Hallo aku update jangan lupa baca yaaa!
readers gimana nih kabar kaliann ?
Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya 💐
Pagi-pagi sekali ayah Qeela sudah menarik koper nya berjalan dengan gontai mengahampiri putri kesayangannya yang tengah sarapan bersama Lia
"Loh yah kok bawa koper mau minggat ,jangan dong yah kan aku masih butuh ayah" ucap Qeela merengek dramatiss.
"Iya ayah mau pergi soalnya ayah harus pergi kamu harus jadi anak baik, pinter ,jangan motoran terus ya tapi boong silahkan motoran jugaa ayah mah ga larang asal balik dengan selamat bisa jaga diri dan udah aha ayah mau pergi "ucap ayah nya tak kalah dramatis
"Ayah gak muak kan punya anak kayak aku ?"
"Qeela, Bunda sama Ayah mau ke Singapura. Ayah ada kerjaan, kamu baik-baik di rumah, ya," ucap Bunda Dewi menengahi drama yang terjadi anta anak dan ayah itu
Sementara lia hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan sahabat dan ayahnya itu
"Iya, Bun, Qela di rumah. Nanti sama Lia, dia juga masih nginep di sini, kok," jawab Qela.
"Betul itu Lia."
"Iya, Bun, Lia di sini. Mommy sama Deddy pulang 3 hari lagi."
"Oalah, nggak apa-apa kalau gitu, soalnya Bunda nggak lama di sana. Kan Bunda jadi tenang, Qeela nggak sendiri ada kamu di sini," kata Bunda Dewi.
"Iya, Bunda, tenang aja. Qeela aman di sini bersama Lia."
"Yaudah, peluk Bunda dulu dong sayang. Emang nggak kangen sama Bunda?"
"Pelukan," ucap mereka serentak.
"Bunda doang nih yang dipeluk, Ayahnya nggak?" ucap sang Ayah sambil berjalan ke arah mereka.
"Nggak dong, berpelukan!" kata Qeela dan Lia sambil memeluk Ayahnya.
(Btw, Lia ini sudah dianggap anak sendiri oleh keluarga Smith, begitu juga Qeela di keluarga Lia.)
Skip...
"Qel, makan di luar yuk, di tempat biasa. Udah lama nggak bawa motor," ucap Lia.
"Aku VS kamu," ucap Lia.
Qeela mengangguk mengerti, mereka siap dengan gaya masing-masing lalu membawa motor mereka.
"Brumm... brumm..." Dua gadis itu saling bertatapan tajam, seakan bersaing, lalu 1...2...3 mereka pun melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.
Banyak pasang mata melihat mereka, termasuk anak inti Bridh yang sedang nongkrong di kafe biasa mereka kumpul.
"Anjir, siapa tuh dua orang itu, kayak lagi balapan," ucap Bobi antusias.
Ken, Zidan, dan Kevin melihat ke arah yang ditunjukkan Bobi.
"Iya, lagi gabut kali," ucap Kevin sambil menatap dua orang yang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Zidan dan Ken melihat dengan tatapan serius.
"Itu cewek," ucap Ken dan Zidan serempak.
"Lah, mana gua tau co/ce. Orang nggak kelihatan, rapi banget gitu," ucap Bobi.
"Hem, yaudah lanjut aja," ucap Ken.
"Anfaedah ngurusin hidup orang," kata Zidan.
Skip...
"Yey menang!" sesuai kesepakatan Liaa ," lanjut Qeela setelah Lia tiba di sampingnya. Begitu helm full face nya di buka hampir semua pandangan tertuju pada mereka bagai selelbritis yang baru saja melakukan aksi menegangkan di jalanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cool Boy
Teen FictionFolow gays bantu suport ! Tidak ada deskripsi ,kalo penasaran silahkan baca
