.
.
.
Hari yang Indah, Lea membawa sebuah iPad milik Violet. Pagi ini mereka berencana akan Mengunjungi toko Kue coklat milik Bos kecil nya itu. Violet begitu bersemangat ketika sekarang ia akhirnya bisa kembali beraktivitas seperti semula walaupun harus ekstra hati-hati mengingat Bahwa dirinya sekarang sedang hamil.
Suaminya tentu tidak akan membiarkan sedikit pun kesulitan terjadi padanya bahkan ia tak mengizinkan apapun yang membuat istrinya itu Samapi kelelahan.
Ia akan menuruti apapun yang Violet minta bahkan kini ia harus terjebak bersama Ameera dalam hubungan bisnis.
"Sayang Jaga diri yaa Mas mau pergi ke kantor, jaga Buah hati kita dan yaaa jaga....."
"Mas, Sudah terlambat ayo pergilah.... Lihat kak Ameera sudah di mobil" ujar Violet membuat Allan menghela nafas panjang Mengangguk.
"Tapi kak. Kenapa kak Ameera harus bekerja dari rumah ini dan meminta bareng dengan kak Allan, dia kan bisa pergi sendiri" Lucia bergabung Membuat Allan sesaat diam begitu juga Violet.
"Lucia, Kak Ameera kan Mau pergi Karena Mas Allan mau mengajari Nya. Hmmm sekarang karena adik kesayangan kakak ini masih libur hari ini kita ke toko kue kakak yaa" Lucia Tersenyum Mengangguk.
.
.
.
Mobil Allan melaju kencang membelah jalan kota yang mulai padat, ini kali pertama Allan mengendarai mobil tanpa di temani oleh Arvin, karena Arvin ia perintahkan untuk mengatur penjagaan Violet terlebih dahulu.
"Berangkat bersama seperti ini mengingatkan ku tentang sesuatu" Ameera memecah keheningan.
"Dulu Aku berkhayal jika Pergi bersama Dengan suami ku ke kantor seperti ini, tak kusangka Itu hanya menjadi angan belaka"
"Hari ini Kak Ameera mau belajar dari mana, maksudku belajar nya Mulai dari apa? Bisa di beri tahu biar aku bersiap" ujar Allan membuat Ameera tak percaya kini pria di sampingnya seolah tak mendengar apapun yang ia bicarakan
"Sebenarnya Aku tak mau belajar apapun, oke baiklah Aku akan jujur......
.
.
.
.
Allan bergegas memasuki rumah, ia melepas jas nya masuk memanggil Violet. Violet yang sudah Bersiap Akan makan malam Datang. Allan tiba-tiba memeluk nya erat membuat Violet membeku sejenak.
"Kenapa Mas?" Allan hanya diam seribu bahasa, perlahan melepaskan nya dan menatap wajah nya sendu.
"Dimana kak Ameera? Kalian belajar sambil bekerja Full sampai pulang sudah larut? Apa Kau letih Mas?" Tanya Violet pelan membuat Allan hanya menggeleng diam.
"Kak Vio, ayo makan. Bi dera sudah menyiapkan semua " suara Lucia membuat keduanya bergegas menuju ruang makan.
"Dimana kak Ameera Mas?" Pertanyaan itu lolos dari Bibir Violet membuat Allan terdiam dan terus menuju dapur.
"Mas sangat Lapar. Ayo sayang kita makan dulu yaa...." Ujar Allan Membuat Violet sedikit menyerngitkan dahi tanda tanya. Kenapa suaminya tersebut tiba-tiba bersikap Begitu diam dan di mana kak Ameera kenapa tak kembali bersama.
"Halloo semua kakak datang...." Suara dari ujung Pintu membuat Violet tersenyum cerah, di sana Ameera datang dengan Membawa sebuah Bag kecil.
"Apa ini kak?" Tanya Violet menghampiri.
"Rujak..... Kau pasti suka, aku dengar jika sedang hamil maka Akan sangat suka dengan hal-hal seperti ini " Ameera menyerah kan nya pada Violet.
Allan pergi menuju kamar. Sejenak Violet berpikir hal aneh terjadi pada suaminya tersebut namun ia kembali positif thinking jika mungkin saja sedang lelah.
Violet duduk bersama Lucia berikut Ameera yang juga bergabung di meja makan.
"Apa hari ini berjalan lancar kak?" Tanya Violet begitu antusias. Ameera menatap nya lalu mengangguk.
"Hmm sedikit mengalami kesulitan tapi Akan terus belajar" ujar Ameera yakin membuat violet tersenyum lebar sementara Lucia di samping Violet memilih diam seribu bahasa.
Tiba-tiba Allan datang langsung bergabung dan cup...... Mata Violet Membelalak lebar ketika Allan mengecupnya sekilas di bibir.
"Kak berhentilah mencium kakak ipar di hadapan adik mu ini.... Dasar Pria Tua tidak tau malu" grutu Lucia langsung mendapat cubitan dari Allan.
Violet Menyiapkan makanan. Buat suami nya tersebut lalu mulai makan.
"Sekarang ayo ceritakan bagaimana keseruan hari ini? Apa mengalami kesulitan Mas? Apa kak Ameera......"
Allan menghentikan sendok yang mengaduk makanan di piring Nya. Melirik ke arah Ameera yang sejak tadi hanya diam menatap ke arah Nya.
"Hari ini cukup Baik, oh ya sayang besok Mas tidak akan ke kantor karena Waktunya chek ke dokter.... Dan yaa setelah itu lanjut kita Jalan-jalan hmm" Violet menyerngitkan dahi kenapa tiba-tiba suaminya ingin jalan-jalan.
"Waahh asik tuh kak, Aku ikut yaaa...." Ujar Lucia menggebu.
"Liburan orang dewasa, tak cocok untuk bocah Kecil"
"Yaahhh boleh yaa kak" bujuk Lucia pada Violet karena ia hanya akan Terus bertengkar dengan sang kakak. Violet mengangguk.
"Kakak boleh ikut?" Ujar Ameera sesaat membuat suasana hening, Violet mengangguk namun tidak dengan Allan dan Lucia.
.
.
.
Allan Membawa sepiring buah yang tadinya Bibi dera siapkan. Sementara Violet Sedang memeriksa lemari dan menatap sebuah kotak.
"Mas aku merindukan ini" ujar Violet seraya menunjuk sebuah Kalung dan anting-anting mutiara.
Allan tersenyum mengambil kotak dan menuntun Violet duduk di bibir ranjang.
"Coba Mas periksa dulu..." Allan meneliti setiap inci Kalung dan Anting-anting dimana tertulis nama nya di sana.
"Apa mau Mas pasang" Violet Mengangguk.
Allan dengan lembut memasang semua nya dan menatap wajah berseri dari Violet.
"Kenapa tiba-tiba ingin pakai?" Tanya Allan, Violet menggeleng dan tersenyum.
"Aku bermimpi Mas di telan ular besar sama seperti saat Mas sering sama Tyara. Tapi ini ular nya sangat berbisa"
"Apa hubungannya dengan kalung? Dan anting-anting serta cincin nya?"
"Nama Mas mengikat indah di tubuhku bahkan saat aku tidur, jadi Aku merasa aman." Allan langsung menarik tubuh kecil istrinya dan memeluk nya erat. Entah kenapa ia menjadi sangat cemas sekarang.
"Ayo tidur, sudah malam...." Violet mengangguk beranjak naik ke ranjang.
Sementara Allan Menuju ruang Kerjanya, sesekali ia melihat ke arah ranjang di mana tentu bayangan Violet terlihat dari arah sana karena hanya di batasi dinding kaca.
"Mas. Kenapa bekerja? Ayo tidur....." Allan menghela nafas panjang berat lalu menutup komputer nya bergegas ke arah Istrinya.
"Kenapa terlihat sangat Cemas? Coba ceritakan hmm" ujar Violet yang menangkap wajah gelisah Allan sejak kepulangan nya dari kantor.
"Mas akan cerita setelah memastikan apa yang Mas dengar ini Salah" ujar Allan pelan membuat Violet menghadap ke arah Nya memeluk lengan kekar itu memejamkan mata dengan senyuman.
"Baiklah jika tak ingin bercerita, tapi setidaknya Mas mau menceritakan nya nanti"
Tangan besar Allan menepuk dahi Violet yang mulai Benar-benar tidur.
"Mas.... Ayo tidur" rengek Violet membuat Allan Bergegas mendekat dan Berbaring di samping istrinya tersebut lalu ikut terlelap.
.
.
.
![HANYA KAMU Go To [END]](https://img.wattpad.com/cover/366126885-64-k301872.jpg)