.
.
.
Allan Hanya pasrah ketika dirinya yang harus membawa semua barang yang Ibunya kirim kan hanya untuk violet.
Setengah jam yang lalu Tyara telah pergi sebelum itu Tentu bukan karena Violet melainkan Panggilan video dari Nyonya Erina yang meminta putra dan menantu nya mengobrol bersama.
Hal tersebut membuat Tyara cemburu dan bertengkar dengan Allan.
Violet bersorak gembira saat membuka semua dimana Ia mendapatkan Banyak sekali Pakaian yang tentu saja Baru di beli.
"Wahhh kenapa Ibu sangat mengerti yang aku suka. Bajunya keren semua".
Guamam Violet begitu senang, ia tidak pernah di perlakukan seperti itu bahkan oleh ibunya sendiri, Karena sejak kecil dirinya Harus berbagi dengan sang kakak, Bahkan walaupun orang tuanya kaya raya ia Terbiasa dengan Pemberian sisa dari kakaknya.
.
.
"Aaaahhhhh kenapa semua Begitu Kacau, aku benci semua!!!"
Teriak Allan kesal, Ia kesal karena kembali bertengkar dengan sang kekasih. Ingin sekali ia berlari dan Menyelesaikan masalah nya dengan menjerat leher gadis kecil yang entah bagaimana bisa begitu sempurna meluluh kan hati orang tuanya hingga kini begitu sayang dan memanjakan nya padahal ia tahu dengan jelas bahwa sebenarnya bukan Violet juga yang jadi istri. Tapi kenapa sayang orang tua nya begitu berlebihan.
Tokk...tokk...
"Tuan, apa kau ada di dalam? Ayo turun sarapan sudah siap. Oh ya Tuan Apa aku boleh bicara sesuatu?"
Suara kecil dari balik pintu yang tentu saja Allan tahu itu Violet.
Allan menarik nafas dalam-dalam berusaha agar tidak berteriak mengusir gadis tersebut.
"Tuan apa kau ada di dalam. Apa....."
Cklekkk pintu terbuka, Pria dengan raut wajah datar menatap nya tajam. Violet sampai mendongak menatap wajah Pria di hadapan nya karena tinggi badan yang jauh berbeda.
Violet sedikit Gemetar melihat tatapan itu namun ia berusaha menutupi nya.
"Hanya sekali. Tidak bisakah kau sekali saja Tidak mengganggu ku, Aku sangat membenci mu."
Membuat violet sampai memejamkan mata. Karena ia tahu suara Geraman penuh tekanan itu seolah Ingin melemparkan nya dari tempat tersebut.
"Aku akan diam untuk semua Tuan, tapi.....
Tapi mereka sudah datang"
"Apa perduli ku.... Aku benci semua kau tahu itu, menjauh dari hadapanku!!"
Violet menggosok tangan nya bingung. Ia hanya melirik ke arah lorong tempat tersebut memberi isyarat Untuk Allan juga melihat ke arah sana.
Allan sedikit terkejut saat melihat di sana berdiri seorang wanita paruh baya yang tentu Allan kenal. Bik Dera.
"Ah bibi, sudah datang?"
Sapa Allan Cukup menunjukkan Ramah berbeda dari Yang tadi Violet lihat.
"Iya Nak. Oh ya bibi sudah menyiapkan sarapan, Nona Violet juga membantu tadi, ayo sarapan dulu"
Allan melirik violet yang kini menunjuk ekspresi wajah datar.
Allan hanya mengangguk lalu menutup pintu.
"Nak. Ayoo...." Wanita tersebut membawa Violet menjauh dengan suara pelan bicara.
"Hampir Semua masa usia ku bersama keluarga Ini, Bibi bekerja Bahkan sebelum Tuan Allan lahir. Keluarga ini begitu penuh cinta tapi nak Allan sedikit berbeda, Dia tertutup dan begitu dingin, sikapnya keras namun begitu penurut pada orang tua terlebih Nyonya Erina."
Ujar wanita paruh baya tersebut Sementara Violet mendengar semua dengan anggukan tanpa komentar.
"Bibi tahu semua tentang hubungan ini. Tapi Bibi melihat bahwa Non Violet gadis terbaik buat Nak Allan"
Ujar wanita tersebut yakin Membuat Violet justru menyerngitkan dahi, bagaimana dia tahu dan bicara seperti itu penuh yakin padahal harusnya ia tahu bahwa pernikahan pun harusnya bukan untuk dirinya melainkan buat sang Kakak yang sekarang entah di mana keberadaan nya.
"Bi. Aku percaya padamu, kau terlihat sangat baik, Kau satu-satunya teman di rumah ini. Jangan menaruh harapan apapun padaku karena Aku sangat Ceroboh dari lahir"
Sang Bibi tersenyum, Violet sedikit merasa aneh kenapa Bi Dera tertawa mendengar perkataan nya yang bahkan tidak lucu.
"Bibi percaya pada mu. Nak Allan menutup semua terlebih dari Orang tua nya akan kehidupan Nya tapi Bibik cukup mengenal Anak itu. Sekarang duduklah dan sarapan, tunggu saja Dia pasti datang"
Violet hanya sedikit ragu duduk di meja yang cukup besar menampilkan banyak sekali makanan.
.
.
.
Pagi berlalu, Violet yang terbiasa bangun pagi Kini sibuk menyiapkan sarapan di bantu oleh sang Bibi, Violet terusik saat melihat Allan berlari kecil dengan tubuh kekar Nya.
"Bi. Apa Tuan Allan Terbiasa bangun pagi?"
Pertanyaan itu lolos dari bibir Violet membuat sang Bibi ikut melihat ke arah pandangan gadis di sampingnya.
"Nak Allan Biasnya Melakukan olahraga pagi karena sedang Kacau."
"Aneh"
Ujar Violet melanjutkan Tangan nya yang memotong sayuran.
"Non Violet harus bersabar sedikit, mungkin entah itu sebulan dua bulan Nak Allan akan Berubah"
Violet Mengangguk terdengar helaan nafas panjang begitu pasrah, Bukan karena mengharapkan semua yang Bibi Dera katakan menjadi kenyataan melainkan ia berharap Supaya dirinya cepat keluar dari hubungan yang entah bagaimana bisa menjadi takdir nya.
Bibi Dera mengetahui semua bahwa tuan dan Nyonya nya tidak tinggal di kamar yang sama namun bicara begitu penuh harapan.
"Bi, Bibi..... Apa bibi di dapur?"
Suara Allan membuat violet menoleh.
"Bibi, Tolong siapkan Baju kemeja Ku, aku akan ke kantor kemudian Berangkat untuk pertemuan luar kota."
Bi dera Mengangguk, melirik violet yang memilih seolah tidak mendengar apapun.
Allan Pergi.
"Nak, Ayo kau harus mengawali Semua. Pergilah untuk menyiapkan Semua yang nak Allan minta"
"Tapi Bik, Ku rasa dia akan berteriak dan marah saja padaku" Violet menolak pelan
"Coba dulu....."
Violet mencuci tangan Nya, mengikat rambutnya dan mecepol asal. Menarik nafas dalam-dalam menuju kamar Allan.
Sebenarnya ia Bukan takut Karena di teriaki tapi Ia kini justru takut Melakukan semua hanya akan Membuat nya di hukum.
"Bi, apa sudah siap... Bi, jam tangan kemeja dan....."
Suara Pria Maskulin membuat tangan Violet kaku, ia berbalik melihat Pria keluar dari kamar mandi dengan tubuh terekspos Nyata menampilkan betapa ia rajin berolahraga. Otot kekar tercetak jelas di perut dan wajah tampan Dengan air yang masih menetes di antara rambut nya.
"Aaahhhh maaf"
Violet mengalihkan pandangan.
"KAU??? Kenapa kau di sini?"
Terdengar seperti teriak an keras.
"Semua sudah siap, Aku pergi"
Violet berlari keluar namun Allandra berteriak berhenti.
Deg deg jantung violet seolah Terhenti.
"Kenapa kau datang, Aku tidak meminta mu melakukan apapun kan?"
"Bibi sibuk jadi dia menyuruhku, Bibi bilang aku....."
"Jangan melakukan apapun di luar batas, Kau tidak seharusnya masuk ke kamar ku mengerti!!!"
Violet mengangguk, tidak menunggu teriakan kedua ia pergi menjauh.
"Violet kau Bodoh, Ahhhh pasti aku habis ini Akan di tarik Dan di lempar Pria itu"
.
.
.
![HANYA KAMU Go To [END]](https://img.wattpad.com/cover/366126885-64-k301872.jpg)