Chapter 2

19 2 0
                                        

Suara burung di pagi hari membuat gadis desa terbangun dari tidurnya
"Enak sekali tidurku malam ini, eh iya...hei kupu-kupu apakah kamu sudah sembuh?" Ucap gadis desa sambil bertanya keadaan kupu-kupu putih yang dirawat nya.
"Hmm...kurasa kamu sudah membaik." Gumam gadis desa kepada kupu-kupu putih.
"Aku harus segera bergegas untuk berjualan buah dan memberi makan para angsa ditepi danau." Ucap gadis desa dengan penuh semangat dipagi hari.
Saat sedang berjalan-jalan ditaman tak sengaja pangeran melihat gadis desa yang sedang berjualan buah-buahan.
"Eehh...itu bukannya pembantu dikerajaan ku ya?" Gumam pangeran sambil terheran-heran.
"Coba lah aku hampiri untuk memastikan nya, kalau benar berarti rumahnya tidak jauh dari sini." Ucap pangeran sambil bersenang hati saat ingin menemui gadis desa.
Namun pada saat ingin melangkahkan kaki ke arah gadis desa tiba-tiba pangeran dipanggil oleh ayahnya.
"Pangeran diman kamu?" Tanya Raja Greedy sambil kebingungan mencari anak.
"Iya ayah, aku disini." jawab pangeran.
"Cepat kemarilah, sebentar lagi kau akan ada pelatihan sihir kerajaan." Ucap ayah kepada pangeran.
"Tunggu sebentar." Jawab pangeran kepada ayahnya.
Tidak sengaja gadis desa mendengar suara pangeran.
"Suara itu... seperti nya aku mengenali suara itu tapi siapa ya?" Ucap gadis desa sambil mengingat-ingat suara yang terdengar ditelinga nya.
"Ah mungkin hanya perasaan ku tadi." Ucap gadis desa.
Setelah hari sudah mulai sore gadis desa segera membereskan dagangannya dan bersiap-siap untuk memberi makan angsa-angsa yang ada ditepi danau destiny.
"Semua sudah siap waktunya berangkat untuk bertemu para angsa." Ucap gadis desa sambil kegirangan.
Setibanya di danau destiny ia langsung memberi makan kepada para angsa-angsa dan dternyata dengan diam-diam gadis desa sedang dipantau oleh pangeran dari balik pohon yang ada ditepi danau.
"Hai para angsa kemarilah." Ucap gadis desa.
"Entah kenapa saat aku melihatnya hatiku merasa damai" gumam pangeran di dalam hati sambil tersenyum malu.
"Hei angsa aku punya temen baru, dia adalah kupu-kupu putih yang aku temukan didekat sini". Ucap gadis desa sambil bercerita dengan para angsa.
"Dia cantik,baik,anggun...Eehh apa sih kok aku ada pikiran kaya gitu". Gumam pangeran sampai pikiran nya kemana-mana.
"Aku pamit pulang dulu ya angsa-angsa." Ucap gadis desa sambil berpamitan untuk pulang kerumah dan begitu juga dengan pangeran yang harus segera kembali ke kerajaan.

*Tok Tok Tok"
Saat gadis desa membuka pintu rumahnya alangkah terkejut ia melihat keadaan rumahnya yang sangat bersih piring-piring telah dicuci, buku-buku tersusun rapih, makanan telah terhidang di meja makan.
"Walah lah lah...aduh ada apa sebenarnya yang terjadi menurut ku banyak kejadian aneh yang aku alami seharian ini, kok bisa bersih gini rumahku siapa yang membersihkannya."Ucap gadis desa yang sedang mencerna pikiran nya selama seharian ini.
"Mungkin karna aku kecapean ya makanya semua terlihat aneh, sebaiknya aku segera istirahat agar pikiran ku jernih." Sambil terheran-heran gadis desa berusaha melupakan semua yang telah terjadi.
Saat gadis desa memejamkan mata untuk tidur, tiba-tiba kupu-kupu putih yang berada dalam botol kaca memancarkan cahaya berwarna putih.

Jalur Langit Season 2 Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang