65. Mungkinkah Kesempatan?
"Kedua belah pihak, yakni Raksano Ravikansyah Alaskar dengan Jessinta Fetrisyaeudinadia Bradley kini, pada tanggal tujuh September tahun 2016 resmi bercerai."
Tok .. tok .. tok!
Tampaknya, tak se orang pun di dalam ruang sidang itu yang senang mendengar keputusan yang telah di sah kan beberapa waktu lalu itu. Semua terasa hampa hingga persidangan itu benar-benar selesai.
Hampir seluruh keluarga Alaskar turut hadir di persidangan itu, tak terkecuali Genta. Genta secara khusus pulang dari 2 bulan lalu untuk membicarakan ini semua.
FLASHBACK ON.
Genta awalnya menerima telepon dari mama nya yang meminta nya untuk pulang ke Indonesia. Namun lelaki itu sama sekali tak berniat untuk pulang. Hingga akhirnya dia menerima telepon dari Ravikansyah yang menyuruh nya untuk segera pulang karena ada suatu hal yang harus dibicarakan bersama.
"Jadi ada keperluan apa sampai saya harus pulang?" Tanya Genta dengan muka datar nya. Tidak pernah sekalipun lelaki itu berbicara baik dengan mama nya ataupun Ravikansyah sejak pertama kali pulang dari Kanada. Biasanya hanya menghabiskan waktu dengan Davendra.
Namun kini Genta sudah tidak menyukai Davendra juga.
"Apa kamu setuju jika kami berdua harus pisah?" Tanya Jessinta, lembut. Jujur saja, Jessinta merindukan Genta, namun ia tahu, selama ini dia tidak pernah memperhatikan anak bungsu nya itu, hingga Genta sendiri membenci nya.
Genta tertawa sinis mendengar pertanyaan itu, seakan itu lolucon untuk nya. "Saya kesini hanya untuk hal tidak penting seperti ini?" Gumam nya yang tidak menatap mata Jessinta sedikit pun. Menatap mata Jessinta hanya seperti menekan duri di hati nya agar lebih dalam melukai nya.
Hening, tak ada satupun yang membalas kalimat nya.
"Apa ada yang berubah jika saya menyuarakan apa yang saya mau?" Genta mengangkat pandangan nya, menatap Jessinta dengan pandangan dingin nya.
Jessinta tersenyum kecil melihat tatapan dingin Genta. "Iya, kalo kamu pengen kita perbaiki sama-sama, mama ikut mau kamu. Tapi kalo kamu setuju nya kami pisah, mama juga setuju sama kamu." Tutur Jessinta dengan suara lembut nya, sembari melihat ke arah Genta. Tidak sadar saja, kedua tangan Genta sudah terkepal erat.
"... kalo gitu pisah aja."
Jessinta tetap mempertahankan senyum nya. "Baik, itu keputusan yang sudah kamu ambil. Mama setuju, kamu juga Davendra?"
"Hm, aku setuju."
"Kamu mau ikutー"
"Papa. Saya ikut papa." Ujar Genta yang langsung memotong kalimat Jessinta, begitu tahu apa yang akan ditanyakan wanita itu.
Dapat Genta lihat dengan jelas kalau mama nya itu tampak terkejut akan permintaan nya.
"Kalau anda tidak senang, saya bisa tinggal sama keluarga mama di Kanada." Ujar Genta lagi, langsung mengatakan itu sebelum Ravikansyah bisa membuka suara nya.
".. hufftt .. dari awal, tujuan kita berkumpul disini juga karena saya .. dan saya juga sudah membuat keputusan kalau saya akan menerima apapun keputusan kalian terhadap keluarga ini," Pria itu tampak terdiam sejenak.
"Saya sebelum nya belum meminta maaf dengan benar .. maka dari itu, saya sungguh minta maaf buat kalian semua karena sudah mengacaukan arti sebuah keluarga. Saya tahu perkataan saya ini tidak mudah untuk kalian terima, .. bahkan saya sendiri merasa tidak pantas menerima maaf dari kalian."
"Genta, saya tau saya sangat buruk dimata kamu, Davendra, bahkan mama kamu. Tetapi adanya saya disini, karena saya ingin menebus semua yang sempat saya tinggalkan dulu, saya tidak akan pernah memaksa kamu, atau siapapun untuk memaafkan saya. Tapi saya sangat berterima kasih kalau memang kamu mau memberi kesempatan buat saya, menjadi lebih baik ke depan nya sama kamu." Ujar Ravikansyah panjang lebar. Namun, sayangnya Genta tidak tersentuh sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumit.
Teen FictionMemang benar cinta banyak tantangan. Tapi bukan berarti kita ga mampu?! Gerald dan Mikha hanya 2 remaja labil yang saling terjebak dengan banyak nya kondisi dan perasaan yang silih berganti. Spoiler : "A*jing" umpat Gerald. Davendra Gerald Alaskar...
