pertemuan

800 96 35
                                        

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Alhamdulillah, dengan izin Allah saya bisa menulis.Semoga setiap kata yang tertulis bisa menjadi kebaikan, menguatkan hati, dan memberi arti bagi perjalanan kita masing-masing. 🌿✨

♡♡♡

Langit mendung membentang tanpa awan,pepohonan bergoyang di terpa angin, seorang gadis berbaju hitam dan kerudung senada melaju di jalanan ibu kota Jakarta,membelah keramaian dengan motor sport kesayangannya.Tatapannya teduh bisa juga tajam tergantung pada siapa menatap .Azareena Aqeela Kalia Smith putri tunggal keluarga smith dikenal cuek tapi riang ,tangguh tapi penuh pesona.

Brum... ! Suara motor terdengar berhenti di garasi rumah keluarga Smith.

Tok... tok...

"Assalamualaikum, Bun, Qela pulang," sambil mengetuk pintu rumah nya .

"Waalaikumsalam, putri bunda yang cantik jelita," jawab bunda sambil memeluk putri tunggalnya.

"Bagaimana perjalannya, sayang?"

"lancar Bunda. Nenek juga sehat ,malah makin kuat, the power of nenekku!" ucap Qela sambil tertawa.

Bundanya pun tersenyum ."pantas di juluki si merah artinya berani dan kuat".
"Iya, Qela tahu."

"Makan yuk, Qel. Pasti kamu lapar setelah perjalanan jauh. Panggil ayahmu di ruang kerjanya," ucap Bunda Dewi.

"Iya, Bun. Ayah sibuk sekali dengan 'selingkuhannya' itu, sampai pagi-pagi sudah ada di ruang kerja."

"Hahaha, Qela ada-ada saja. Ayahmu bekerja buat kamu. Kalau ayah tidak sibuk, mau makan apa kita?"

"Iya sih. Yaudah, Qela panggil ayah dulu, ya. Bunda siapkan makanan."

Tok... tok...
"Assalamualaikum, Ayah," ucap Qela sambil mengetuk pintu.

"Waalaikumsalam, masuk, sayang. Pintu tidak dikunci. Putri ayah sudah pulang. Bagaimana kabar nenekmu? Sehat?" tanya ayahnya.

"Alhamdulillah, nenek sehat, Yah," jawab Qela sambil mencium punggung tangan ayahnya.

"Apa saja yang diajarkan nenek, Qel?" tanya ayahnya sambil melayangkan pukulan lembut yang ditangkis oleh Qela.

"Eits, Ayah nggak kena. Aku kan sudah pintar, hehe... sombong dikit sama Ayah boleh lah," ucap Qela sambil tertawa.

"Wah, refleks anak ayah sudah bagus ya. Hebat, nih, ajaran dari Bunda ayah."

"Dih, nenek Qela juga hebat. Ayo, cepat, nanti Bunda marah kalau kita nggak segera ke meja makan."

"1, 2, 3... lari!" Qela langsung berlari, diikuti oleh ayahnya yang menyusul dengan cepat.

♡♡♡

Di meja makan

"Menang! Hore, Qela menang, Bunda! Ayah kalah!" teriak Qela sambil melompat-lompat.

"Keberuntungan sedang di pihakmu, Qela. Ayah ngalah biar putri ayah senang," ucap ayahnya sambil menggoda.

"Bunda, lihat tuh Ayah," ucap Qela dengan manja.

"Mas, sudah, jangan menggoda putri kita terus," ucap bunda membela Qela, membuat ayahnya hanya bisa tersenyum.

"Ayo makan, baca doa dulu," ajak Bunda. Mereka pun berdoa, dan suasana hening menyelimuti meja makan.

interaksi kecil itu sederhana , tapi membuatku sadar,betapa beruntungnya mempunyai rumah yang nyaman untuk pulang.

♡♡♡

Cool Boy Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang