s i a p a c e c i l i a ( ? )

109 3 3
                                        

Ke-empat gadis yang terbilang cukup populer itu terus saja berswa foto tanpa memperdulikan berbagai tatapan dari anggota VAVILIONS. Bodoamat walau mereka di jadikan topik pembicaraan yang terpenting mereka happy

"iiihh hapus-hapus. Gue jelek disitu"  gerutu Alura

"Apanya yang jelek sih ra? Lo cantik kok" protes Naeva. Ia tidak bohong, foto mereka memang bagus-bagus semua tidak ada yang jelek. Alura juga tampak  bagus. Jelek dari mananya coba?

"Ini udah bagus ra. Gak usah di hapus" sambar kalea

Alura mengerucutkan bibir nya kesal "bagus dari mana nya coba? Orang gue kayak gituu" masih tidak terima

"Itu udah bagus aluraa. Serius deh gue" ucap Auretha

Alura diam selama beberapa detik, ia kembali melihat foto mereka tadi lalu beralih menatap ketiga nya

"kalian enggak bohong kan?" Alura bertanya memastikan dan langsung mendapat gelengan dari ketiga nya

"Yakali kita bohongin lo ra. Gak mungkin lah" ucap Naeva

Setelah acara debat tadi, ke- empatnya sama-sama diam. Mereka fokus ke ponsel mereka masing-masing hingga suata seseorang mengalihkan atensi mereka

"Auretha"

⚜⚜⚜

Anggota inti VAVILIONS terus saja memandangi ke-empat gadis di sebelah mereka dengan berbagai tatapan yang berbeda-beda. Mereka agak heran dengan ke-empat gadis itu yang terus berfoto tanpa memperdulikan sekitar

"Mereka emang gitu ya?" Tanya jexo

"Mereka cantik-cantik anjirr" sambar Agra

"Kenapa mereka gak ngajakin kita juga sih? Gue kan juga pengen foto bareng ciwi-ciwi cantik" celetuk javas

"Haiii"

Mereka sontak melihat kearah suara itu, disana Anara berdiri dengan seorang gadis yang tidak lain adalah sahabatnya

"Kita boleh gabung sama kalian enggak?" Tanya Anara

Jexo mengangguk membuat sebuah senyum cerah muncul di bibir anara. Gadis itu langsung mendudukan bokong nya dan di ikuti sahabatnya

"Cecilia kan?" Baru saja duduk gadis itu langsung di suguhkan oleh pertanyaan si genit Agra

"Panggil cela aja kak" ucap nya  malu-malu

"Cela? Kenapa enggak cili aja?" Ceplos javas

Plak

"Matamu cili, lo pikir dia cabe di panggil cili?"

Javas meringis, ia menatap tajam Agra yang berada di samping nya "maksud lo apa toyor-toyor kepala gue? Nanti kalau gue gagar otak gimana? Lo emangnya mau tanggung jawab hah?!"

"Lagian nih ya, gue manggil dia cili bukan chili. Kan cara penulisan nya beda"

"Ya tapi cara bacanya kan sama tolol"

"Udah-udah kalian kenapa malah ribut? Ingat kita lagi di pesta orang gak baik bikin ribut kayak gitu" ucap jexo berusaha melerai keduanya

Javas mengambil segelas air lalu meneguknya hingga tandas, berlama-lama adu bacot dengan Agra membuat tenggorokan nya terasa kering

"Nah haus kan kalian berdua. Nih nih minum lagi" ucap jexo

Sedangkan Agarish hanya diam saja sedari tadi. Laki-laki itu terus memperhatikan Auretha yang terlihat begitu sangat cantik. Entahlah ia begitu sangat menyukai perubahan Auretha

Matanya tidak pernah lepas dari Auretha barang sedetik pun.

"Kak arish"

Agarish menggeram tertahan. Ada saja yang mengganggu ketenangan Agarish

"Kakkkk" kini nada suara Anara berubah manja membuat Agarish semakin muak

"Apa?" Balasnya singkat

"Kakak gak mau nyapa cece? Dia kan sahabat kakak waktu kecil" Anara merangkul bahu cecilia dengan senyum yang tak pernah hilang

"Gue pikir lo masih ingat sama gue rish. Tapi ternyata gue salah" ucap cecilia

Agarish hanya diam saja. Ia bangkit dari duduk nya lalu melangkah pergi dari sana. Ia benar-benar sudah muak apalagi saat melihat wajah mantan sahabat kecilnya itu

"Kak arish mau kemana? Kok aku ditinggal?"

Laki-laki itu terus melangkahkan kedua kakinya tanpa berniat membalas perkataan sang kekasih. "Auretha"

Agarish berhenti tepat di bangku Auretha membuat keempat gadis itu spontan terkejut. "Apa?"

Agarish tidak menjawab, ia menarik tangan Auretha untuk berdiri lalu menggendongnya ala brydal style hal itu sontak mengundang teriakan ricuh dari orang-orang

"Dia Auretha mantannya Agarish?" Tanya cecilia

Anara mengangguk lemah "iyaaa." Balasnya dengan suara sedikit bergetar

Para anggota VAVILIONS hanya diam saja. Mereka bingung harus melakukan apa

Sedangkan disisi lain Auretha terus saja berontak. Gadis itu tidak mau jika nantinya banyak yang mengecap nya buruk di SMA flower

"Sialan! Dasar cowok brengsek! Gue bilang turunin gue"

Agarish tetap diam. Laki-laki itu membuka pintu mobil lalu melempar tubuh Auretha ke kursi penumpang. Auretha hendak keluar tapi Agarish lebih dulu menahan nya.

"My luna....." Auretha merinding mendengar nada bicara Agarish. Ia sedikit kesulitan bernafas karna Agarish memeluknya dengan sangat erat

"Agarish lepasin pelukannya pliss" Auretha bergerak gelisah ketika

She is AurethaStories to obsess over. Discover now