Pertemanan sejati dimulai saat keheningan di antara dua orang terasa nyaman. 🕊
Happy reading! 🤩 Semoga bermanfaat, teman-teman!
Tengah malam tiba suasana semakin dingin, angin bertiup sepoi-sepoi bukan nya tertidur Lia terus saja berceloteh mempertanyakan kenapa Qela tidak memperbolehkan pemuda tadi masuk sebentar
"Qela kenapa ga boleh masuk aja si, dia ganteng banget kan,dia yang aku temui di bandara itu, kan aku belom tau namanya belom natap dia lebih lama, kamu sih jahat banget Qeela kenapa diam aja sih aku kesel juga"celoteh nya seperti anak kecil yang menginginkan mainan
Alih-alih menjawab Qeela ternyata sudah menjemput mimpi nya di alam bawah sadar itu membuat Lia yang sedang murka makin berceloteh
"Ihhh Qeela kebo bnget, pelor juga, orang lagi ngomong panjang lebar dianggurin huh yaudah deh aku bersih bersih tidur jugaa deh"
Tak mau belarut -larut dengan marah nya Lia memutuskan untuk tidur menjemput juga mimpinya
Adzan sudah berkumandang Qela sudah siap dengan mukena nya sementara Lia masih saja bergulat dengan selimutnya
"Hei Lia mau bangun atau aku siram" ancam Qeela sambil membawa gayung berisi air mendengar ancaman itu Lia langsung terjengkat dari tidurnya
"Iya iya sabar Qeel lagian kamu sih "sekali Lia berceloteh lagi kena siram sudah basah kuyup
Liaaa!!
"Iya iya "belom sempat Qela mengguyur kan gayung yang sudah siap itu Lia berlari menuju kamar mandi lalu mengambil wudhu dan bersiap siap melaksanakan shalat
Setelah selesai shalat mereka memutuskan untuk siap siap tujuan di hari sabtu ini mereka akan pergi nonton film baru yang tayang di bioskop
Lia melajukan mobil sport dan mereka menuju mal terbesar di jakarta, dengan tujuan untuk bersenang-senang dan menghilangkan penat.
"Qel, nonton dulu atau makan dulu?" ucap Lia sambil berjalan berpegangan dengan Qela.
"Kamu lapar?" tanya Qela.
"Enggak sih, yaudah nonton dulu yuk!"
"Boleh, ayo!" Mereka pun pergi menuju bioskop.
"Mau nonton genre apa, horor atau romantis?"
"Suit suit!"
Mereka pun bermain suit untuk menentukan pilihan, yang menang bisa memilih horor atau romantis.
"Yeh, horor!" ucap Lia. Dua gadis remaja itu berjalan sambil bergandengan tangan, lalu menonton film horor yang mereka pilih.
"Aaaaa!" teriak sekelompok pria di pojok belakang, di belakang Qela dan Lia.
"Kata gue juga apa, Vin, jangan nonton ini. Serem banget, weee!" ucap Bobi berbisik kepada Kevin.
"Sttt, jangan berisik. Tonton aja! Masa cowok takut sih? Lu udah mau nikah, inget umur!" balas Kevin.
"Ih, lu mah bawa-bawa nikah. Iri ya?" canda Bobi.
"Tenang, nanti gue nyusul kalau ada calon," ucap Kevin.
"Sttt, diem deh! Zidan aja udah tidur tuh," kata Ken sambil melihat Zidan yang tertidur di kursinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cool Boy
Fiksi RemajaFolow gays bantu suport ! Tidak ada deskripsi ,kalo penasaran silahkan baca
