Prolog #2

751 113 14
                                    

Moskow, Rusia.

5 tahun setelah Jennifer kehilangan Ayahnya.....


















"Aku sungguh turut berduka cita atas kematian istri Anda, Mr.Vladimir."

Vladimir hanya tersenyum pahit.

Kalimat basi itu sudah terasa hambar.

"Ruby dan Vladimir adalah dua dari sekian dokter jantung terhebat di dunia. Bagaimana mungkin aku tidak sedih mendengar kepergian wanita itu. Astaga, kemarilah kawan."

Tanpa segan, seorang kawan menarik tubuh Vladimir dan memeluknya cukup erat.

Hujan deras memecah kesedihan di rumah kediaman keluarga Kamarazov bak istana dengan karpet merah membentang.

Direktur European Medical Center (EMC) bahkan Presiden Rusia juga turut hadir dalam pemakaman salah satu dokter jantung terbaik di dunia, Ruby Kamarazov

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Direktur European Medical Center (EMC) bahkan Presiden Rusia juga turut hadir dalam pemakaman salah satu dokter jantung terbaik di dunia, Ruby Kamarazov.

"Izin, Tuan. Peti jenazah Nyonya akan segera dibawa ke pemakaman." Ucap seorang pelayan.

Vladimir mengangguk lemah.

Sejak istri tercintanya pergi, ia menyerahkan seluruh urusan pemakaman kepada belasan pelayannya.

Sebuah mobil jenazah telah siap di depan.

Para tamu segera mengikuti mobil itu, beriringan di jalanan yang lengang.

Hujan deras.

Vladimir ditemani beberapa bodyguard menuju mobil Limousine pribadinya.

Mobil kepresidenan berada di depan, memimpin langsung iringan jenazah itu.

Ruby Kamarazov adalah salah satu dokter jantung yang paling dihormati di Rusia.

Ia mulai jatuh sakit sejak pulang dari dinas di Amerika Serikat lima tahun yang lalu.

Setahun yang lalu, Ruby mengandung anak perempuan yang begitu lahir diberi nama Licia.

Di hari yang sama saat Licia berhasil lahir, Vladimir kehilangan istri tercintanya.

Ia kembali menangis tersedu di dalam mobil sepanjang perjalanan.




30 menit perjalanan.

Iringan mobil itu memasuki area pemakaman.

Sudah ada beberapa petugas di sana yang sudah menyiapkan satu liang lahat untuk sang dokter jantung terkemuka di Rusia.

Presiden turut membopong peti mati itu menuju liang lahat.

"Aku tidak mungkin ikut membopong peti berat itu. Aku perempuan." Ucap Andrea, Direktur EMC.

"Vladimir!" Seru seseorang.

Suara yang terdengar akrab dan hangat itu berhasil membuat Vladimir langsung berbalik badan.

LOVE LETTERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang