Part 2

736 64 7
                                        

Love's Eternal Obstacle

.

.

Naruto dan karakter lainnya bukanlah milik author. Disini author hanya meminjam karakternya.

.

.

Jika ada kesamaan cerita mohon dimaafkan. Sebab ini semua murni dari ide author yang terinspirasi dari beberapa komik yang author baca.

.

.

Pairing:

Naruto Namikaze x Rias Gremory

.

.

Happy Reading!
(^_^)

.

.

.

Chapter Sebelumnya

"Kamu boleh pikirkan dulu penawaranku kok." Ucap kembali Rias sembari mengelus wajah, bibir, hidung, dan dagu Naruto secara pelan dan lembut.

'Me-menakutkan sekali gadis ini.' Batin Naruto dengan beberapa keringat mulai keluar di pelipisnya.

.

.

.

Start Play

Disaat Rias masih mengelus wajah tampan Naruto, tiba-tiba terdengar suara dering telpon yang berasal dari telpon milik Rias. Gadis itu pun langsung menyudahi kegiatannya barusan dan berjalan untuk mengangkat telpon tersebut. Naruto yang penasaran mulai mendekati sang gadis dan melihat nama Yusan yang tertulis di layar panggilan telpon milik Rias.

"Kenapa ngak diangkat?." Tanya Naruto yang berhasil membuat Rias sedikit terkejut mendengarnya. Dan setelah itu ekspresi Rias tiba-tiba berubah menjadi lirih seketika.

'Yusan siapa?. Kenapa ekspresinya berubah?.' Batin Naruto dan ia pun ingin berinisitaif untuk menenangkan gadis tersebut. Namun ketika itu pula, sang gadis mulai berdiri dan berjalan keluar dari kamar tidurnya.

"Kamu harus isitrahat yang banyak karena itu bagus untuk pemulihanmu." Ucap Rias sembari berjalan menuju pintu keluar kamar tidurnya.

"Aku akan tidur dikamar tamu yang ada disebelah." Ucap kembali Rias dan langsung keluar dari kamar Naruto dengan menutup pintu kamarnya.

Setelah masuk kedalam kamar tamu, Rias pun langsung membuka dokumen yang dari dalam tas kerjanya. Dokumen tersebut berisi tentang surat pengalihan saham dan disana perlu tanda tangan Rias untuk mengesahkannya. Dengan perasaan ragu, Rias pun menandatangani dokumen tersebut.

Setelah menandatanginya, dokumen tersebut kembali ditutup dan diletakan didalam tasnya. Kemudian, Rias mulai berjalan menuju jendela yang ada didalam kamarnya tersebut. Jendela tersebut sangat besar sehingga membuat Rias dapat melihat indahnya kota yang terlihat dibalik jendela kamarnya tersebut.

"Melepaskan saham 3 miliar yen tidak akan menjadi masalah kan?." Gumam Rias dengan wajah lirihnya.

.

.

[Skip Ke Esokan Harinya]

Saat ini Rias sedang berada didalam ruang kerjanya. Didalam ruang kerjanya tersebut juga terdapat Akeno disana. Mereka berdua sedang mengobrol mengenai beberapa kerjaan dan kegiatan yang akan mereka lakukan hari ini.

"Terima kasih informasinya Akeno." Balas Rias setelah Akeno mengatakan semua schedule nya hari ini.

"Oh ya, Akeno. Bolehkah aku minta kepadamu untuk mengirim ini?. Alamatnya sudah ku tulis disini." Ucap Rias sembari menyerahkan amlop dokumen yang terlihat cukup tebal karena isinya yang memenuhinya.

Love's Eternal ObstacleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang