Kembali pada waktunya.
🕸️🕸️
Setelah kejadian yang tiba-tiba datang menghampiri di pagi buta, Hearly segera memanggil dokter pribadi untuk mengecek kondisi para pengawalnya, termasuk Lauva dan Jay. Permasalahan yang terus terjadi tanpa jeda, menyebabkan kandungan Hearly terguncang. Hal itu membuat seluruh tenaganya terkuras habis dalam satu waktu.
"Saya sudah memberikan mereka obat dan sebentar lagi mereka akan sadar, Nona. Lalu untuk janin anda, tolong jangan sampai stress berlebihan seperti tadi, hal itu sangat rentan di usia kandungannya, Nona," jelas sang Dokter menghampiri.
Hearly mengangguk, lantas membalas, "Aku mengerti, terima kasih sudah datang kemari sepagi ini,"
"Tidak masalah, Nona. Sebelum saya kembali, jangan lupa minum vitamin anda tepat waktu, agar kondisi tubuh anda dan janin stabil, Nona," ujar sang Dokter kembali, sembari tersenyum lembut.
Sebelum benar-benar pergi, sang Dokter memberikan sebuah vitamin khusus ibu hamil pada Hearly, tanpa tahu vitamin yang pernah dia kasih sangat jarang Hearly minum. "Saya permisi dulu, Nona," pamitnya pergi. Usai kepergian sang Dokter, Hearly langsung membaringkan tubuhnya di sofa dan kembali melanjutkan tidurnya.
Lima jam berlalu begitu cepat. Hearly yang masih tertidur pulas tak terganggu sedikitpun akan perbincangan dua orang di sebelahnya. Insiden pagi-pagi buta yang menimpa, membuat mereka terus waspada. Terutama akan keselamatan sang Nona.
"Aku tidak mengerti. Dia tiba-tiba saja datang, hanya mengucapkan beberapa kata, tubuhku tidak bisa bergerak. Bahkan dia bisa menumbangkan satu per satu tanpa senjata maupun perkelahian," ujar Jay. Memikirkan teknik beladiri orang semalam.
Lauva mengangguk setuju. "Aku juga terkejut, Paman. Teknik orang itu tidak bisa dibaca, dan juga ... dia mampu menghentikan kita dengan beberapa kata," ia menghela napasnya pelan dan kembali berujar, "Jika Ibu disini, dia akan tahu tekniknya, Paman. Aku yakin itu,"
Hingga, gerakan kecil dari Hearly mengalihkan atensi mereka berdua. "Kalian?" gumam Hearly.
Anggukan samar yang dilihat Hearly. Saat ia menatap jam yang tertera, barulah ia ingat akan janji yang di buat tempo hari. "Lauva, sebentar lagi akan ada pertemuan dengan Direktur Lax, dan kau yang akan pergi ke sana," ujarnya, berusaha mengumpulkan kesadarannya.
"Di tempat yang kemarin itu?" tanya Lauva yang dibenarkan Hearly. "Iya. Nanti kau ajak dia melihat tanahnya juga, agar dia tahu kondisi dan tempatnya,"
"Baiklah," usai berkata itu, Lauva bergegas bersiap.
Hearly nampak berpikir. Sebenarnya hari ini aku ingin bersantai. Tapi karena kedatangannya, membuatku resah. Siapa sebenarnya dia? pikirnya bertanya-tanya. Lantas, ia mengambil ponselnya di meja dan mencari nomor seseorang. Nama 'Erxio' terpampang dilayar, segera ia menekan tombol telepon tuk menghubungi.
"Halo, Erxio. Apa kamu masih ingat aku?" tanyanya, saat tersambung.
"Tentu saja aku masih ingat, bagaimana kabarmu, Nona Odelian?"
"Baik untuk sekarang. Apa aku mengganggumu Detektif?"
"Tidak, dan jangan panggil aku seperti itu, aku malu mendengarnya darimu,"
Terdengar tawa kecil di telepon. "Boleh aku meminta bantuanmu, Erxio?"
"Katakan saja padaku,"
"Cari informasi tentang dia," ujar Hearly, sembari mengirimkan sebuah foto Liam pada Erxio. Terdiam cukup lama Erxio tak membalas.
"Rechester? Kamu memiliki hubungan dengan dia?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mawar Api | End
Misteri / ThrillerApa jadinya jika seseorang yang memiliki segalanya menyimpan kenangan buruk? Keegoisan, penghianatan, dan kebohongan. Semua terjadi begitu cepat bagaikan api yang menyambar. Sebuah permintaan maaf tidak ada artinya kala rasa kecewa lebih dominan. Di...
