2 hari kemudian ashel merasa membaik dan melanjutkan aktivitas nya kembali seperti biasa.
"mommy mau mandi dulu ya kamu tidur yang nyenyak" ucap ashel
"ACELLLLL" triak adel membuka pintu kamar dan membuat callie kaget dan menangis
"ADELIAAAA" triaknya kembali
"m-maaf cel hehe" jawabnya
"berhentiin ga?" suruhnya supaya callie berhenti menangis
"iiya iya ini mau" jawab adel
"ini gima-"
"sttt jangan tanya aku aku mau mandi suruh siapa triak udah tau di rumah ada bayi" jawab ashel
"cal jangan nangis ya cal ntar kalo udah gede daddy beliin mobil deh, stt sekarang jangan nangis ya" ucap adel
"kasih susu adeliaaaaa" triak ashel
"OHH IYAA IYAA" jawabnya lupa
_________
"mana si keloy?" tanya ashel
"tidur tuh, jangan ganggu ya aku cape tau ga nidurinnya" jawab adel dengan lirikan sinis nya
"geer banget siapa coba yang mau bangunin" ucap ashel
"eh eh bentar dong" ucap adel menahan ashel yang hendak berjalan
"apaan"
"sebagai gantinya karna aku cape tidurin callie, nanti malem berarti har-"
"apaan deh orang lagi ada tamu" jawab ashel berlari
"jancok e" batin adel
"ngantor dulu wirr"
"ngomong yang bener"
"eh iya iya ngantor dulu ya sayang ku cintaku" ucap adel
"hati hati" jawabnya
"DADAHHH" triak adel dari kaca mobil dan ashel membalasnya dengan lambaian tangannya
di rumah ashel hanya berdua saja bersama callie, kalo tidak bermain dengan callie biasanya ia beres beres rumah karena mereka tidak menggunakan pembantu agar lebih privasi terjaga.
"tumben jam 8 belum pulang, apa lembur ya?" batin ashel
ia selalu kepikiran mengapa suaminya itu belum pulang sampai larut malam biasanya ketika lembur selalu di kabari, ini tidak online sama sekali.
"duh udah jam 10" batinnya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
saat mendapatkan chat tersebut ashel menitipkan callie di anin supaya ia bisa membawa adel di suatu club.
saat memasuki tempat tersebut ia kebingungan karena ia baru pertama kalinya memasuki tempat itu, dan di sana ada anggota jmt yang mengantarkan ashel menghampiri adel.
"dimana?"
"disana shel, tapi lu jangan kaget liatnya ya, janji" ucap zee
"emangnya kenapa?" tanya ashel
"lu liat aja shel gue mah merinding liatnya, ti ati ya" ucap flora
degg
"h-hah" kaget ashel
"KENAPA KALIAN GA DI LABRAK HAH? KENAPA DI BIARIN KAYA GINI" bentak ashel
"stt stt ashel kita jelasin baik baik ya? jangan marah dulu" zee menahan ashel agar tidak membuka pintu
ashel melihat adel sedang di pelukan oleh seseorang (perempuan) di club tersebut ada kamar khusus, ashel bisa melihatnya karena yang di dalam lupa untuk menutup pintunya.
"shel gini, tadi gue mau buka tapi ketauan marsha jadinya dia ngancem gue kalo dia buka pintunya bakalan apa apain si adel, tapi tenang kok mereka ga ngapa ngapain soalnya ini bukan kamar apa apa tapi kamar untuk orang yang terlalu mabok dan pusing" ucap aran menjelaskan
"adel juga kenapa bisa disini karena dia dipaksa marsha" sambung oniel
"siapa dia?" tanya ashel
"sekertaris nya" jawab zee
"mending labrak aja sama sama dari pada diem diem terus mau ngapain? lagian si adel tuh liat kan berontak dia cmn di tahan aja sm si marsha and the bear itu" ucap olla
BRAKKK
pintu terbuka keras oleh ashel.
"sha, LO TEGA" tegas ashel
"selama tadi lo chat gue apa? lo bego ya? lo chat gue baik baik ternyata malah gini" ucap ashel
"apaan sih diem, gue ga salah" triak marsha saat tangannya di ikat oleh tali rapia oleh olla dan flora
"rasain babi lu apain temen gue sat" ucap olla
"gue di lawan, malah lo yang letoy kalo lo bukan cewe udah gue tembak mati lo" ucap flora