24

16.6K 211 2
                                        

.
.
.
        "Hallo Bu, Ini Violet Bu....."

Violet gemetar tak tahu harus bagaimana, Ia sangat terkejut melihat Allan demam tinggi. Ia bingung harus berbuat apa karena ia sudah mencoba memberi kompres an serta menyelimuti pria itu di Kamar nya namun panas itu tak kunjung reda, sementara Hari sudah sangat larut.

"Hallo sayang ada apa Nak. Kenapa suara mu bergetar apa kau baik-baik saja katakan ibu akan datang jika kau butuh bantuan."

"Bu, Mas Allan demam Bu.... "

Violet tak bisa Bicara normal karena ia sambil menangis. Sementara wanita di seberang sana mendengar itu seolah mendengar kabar telah menang undian. Itu artinya putra nya sudah bertemu menantu nya itu.

"Kenapa nak katakan dengan jelas sayang ada apa??'

"Mas Allan demam Bu, dia menggigil tapi tubuh nya panas aku bingung Bu harus bagaimana?"
.
.
.
Violet berlari membawa kompres an dan minuman hangat yang sudah di campur Sedikit garam. Ia menuruti semua yang mertuanya katakan. Segelas air hangat Violet bawa namun Allan meminum sedikit setelah bujukan nya namun Itu harus habis.

Violet bingung harus bagaimana karena demam Pria itu tak kunjung berkurang.
Violet sejenak berpikir dan membuat seketika tubuh nya menegang saat di kepalanya memikirkan satu hal.

Violet menahan untuk tidak memuntahkan minuman itu, dalam hati ia meminta maaf ini demi Pria itu, Violet tak pernah melihat demam seperti ini membuat nya kalang kabut.

Cup.,.................... Bibir Violet Bertemu bibir Allan, Air mengalir masuk langsung melewati tenggorokan.bukankah ini hal gila yang pernah Violet lakukan.
Ia Harus berusaha sedemikian rupa agar Allan meminum obat Itu. Mata Allan terbuka saat menyadari Violet Mengecupnya. Allan hanya demam tentu ia masih Sadar dan apa yang Violet lakukan sungguh tak pernah di sangka. Allan memejamkan Matanya seketika air hangat mengalir di sana.

"Huuhhhh akhirnya masuk semua, Semoga ini berhasil besok pagi aku akan membawa mu ke rumah sakit"

Ujar Violet menarik nafas karena nafasnya terkuras ketika mengalirkan air itu.

Allan membuka mata menatap Violet yang terlihat cemas, Allan tersenyum kecil.

"Aku baik-baik saja, Tapi bisakah Kau tidur di sini juga"

Itu terdengar seperti permintaan penuh harap, Ingin sekali Violet meninjau wajah Pria yang sekarang justru menatap nya lekat. Namun Allan tiba-tiba Menutup mata kembali keringat membasahi dahi nya walaupun menggigil nya sedikit berkurang.

Violet melangkah ragu, Ia Mengingat Pembicaraan ibu mertua Nya jika Allan demam begitu maka Mereka akan menemani nya hingga pagi.

Violet tak punya pilihan lain toh juga ia sudah sering tidur seranjang dengan Allan saat akting hilang ingatan, Pria itu juga tak mungkin berbuat aneh ketika demam begitu.

Violet mencuci kakinya lalu Ikut naik ke ranjang. Ia tak benar-benar berbaring melainkan hanya menyadarkan tubuhnya di Bantal setengah duduk. Namun tiba-tiba Allan memeluknya dan memejamkan mata terlihat begitu nyaman. Violet dengan ragu Mengelap keringat dan kembali memberi kompres hingga keduanya terlelap.
.
.
.
Allan terbangun merasakan tubuhnya sedikit membaik, ia mengingat semalam pingsan dan ia juga ingat bagaimana Violet menjaganya dan yang paling membuat nya senang dan tak berhenti tersenyum yaitu saat gadis itu Membantunya Meminum obat.

"Mmmhhhhhhhh Vio.... Vio...."

Allan Berjalan mencari dimana sosok gadis itu, namun ia tak melihat siapapun. Yang ada hanya keheningan, Allan kalang kabut ia Berteriak memanggil nama violet namun tak ada jawaban.

Allan terduduk lemas, kakinya seketika seperti lumpuh ia Tak sanggup menerima semua bahwa kenyataan nya Kini gadis itu diam-diam meninggalkan Nya.

Terduduk tak kuasa mau menangis juga sudah tak bisa Allan meringkuk memeluk lututnya tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundaknya.

"Tuan kau kenapa?"

Allan mengenal suara itu menghambur bangkit dan memeluknya itu adalah Violet yang kini justru kaku karena masih terkejut dengan tindakan tanpa aba-aba Allan. Belanja yang ia bawa begitu berat di tangan kiri dan kanan lepas karena saking terkejutnya.

"Kau ke mana saja? Kau meninggalkan ku lagi hah"

"Aku hanya Belanja, Tuan"

Allan melepas pelukan nya .

"Kenapa kata 'Tuan' kembali lagi, Kau memanggil ku 'Mas" kan. aku lebih senang di panggil begitu"

Violet tak menjawab, ia Memunguti belanjaan nya dan Membiarkan Pria itu menatap nya, Violet berpikir bahwa kini Allan benar-benar sudah kehilangan akal.

Violet sibuk membuat sesuatu sementara di meja makan Allan dengan tatapan Mata nya yang intens melihat setiap gerak Violet.

'Aku terlambat mengatakan ini, Aku mengagumi setiap apapun yang berhubungan dengan mu. Violet '

Senyum Allan merekah entah kenapa ini seperti terjadi begitu saja.
Ia tak hentinya menatap istri nya tersebut membuat Violet Merasa bahwa memang benar Allan sudah hilang akal.

Tiba-tiba Handphone berdering itu telpon dari Arvin.
Allan tak perduli jika Violet memutuskan untuk tetap tinggal di apartemen tersebut maka dia akan dengan senang hati juga tinggal di sana asal tetap bersama nya.

Sementara Violet Melihat Allan terus menatap nya menjadi merinding. Jika tidak ia tahu bahwa Pria itu masih demam mungkin ia sudah melempar Pisau di tangan Nya. Ingin sekali ia mengusir Allan dan memaki nya habis-habisan namun itu tak bisa ia lakukan karena hatinya terlalu lemah untuk sekedar bicara.

Violet melihat handphone nya berdering itu dari Lea. Bukan sebuah kebetulan sepertinya mereka juga tengah cemas sekarang mengingat baik dirinya ataupun Allan tak memberi kabar apapun.

Allan tersenyum saat piring berisi makanan terhidang sederhana. Jauh dari kata mewah karena masakan itu terlihat seperti Asal. Namun itu tak masalah bagi Allan, bahkan jika Violet meminta nya Untuk memakan sayur mentah ia akan sanggup.

"Makan lah, Setelah ini Pergilah, Aku sudah menghubungi Sekretaris mu dan dia akan segera datang"

Senyum Allan seketika berubah.

"Apa? Tapi Kau juga ikut kan?"

Violet tak menjawab, ia Hanya menyendok makanan di piring Nya tanpa perduli bagaimana ekspresi Wajah Allan sekarang.

"Aku ingin di sini! Aku tidak mau ke mana pun, Aku tidak mau pergi hanya jika kau ikut maka aku Pergi"

Kini Violet melepaskan sendok Nya menatap kesal ke arah Allan yang terlihat seperti anak kecil sekarang.

"Kenapa? Kenapa aku harus ikut? Bukannya ini mau mu hah?" Violet ingin melihat bagaimana reaksi Pria di hadapan Nya, memastikan bahwa kini bukan akting belaka.

"Tidak. Tidak ada yang telah terjadi itu mauku, aku tidak bisa berdebat dengan mu Vio. Aku akan kalah..... Entah kenapa Aku tidak bisa melepaskan mu. Tidak bisa "
Desahan pasrah terdengar jelas dari Allan membuat Violet berdiri. Ia berlari menuju kamar mandi dan menjerit.

Keduanya seperti larut kembali dalam Perdebatan yang begitu menyesak kan, Karena semua pakai hati sekarang baik dia dan Allan masih bingung dengan apa yang terjadi pada hati mereka.
.
.
.

HANYA KAMU  Go To [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang