BAB 1 - DIALOG TAG

460 20 0
                                        

Apa itu dialog tag?
  Dialog tag adalah bagian dari kalimat yang mengidentifikasi pembicara dalam sebuah percakapan. Secara singkatnya sebuah keterangan dari pembicara.

Fungsi dialog tag?
  Dialog tag berfungsi untuk membantu pembaca memahami siapa yang sedang berbicara.

•  CARA PENULISAN DIALOG TAG

A. Dialog tag di awal dialog.
     Apabila dialog tag berada di awal maka akhiri dialog tag dengan tanda koma dan akhiri dialog (percakapan) dengan tanda titik. Jika akhiran dialog berupa kalimat tanya maka akhiri dengan tanda tanya.

Contoh :
•  Tya berujar, "Aku cantik."
•  Manda bertanya, "Kamu sudah makan?"
•  Maulina tersenyum seraya berkata, "Apa kalian telah mampir di karyaku?"

   Tanya, maki, ucap, ujar, seru, pungkas, tuduh, tampik, dan masih ada banyak lainnya adalah dialog tag. Penulisannya adalah: dialog tag, koma, petik dua, lalu kalimat, lalu tanda baca (titik, seru atau tanya), kemudian petik dua.

B. Dialog tag di antara dua dialog.
     Jika dua dialog dalam satu kalimat maka dialog pertama diakhiri tanda koma, begitu juga dengan dialog tag-nya.

Contoh :
•  "Jadi," ucap Anara, "kau benar ingin menikah?"
•  "Kamu sedang apa, Anggie?" tanya Yulia, "baca buku komedi ya?" tanya Yulia lagi.

   Dialog tag di atas memakai tanda koma karena dialog kedua masih lanjutan dari dialog pertama.

C. Dialog tag di akhir dialog.
   Apabila dialog tag berada di akhir dialog maka akhiri dialog dengan tanda baca koma ataupun tanda tanya (jika berupa kalimat tanya).

Contoh :
•  "Kamu cantik," ujar Yulia.
•  "Terima kasih," jawab Aina.
•  "Apa kabar?" tanya Jihan.
•  "Kamu sudah makan?" tanya Tya.

  Penulisannya adalah : tanda petik dua, lalu kalimat, kemudian tanda baca dan ditutup dengan tanda petik lagi, setelah itu baru dialog tag-nya menggunakan huruf kecil.

•  JENIS DIALOG TAG

A. Dialog Tag Netral

   Dialog tag netral merujuk pada ungkapan yang netral dan tidak melibatkan emosi ataupun respons. Kata yang menunjukkan dialog netral seperti ujar, ungkap, kata, tutur, cetus, tegas, pinta, tandas, pungkas, dan masih banyak lagi.

Contoh :

Ibu berkata, "Sebaiknya kamu segera menuntaskan pekerjaanmu."

Frasa "Ibu berkata" pada dialog di atas adalah bentuk dialog tag netral yang terletak di awal kalimat dengan "Ibu" sebagai pembicara.

B. Dialog Tag Netral untuk Merespons

   Jenis dialog tag yang kedua adalah dialog tag netral untuk merespons. Kata atau frasa dialog tag ini bertujuan untuk menjawab atau merespons sesuatu, seperti balas, jawab, jelas, tukas, sahut, potong, dan sela.

Contoh :

Natasya menjawab, "Drama ini terlalu menyenangkan untuk kutinggalkan, Bu."

Frasa "Natasya menjawab" pada contoh dialog di atas adalah bentuk dialog tag untuk merespons dengan "Natasya" sebagai pembicara.

C. Dialog Tag Nada Normal

   Jenis dialog tag berikutnya adalah untuk mengekspresikan sesuatu dengan nada normal. Bentuknya seperti sindir, hina, cerca, kelakar, cela, canda, serta ejek.

Contoh :

"Tugas sekolahmu tidak akan selesai jika aku tidak membantumu," sindir Anara.

Pada contoh di atas, frasa "sindir Anara" termasuk jenis dialog tag yang merujuk "Anara" sebagai pembicara dengan nada menyindir.

D. Dialog Tag Nada Tinggi

   Jenis dialog tag ini biasa ditujukan untuk ucapan-ucapan dengan nada tinggi, seperti membentak, berteriak, marah, dan lain sebagainya.

Contoh :

Leon berseru di hadapan Mela, "Kita putus!"

Frasa "Leon berseru" adalah bentuk dialog tag dengan emosi tinggi yang merujuk "Leon" sebagai pembicara.

C. Dialog Tag Nada Rendah

   Jenis dialog tag terakhir ditujukan untuk pembicara yang mengatakan sesuatu dengan nada rendah, seperti berbisik, lirih, dan bergumam.

Contoh :

"Jangan terlalu percaya padanya," bisik Tya.

Frasa "bisik Tya" pada dialog diatas adalah jenis dialog tag yang menunjukkan ucapan dengan nada rendah.

Ket : Frasa adalah gabungan lebih dari satu kata, yang mana masing-masing kata tersebut tidak boleh memiliki lebih dari satu fungsi subjek, predikat, objek, maupun keterangan.

BONUS

Catatan : Dipungut dari berbagai sumber

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Catatan : Dipungut dari berbagai sumber.

RANGKUMAN MATERI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang