hanya memetik bery, lalu-" ucap kuroko menjelaskan,

"kuro-chin kemarilah, ayo pulang" ucap murasakibara mengulurkan tangannya,

"!????

ha-hai" ucap kuroko sudah siap akan di marahi,

"????" akashi, dan yang lain bingung kenapa srigala itu tetap tidur meski mereka berisik seperti ini,

"apa kakimu terluka ssu?

kami melihat ada bekas terjatuh ssu" ucap kise,

"iie, aku baik baik saja, saat jatuh aku tidak sadarkan diri, saat terbangun aku sedang di bawa ke gua, dan ookami-san tachi menghangatkannku di sini" ucap kuroko dengan polosnya,

"ayo kembali sebelum polisi benar benar datang" ucap shuzo,

"kise cepat susul aomine" ucap akashi,

"eehhhhh~" ucap kise merengek tetapi tetap berangkat deluan.

"tak ku sangka, kalian mempekerjakan pemuda yang begitu menarik" ucap shuzo tersenyum seolah merencanakan sesuatu.

"!?????" seketika akashi, dan murasakibara menghentikan langkahnya,

"tolong jangan menyentuhnya, shuzo-senpai" ucap murasakibara,

"huuuu~

atsushi, menakutkan" ucap shuzo sarkas,

"chihiro-san pun akan khawatir kalau kita terlalu lama di luar, lihat salju sudah turun kembali" ucap akashi,

"kau benar, gomen gomen" ucap shuzo,

.

.

.

20 MENIT KEMUDIAN MEREKA SUDAH SAMPAI DI VILLA, SETELAHNYA KISE DAN AOMINE PUN KEMBALI KE VILLA.

"jadi kamu yang namanya kuroko?" ucap chihiro bersama midorima,

"???

hai-"

"TETSU!

BUKANKAH SUDAH DI BILANG JANGAN KELUAR!" ucap aomine begitu masuk ke dalam villa dan menemukan kuroko,

kuroko yang melihat aomine membentaknya untuk pertama kali, tiba tiba-

BRUKK!!

(dia terjatuh, saat melihat aomine begitu marahnya, tangannya gemetar wajahnya menampakkan ke takutan yang teramat,)

"Aomine, hentikan nodayo.

kau membuatnya lebih parah dari yang seharusnya nodayo" ucap midorima mengangkat tubuh kuroko,

Kuroko meremas pakaian midorima dengan tangan gemetar, dia takut aomine akan memukulnya,

20 MENIT KEMUDIAN MIDORIMA KEMBALI, dan chihiro pun sudah pergi ke kamarnya untuk istirahat,

dengan perapian hangat, mereka menitmati wine mewah dengan pemandangan begitu indah,

"tak ku sangka kalian benar benar menemukan orang yang menarik perhatian kalian" ucap shuzo sembari menikmati wine di tangannya,

"Hah~

jangan bercanda, senpai.

dia hanya cleaner yang kami pekerjakan" ucap akashi lagi,

"aku tidak tahu setelah jatuh cinta kalian akan sebodoh ini (terkekeh, karena diapun sama)

kalau kalian memang ingin memberishkan villa, harusnya tidak perlu membawa orang dari kota ke villa pribadi,

cukup panggil penduduk desa yang bekerja sebagai cleaner, dengan begitu dia tidak perlu menginap" ucap suzho.

"!!???"

"Dan hanya karena cleaner kalian begitu panik?

biasanya kalian akan tetap di sini dan cukup memanggil anak buah aomine, midorima bukan?" ucap shuzo,

"!!???

jangan bercanda ssu,

kami tidak mungkin menyukai anak kecil seperti kurokocchi ssu" ucap kise merengek,

"lagipula bagaimana senpai bisa berkata seperti itu~

pendidikan kami bahkan sampai ke luar negeri, sedang kuro-chin saja SMA tidak~" ucap murasakibara ringan,

"justru aneh kalau aku memikirkan tindakan kalian, bukan?" ucap shuzo.

"senpai, berhentilah berputar putar,

lagi pula sudah ku bilang kalau dia hanya karyawan kami tidak kurang atau lebih, hmp" ucap akashi serius.

"lagi pula, dia masih di bawah umur, kalau kita melakukan apapun maka akan terjerat hukuman,

mustahil kami me-" ucap aomine,

"O-OI, AOMINE!" ucap midorima tiba-tiba.

"su-sumimasen, sa-saya haus jadi ingin ambil air, ma-maaf mengganggu" ucap kuroko formal, tidak seperti biasanya,

setelah itu kuroko terus berada di dalam kamar, bila haus dia akan pergi ke kamar mandi dan mengambil air keran,

bila suzho dan yang lain sudah pergi ke tempat lain, kuroko akan membersihkan villa, bila tidak ada kepentingan kuroko akan masuk kembali ke dalam kamar, untuk makan, murasakibara selalu menaruh makanan kuroko di samping pintu kamar kuroko, dia terlalu canggung untuk masuk kedalam kamar kuroko.



TBC



FATHERS BOYFRIEND Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang