BAB 6 - PENULISAN PARTIKEL

111 8 0
                                        

• Apa itu kata partikel?
  Kata partikel juga disebut kata tugas. Beberapa kata yang termasuk kata partikel yaitu ada -lah, -kah, -tah, pun, dan per.

A. Penulisan Partikel -lah
   Partikel -lah biasanya digunakan untuk memperhalus kata perintah, mempertegas kalimat pernyataan, dan mempertegas kata ganti. Partikel -lah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Jadi, penulisannya tidak perlu dipisah.

Contoh :

- Gapailah cita-citamu setinggi langit!
- Agar lingkungan bersih, buanglah sampah pada tempatnya.
- Sapulah daun-daun kering di halaman rumah itu!

B. Penulisan Partikel -kah
   Partikel -kah sering digunakan untuk kalimat tanya agar lebih baku, halus, atau tegas. Seperti partikel -lah, partikel -kah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Contoh :

- Mungkinkah dia mencintaiku?
- Bolehkah saya meminjam bukumu?
- Apakah isi surat itu?

C. Penulisan Partikel -tah
   Partikel -tah juga ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Partikel -tah biasanya digunakan untuk pertanyaan pada diri sendiri dan tidak membutuhkan jawaban. Partikel ini sudah jarang digunakan dalam bahasa sehari-hari. Namun, bisa ditemukan dalam sastra lama.

Contoh :

- Apatah yang harus aku lakukan?
- Bagaimanatah cara agar aku bisa jadi lebih baik lagi?
- Kapantah semua pekerjaan rumah ini selesai?

D. Penulisan Partikel pun
  Penulisan partikel pun biasanya digunakan untuk menegaskan makna kata, memberikan makna yang berlawanan, atau menunjukkan sesuatu sedang dimulai.

Penulisan partikel pun adalah dipisah dengan kata yang mendahuluinya.

Contoh :

- Kalau kita gagal pun, setidaknya kita sudah berusaha.
- Bukan hanya manusia, hewan dan tumbuhan pun merasakan dampak pemanasan global.

Ada juga partikel pun yang ditulis serangkai, yaitu partikel pun yang merupakan kata penghubung.

Contoh :

- Meskipun cuaca panas, ia tetap bersemangat mendaki bukit.
- Bagaimanapun caranya, aku akan jadi penulis profesional.

E. Penulisan partikel per
   Penulisan partikel per pada suatu kalimat ialah menjelaskan makna 'demi', 'tiap', 'mulai', atau melalui suatu hal. Sehingga penulisan partikel per yang benar ialah ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Atau dengan kata lain, penulisan partikel per tidak disambung dengan kata sesudahnya

Contoh :

• Mereka masuk ke dalam kelas satu per satu.
• Harga kain itu Rp50.000,00 per meter.
• Karyawan itu mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.

RANGKUMAN MATERI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang